Senin, 8 Juni 2026

BERITA KRIMINAL

Perampokan di Blitar, Walikota dan Istri Disekap Pelaku Berikut 3 Satpol PP

Saksi mata mengungkap perampokan di Blitar dimana Walikota Santoso, istri dan tiga personel Satpol PP disekap oleh pelaku.

Tayang:
TribunBatam.id via TribunJatim.com/Dok Polres Blitar Kota
PERAMPOKAN DI BLITAR - Penyidik Polres Blitar Kota memasang garis polisi di dalam Rumah Dinas Wali Kota Blitar, Senin 12/12/2022). Walikota Blitar, Santoso; istri dan tiga anggota Satpol PP yang berjaga menjadi korban dalam perampokan itu. 

BLITAR, TRIBUNBATAM.id - Perampokan di Blitar yang menyasar Walikota, Santoso dan istrinya, Feti Wulandari pada Senin (12/12/2022) memunculkan fakta baru.

Pelaku perampokan di Blitar tak hanya menyekap Walikota Blitar Santoso dan istrinya.

Namun pelaku perampokan di Blitar juga menyekap tiga anggota Satpol PP yang ketika itu berjaga di rumah dinas Blitar yang berlokasi di di Jalan Sudanco Supriyadi, Kota Blitar, Senin (12/12/2022).

Jamaah salat subuh di Masjid Syuhada Haji yang berlokasi di sebelah barat rumah dinas Walikota Blitar, Trimo menjadi saksi hidupnya.

Pria 64 tahun itu bahkan sempat mengira jika suara teriakan orang yang meminta tolong dari arah rumah dinas Walikota Blitar itu sesuatu yang lain.

Baca juga: Walikota Blitar dan Istri Jadi Korban Perampokan, Sempat Disekap, Rp 400 Juta Raib

WALIKOTA BLITAR DIRAMPOK - Trimo, warga jamaah salat subuh yang sempat ikut masuk ke Rumah Dinas Wali Kota Blitar SESUDAH perampokan di rumah dinas Walikota Blitar, Senin (12/12/2022).
WALIKOTA BLITAR DIRAMPOK - Trimo, warga jamaah salat subuh yang sempat ikut masuk ke Rumah Dinas Wali Kota Blitar SESUDAH perampokan di rumah dinas Walikota Blitar, Senin (12/12/2022). (TribunJatim.com/Samsul Hadi)

"Teriakannya keras. Orang yang ikut salat subuh berjamaah lain juga dengar. Saya kira awalnya kucing berkelahi atau orang gila yang ngamuk," ungkapnya.

Curiga karena suara teriakan meminta tolong itu tidak juga berhenti, akhirnya warga mencoba mengecek masuk ke rumah dinas Walikota Blitar sesudah menunaikan salat subuh.

Tapi, warga tidak berani masuk, hanya melihat-lihat dari luar pagar rumah dinas.

"Kebetulan, ada satu anggota polisi yang ikut jamaah salat subuh. Dia masuk ke halaman rumah dinas, saya dan beberapa warga juga ikut masuk," katanya.

Saat masuk ke halaman rumah dinas, Trimo melihat ada dua anggota Satpol PP yang disekap dalam Pos Jaga.

Baca juga: Perampokan di Kalideres yang Tewaskan Satu Keluarga, Polisi Ungkap Motif Dibaliknya

PERAMPOKAN DI BLITAR - Kondisi terkini rumah Dinas Wali Kota Blitar di Jalan Sudanco Supriyadi, Kota Blitar, Senin (12/12/2022). Walikota Blitar, Santoso; istri Feti Wulandari dan tiga anggota Satpol PP sempat disekap dan diancam menggunakan sajam oleh pelaku yang diduga berjumlah lima orang. Uang tunai Rp 400 juta dan perhiasan diambil oleh pelaku perampokan itu.
PERAMPOKAN DI BLITAR - Kondisi terkini rumah Dinas Wali Kota Blitar di Jalan Sudanco Supriyadi, Kota Blitar, Senin (12/12/2022). Walikota Blitar, Santoso; istri Feti Wulandari dan tiga anggota Satpol PP sempat disekap dan diancam menggunakan sajam oleh pelaku yang diduga berjumlah lima orang. Uang tunai Rp 400 juta dan perhiasan diambil oleh pelaku perampokan itu. (TribunBatam.id via TribunJatim.com/Samsul Hadi)

Kondisi dua anggota Satpol PP yang disekap di Pos Jaga tangan dan kakinya diikat.

Mulut dan mata kedua anggota Satpol PP di Pos Jaga juga dilakban.

"Dua anggota yang di Pos Jaga, posisinya satu tengkurap di bangku panjang dan satu lagi tengkurap di lantai. Tangannya ada yang diborgol ada yang diikat. Kakinya diikat semua dan mulut serta mata dilakban," katanya.

Sedang satu anggota Satpol PP lagi posisinya disekap di luar Pos Jaga.

Satu anggota yang disekap di luar Pos Jaga hanya diborgol tangannya dan diikat kakinya.

"Anggota Satpol PP yang disekap di luar Pos Jaga ini yang teriak-teriak minta tolong. Mulutnya sudah tidak dilakban," ujarnya.

Baca juga: Pelaku Perampokan dan Pembunuhan Pasutri di Banyuasin Ditangkap Polisi, Ini Motifnya

Trimo tidak ikut masuk ke dalam Rumah Dinas Wali Kota.

Tapi, ada warga lain yang ikut masuk ke rumah dinas.

Menurutnya, dari cerita warga yang ikut masuk ke dalam rumah dinas, Wali Kota Blitar, Santoso juga disekap di dalam.

"Iya, katanya, Wali Kota juga diikat tangan dan kakinya. Mulut dan mata Wali Kota juga dilakban," katanya

Uang Ratusan Juta Rupiah dan Perhiasan Raib

Polisi sedang memburu pelaku perampokan yang menyasar rumah dinas Walikota Blitar di Jalan Supriyadi, Senin (12/12/2022) pagi.

Meski tidak ada korban jiwa dalam perampokan di rumah dinas Walikota Blitar ini, namun Walikota Blitar, Santoso, istri dan tiga anggota Satpol PP sempat disekap oleh pelaku.

Baca juga: Aksi Perampokan di Tanjungpinang Terekam CCTv, Dua Tersangka Masih Buron

Tak hanya itu, pelaku perampokan dengan Walikota Blitar dan istri sebagai korbannya juga menggasak uang tunai Rp 400 juta dan perhiasan milik istri Santoso, Feti Wulandari.

Dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), pelaku perampokan di rumah dinas Walikota Blitar yang diduga berjumlah lima orang merusak kamera CCTv serta membawa kabur decoder.

"Selain menyekap Walikota Blitar, istri dan tiga orang Satpol PP, pelaku mengancam mereka dengan senjata tajam," ungkap Kapolres Blitar Kota, AKBP Argowiyono.

Argowiyono menambahkan, sambil mengancam korban menggunakan senjata tajam, pelaku memaksa korban untuk menunjukkan lokasi perhiasan dan barang berharga milik istri Walikota Blitar, Santoso.

"Uang cash dan perhiasan milik Bu Wali. Nilai uang cash kurang lebih Rp 400 juta. Saat ini aparat kepolisian sedang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP)," kata Kepala Polres Blitar Kota AKBP Argowiyono.(TribunBatam.id) (TribunJatim.com/Samsul Hadi)

Sumber: TribunJatim.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved