Natuna Jadi Atensi Panglima TNI, Beri Sinyal Tambah Pasukan

Panglima TNI Laksamana Yudo Margono memberi atensi terhadap perbatasan Natuna, Provinsi Kepri. Ia memberi isyarat untuk menambah pasukan.

SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono memberi isyarat akan menambah pasukan untuk menjaga perbatasan Natuna, Provinsi Kepri. 

NATUNA, TRIBUNBATAM.id - Kabupaten Natuna, Provinsi Kepri atau Kepulauan Riau menjadi atensi Panglima TNI Laksamana Yudo Margono.

Sesudah serah terima jabatan atau serijab KSAL dii Mabes AL, Cilangkap, Jakarta Timur, Panglima TNI memberi sinyal akan menambah pasukan di perbatasan Laut Natuna untuk menjaga kedaulatan negara di perbatasan Laut China Selatan.

Laut perbatasan Natuna menjadi sorotan setelah kapal angkatan laut China dilaporkan memasuki wilayah perairan Indonesia.

Sejumlah nelayan tradisional pun beberapa kali melihat aktivitas armada laut China yang memasuki perairan Indonesia.

China sebelumnya mengklaim jika wilayah tersebut masuk dalam wilayah mereka.

Baca juga: Presiden Jokowi Minta Panglima TNI Jaga Netralitas Jelang Pemilu 2024

"Mungkin untuk Natuna nanti yang akan kami tambah. Kalau (daerah perbatasan) yang lain saya kira selama ini sudah terlaksana dengan baik, enggak perlu penambahan," jelas Yudo sesudah sertijab Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) kepada Laksamana Muhammad Ali di Lapangan Trisila Markas Besar AL, Cilangkap, Jakarta Timur, pada Kamis (29/12/2022).

Panglima TNI Laksamana Yudo Margono mengungkap setidaknya ada 12 perbatasan negara Indonesia yang dinilai rawan.

Sebanyak 10 perbatasan di antaranya merupakan perbatasan laut.

Dari titik kerawanan tersebut, TNI sudah melakukan diplomasi di perbatasan yang berada di darat.

Namun Yudo menyebut salah satu yang paling sulit dilakukan adalah di perbatasan Laut Natuna.

Baca juga: Siaga SAR Natal dan Tahun Baru 2023, Basarnas Natuna Keliling Tempat Keramaian

Terkait strategi daerah perbatasan lainnya, Yudo mengatakan bahwa ia dan jajaran akan melakukan evaluasi.

"Tentunya nanti dari 10 perbatasan laut dan 3 perbatasan darat juga sama, akan kami evaluasi," kata Yudo.

Sebelumnya, Yudo mengatakan bahwa ia akan menggelar operasi khusus untuk mengamankan perbatasan negara di wilayah Laut Natuna Utara atau Laut China Selatan.

"Saya gelar operasi khusus di sana, pam (pengamanan) perbatasan, pam perbatasan yang khusus melaksanakan di wilayah Laut Natuna Utara yang sudah kita buat di peta kita," kata Yudo seusai dilantik di Istana Negara, Jakarta, Senin (19/12/2022).

Yudo menuturkan, operasi khusus itu akan dikendalikan oleh Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Kogabwilhan I) dengan melibatkan seluruh matra di TNI.

Baca juga: Demi Dapatkan Hati Wanita, Pria Ini Menyamar Jadi Anggota TNI, Jalankan Peran Sudah 4 Tahun

Ia berpengalaman memimpin operasi di wilayah tersebut karena pernah menjabat sebagai Panglima Kogabwilhan I.

"Waktu saya Pangkogabwilhan kan efektif begitu saya memimpin langsung di situ gabungan antara udara, laut, dan juga nanti komposit darat yang ada kita gabungkan jadi satu sehingga lebih efektif," kata dia.

Kepala Center for Intermestic and Diplomatic Engagement (CIDE) Anton Aliabbas menyatakan, dinamika di Laut China Selatan merupakan salah satu pekerjaan rumah bagi Yudo selaku panglima TNI.

Dalam merespons dinamika geopolitik tersebut, Anton mengatakan, Yudo sebaiknya memaksimalkan keberadaan komando utama operasi (kotamaops) TNI, yakni Kogabwilhan.

"Mengingat terus meningkatnya dinamika di kawasan Laut China Selatan dan Asia Timur, ada baiknya Yudo untuk memperkuat interoperabilitas Kogabwilhan," ujar Anton, Senin (29/11/2022).

Baca juga: Rekam Jejak Panglima TNI Baru Yudo Margono yang Gantikan Jenderal Andika Perkasa

Anton mengatakan, sebagai mantan Panglima Kogabwilhan I, Yudo Margono sedikit banyak memahami tantangan yang dihadapi Kogabwilhan.

"Untuk itu, penguatan interoperabilitas dan penggunaan kekuatan gabungan TNI menjadi penting untuk meningkatkan kesiapan angkatan bersenjata menghadapi eskalasi ancaman, dinamika sengketa atau pendadakan strategis maritim," kata Anton.(TribunBatam.id) (Kompas.com/Nirmala Maulana Achmad)

Sumber: Kompas.com

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved