Kamis, 16 April 2026

BATAM TERKINI

DUA Hari Air Bersih tak Mengalir, Warga Bukit Raya Batam Terpaksa Mandi Air Galon

Warga Perumahan Bukit Raya Batam Center, Batam terpaksa membeli air galon untuk kebutuhan MCK karena sudah dua hari air tidak mengalir.

TRIBUNBATAM.id/Roma Uly Sianturi
Warga Perumahan Bukit Raya Batam menggunakan air isi ulang untuk mandi dan bersih-bersih, belum lama ini. Di awal 2023 ini, warga perumahan tersebut kembali harus membeli air galon untuk kebutuhan MCK karena sudah dua hari air tak mengalir. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Sudah dua hari, suplai air bersih di Perumahan Bukit Raya Batam Center, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau tidak mengalir yakni sejak Minggu (1/1/2023) hingga Senin (2/1/2023).

Hal ini membuat sejumlah warga harus menggunakan air galon isi ulang untuk mandi dan mencuci.

"Saya dari semalam udah habis 15 galon air isi ulang buat mandi, cuci piring dan bersih-bersih," ujar Rima, warga Perumahan Bukit Raya Batam, Senin (2/1/2022).

Ia sengaja membeli air galon seharga Rp 5 ribu untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Pasalnya di rumahnya tak memiliki stok air bersih.

"Buat bersih-bersih setelah buang air kecil dan air besar saja tak punya air," katanya.

Pantauan Tribunbatam.id sekitar pukul 09.00 WIB satu unit mobil tangki mendistribusikan air di Komplek Perumahan.

Sayangnya jumlah air tersebut tidak memenuhi kebutuhan seluruh warga Perumahan Bukit Raya.

Baca juga: Produksi Air Bersih Terhambat Pemadaman Listrik, SPAM Batam Minta Warga Hemat Air

"Dari tanggal 1 jam 4 pagi sampai sekarang tak nyala-nyala airnya. Padahal listrik udah nyala," katanya.

Diakuinya beberapa warga juga memilih mengambil air di mata air yang berada di lokasi perumahan tersebut.

Hanya saja kualitas air berbau dan tidak jernih.

"Tak apalah yang penting bisa buat bersih-bersih rumah," katanya.

Ia melanjutkan tidak efektifnya suplai air di perumahan ini sejak dikelola oleh PT Moya Indonesia (PT Air Batam Hilir).

Padahal sebelumnya tidak pernah mengalami krisis air.

"Ngerilah, awal tahun air seret," katanya.

Terpisah, Ketua komisi l DPRD Batam, Lik Khai mengungkapkan, terganggunya pasokan air bersih, tidak hanya selalu dikeluhkan oleh masyarakat namun pelaku usaha seperti pengusaha perhotelan juga dibuat menjerit oleh ulah PT Moya, sebagai perusahaan yang diberikan kewenangan mengelola bersih di kota Batam.

"Sekian lama dikelola oleh PT ATB, tidak pernah seburuk ini pelayanan air bersih. Pengelola kali ini memang cukup parah. Kami minta BP Batam segara memanggil PT Moya, ada apa dengan pengelolaan air bersih di Batam, sehingga hampir semua masyarakat menjerit dibuatnya," katanya.

Diakuinya jeritan dan laporan masyarakat terkait buruknya suplai air bersih, tidak hanya dirasakan saat pemadaman listrik pada momen tahun baru ini.

Namun, jauh sebelum itu, sejumlah pengaduan masyarakat juga sudah terdengar nyaring dengan buruknya perusahaan pengelola air yang baru.

"Lebih dari 200 aduan masyarakat yang masuk ke HP saya, pas tahun baru itu, saya ga berani balas. Kalo sekarang ini alasan mereka (PT Moya), tidak mendapatkan pasokan listrik, masa perusahaan pengelola air tidak punya cadangan listrik," sesalnya

Dengan melihat dua kejadian buruk dimomen pergantian tahun, dirinya sangat miris melihat kejadian yang disebabkan oleh dua perusahaan besar pengelola objek vital yang menjadi kebutuhan primer masyarakat, baik masyarakat yang tinggal di pemukiman, maupun para pengusaha perhotelan dan industri.

Keduanya menunjukkan kinerja buruk, disaat Batam sedang giat-giatnya menggaet investor.

"Hal ini harus menjadi perhatian khusus bagi semua pemangku jabatan, bahkan pemerintah pusat bisa melihat ini sebagai atensi bagi daerah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, karena ini akan menjadi preseden buruk dimata internasional," katanya.

Ia pun mendorong Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan untuk meng audit kinerja PLN dan pengelola air bersih (PT Moya). 

"KPK dan Kejaksaan, semestinya juga turun mengaudit PLN dan PT Moya," katanya. (TRIBUNBATAM.id/Roma Uly Sianturi)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved