Breaking News:

BERITA VIRAL

OJK Dalami Sikap BCA Ogah Ganti Uang Nasabah Korban Pencurian dari Tukang Becak

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersikap terkait BCA yang enggan mengganti uang nasabahnya yang jadi korban pencurian oleh tukang becak.

Tribunnews.com/Herudin
Logo Bank BCA di Kantor Pusat Bank BCA, Jakarta Pusat. OJK bereaksi terkait sikap BCA yang enggan mengganti uang nasabah korban pencurian oleh tukang becak yang menyamar hingga Rp 300 juta lebih raib. 

SURABAYA, TRIBUNBATAM.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bereaksi terkait sikap BCA yang enggan mengganti uang dari rekening seorang nasabahnya yang menjadi korban pencurian.

Deputi Komisioner Bidang Pengawasan Market Conduct, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sarjito, pihaknya masih akan melakukan pendalaman atas kasus hukum tersebut.

Hal ini dilakukan untuk memperoleh kecukupan informasi dan inti permasalahan dalam peristiwa pencurian uang tersebut.

Aksi pencurian uang nasabah BCA di Surabaya bernama Muin Zachary hingga Rp 300 juta lebih itu dilakukan oleh seorang tukang becak bernama Setu pada Jumat (5/8/2022).

"Kami akan meminta keterangan para pihak dalam peristiwa tersebut," jawabnya saat dihubungi Kompas.com, Rabu (25/1/2023).

Baca juga: Begini Cara Hapus Nomor Rekening dari Daftar Transfer Mobile Banking BCA

Untuk saat ini OJK mengimbau agar setiap konsumen merahasiakan dan menjaga data terkait kepemilikan mereka dalam industri jasa keuangan, misalnya saldo rekening di bank.

Menurutnya, keamanan diperlukan agar dokumen keuangan seorang nasabah tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dan dapat merugikan konsumen.

"Hal-hal yang bersifat confidental agar dijaga dengan baik," tambahnya.

Dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Jumat (20/1/2023), BCA mengungkap bahwa kejadian tersebut terjadi pada Jumat (5/8/2022).

Muhammad Thoha menjalankan aksinya dengan cara menyuruh Setu yang kini berstatus terdakwa untuk menarik uang dari rekening Muin.

Tetapi, Setu terlebih dahulu menyamar sebagai pemilik rekening dan ia mampu mengelabuhi teller BCA yang melayaninya.

Ia juga mengenakan masker dan melakukan transaksi di teller BCA Indrapura Surabaya ketika shalat Jumat ketika kondisi bank sedang sepi.

Baca juga: Tersangka Kasus Pencurian Motor di Batam Masih Pelajar, Satu Masih SMP

"Pelaku (Toha) memerintah orang (Setu) berperawakan mirip dengan pemilik akun (korban, Muin). Pelakunya melalui orang suruhannya melakukan transaksi dengan membawa buku rekening asli dan KTP asli milik korban," ungkap EVP Corporate Communication & Social Responsibility, Hera F Haryn.

Isi rekening Muin dapat digasak oleh Setu lantaran ia melakukan verifikasi dengan menggunakan nomor PIN yang benar.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved