Rabu, 3 Juni 2026

BERITA KRIMINAL

Polisi Bongkar Makam Salah Satu Korban Pembunuhan Berantai Wowon CS

Makam Siti terletak di pemakaman keluarga di Kampung Rancabadak, Desa Tanjungjaya, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Tayang:
Editor: Eko Setiawan
Tangkap Layar Kompas Tv
Pekerjaan salah satu pelaku pembunuhan berantai di Bekasi, Solihin alias Duloh (63 tahun) ternyata adalah penjual es cincau keliling. Menurut Udin sesama pedagang, tidak ada yang mencurigakan dalam keseharian Duloh. 

TRIBUNBATAM.id, Jakarta - Jadi korban pembunuhan berantai Wowon CS, polisi akhirnya berniat akan membongkar makam salah satu korbannya.

Dia adalah korban bernama Siti Fatimah.

Rencananya Makam Siti Fatimah (31) korban pembunuhan berantai Wowon cs dibongkar Selasa (24/1/2023).

Jenazah Siti Fatimah lalu dibawa ke RS Kramat Jati, Jakarta Selatan untuk dilakukan proses autopsi.

Adapun pihak yang membongkar yakni Tim Labfor dan Submit Jatanras Polda Metro Jaya dibantu Polres Garut, Selasa (24/1/2023).

Makam Siti terletak di pemakaman keluarga di Kampung Rancabadak, Desa Tanjungjaya, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Proses pembongkaran berlangsung sejak pukul 11.30 WIB, dipimpin langsung oleh Kasubnit Jatanras Polda Metro Jaya AKBP Indrawienny Panjiyoga.

Usai diangkat dari liang lahat, jenazah Siti kemudian dibawa ke RS Kramat Jati, Jakarta Selatan untuk dilakukan proses autopsi.

Hal tersebut diungkapkan oleh Cucu Supriatna, kakak dari Siti Fatimah.

"Jenazah langsung dibawa ke Jakarta," ujarnya kepada Tribunjabar.id.

Cucu juga menyebut Tim Labfor telah mengambil sampel darah dari anak dari Siti Fatimah untuk keperluan pencocokan DNA.

Pihak keluarga juga sempat mendapatkan penjelasan dari kepolisian terkait kematian Siti.

Hal itu diungkapkan oleh Dadan Wandianyah anggota DPRD Garut yang sejak dua tahun lalu mengikuti perkembangan kematian Siti.

"Kalau sebelumnya kita mengetahui jika Siti meninggal karena kecelakaan, kali ini kita yakin jika Siti adalah korban dari Wowon Cs itu yang biadab," ucap Dadan kepada awak media di lokasi.

Ia menuturkan hubungan antara Siti dengan Wowon cs hanya sebatas hubungan dalam bisnis investasi.

Gaji yang didapat Siti dari bekerja sebagai TKW di Arab Saudi menurutnya dikirim ke komplotan Wowon cs untuk diinvestasikan.

"Hubungan almarhum dengan Wowon cs ini di investasi yang disebut bodong itu, korban diiming-imingi keuntungan berlipat," ujar Dadan.

Keluarga Izinkan Pembongkaran Makam

Cucu Supriatna, kakak Siti menuturkan, pembongkaran makam tersebut sempat ditolak oleh pihak keluarga paman, dengan alasan Siti sudah beristirahat tenang.

Namun, Cucu dan kakak kandung lain dari Siti mengijinkan pihak kepolisian untuk melakukan autopsi demi mengungkap misteri kematian korban.

"Kalau saya pribadi silakan dibongkar, demi mengungkap, demi hukum juga, saya takutnya kejahatan seperti ini akan terulang kembali, makanya harus dituntaskan, dibuka," ucapnya.

Cucu menuturkan dirinya enggan mengganggu proses penyidikan yang saat ini sedang dilakukan oleh pihak kepolisian.

Kejahatan Wowon cs yang telah merenggut nyawa adiknya itu, menurutnya, merupakan kejahatan yang sudah terencana dan perlu diungkap dengan tuntas.

"Saya tidak mau kejahatan seperti ini ada lagi, jika saya melarang pihak berwajib untuk membuka kebenaran (autopsi) maka orang jahat akan bebas melakukan kejahatan," ungkapnya.

Keluarga Siti Pernah Datangi Rumah Mak Noneng

Cucu menjelaskan, pihaknya pernah mendatangi kediaman Mak Noneng di Parongpong, Lembang.

Mak Noneng merupakan pelaku yang saat ini disangka sebagai orang suruhan Wowon Cs untuk menghabisi Siti.

Kedatangannya itu untuk menanyakan peristiwa kematian Siti saat berada di KMP Marina Primera tujuan Padangbai, Bali, pada Jumat 12 Februari 2021.

Cucu Supriatna, kakak Siti, mengatakan, ia sempat datang ke kediaman Mak Noneng di Parongpong, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, untuk menanyakan sebab meninggalnya Siti.

"Sempat didatangi ke Lembang, ditanyakan sebab Siti meninggal karena tercebur ke laut saat naik kapal, Mak Noni saat itu memberikan keterangan berbelit-belit," ujar Cucu saat ditemui Tribunjabar.id di kediamannya di Kampung Sawah Gunung, Desa Sukamulya, Kecamatan Pakenjeng Garut, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Minggu (22/1/2023).

Ia menuturkan Mak Noneng saat itu sempat memberikan pengakuan yang membuatnya terkejut.

Mak Noneng mengaku akan dibunuh oleh Siti dengan cara didorong ke laut.

"Katanya dia akan dibunuh, tapi ngakunya selamat karena tasnya nyangkut di besi kapal," ungkapnya.

Cucu menuturkan, belakangan diketahui bahwa Mak Noneng merupakan suruhan Wowon cs untuk menghabisi nyawa Siti.

Menurutnya, hal tersebut wajar lantaran sejak awal ia merasa ada yang tidak beres dengan gelagat Noneng saat diinterogasi olehnya.

"Pas diinterogasi juga saya saat itu tidak percaya, karena tidak ada bukti akhirnya saya pulang, saya diantar oleh kepala desa dan anggota dewan saat itu," ungkapnya.

Mak Noneng adalah mertua Wowon yang juga menjadi korban pembunuhan berantai.

Mak Noneng dan anaknya, Wiwin, ditemukan dikubur di rumah pelaku, yakni di Cianjur, Jawa Barat, dengan ditutup dengan cor menggunakan semen.(Laporan Kontributor Tribunjabar.id Garut, Sidqi Al Ghifari)

Artikel ini telah tayang di TribunLampung.co.id dengan judul Makam Siti Fatimah, Korban Pembunuhan Berantai Wowon Cs Dibongkar

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved