BERITA KRIMINAL
Perampokan Rumah Walikota Blitar, Polisi Ungkap Peran Samanhudi eks Kepala Daerah
Polisi menyebut eks kepala daerah, Samanhudi tak mendapat harta hasil perampokan rumah dinas Walikota Blitar pada 12 Desember 2022.
BLITAR, TRIBUNBATAM.id - Polisi mengungkap peran M Samanhudi Anwar, eks Walikota Blitar dalam perampokan rumah dinas Walikota Blitar pada 12 Desember 2022.
Mantan Waliota Blitar yang pernah dipenjara di Lapas Sragen akibat kasus suap pada tahun 2018 ini ditangkap pada Jumat (27/1/2023).
Perampokan di rumah dinas Walikota Blitar itu diketahui terjadi dua bulan setelah Samanhudi bebas.
Direskrimum Polda Jatim, Kombes Pol Totok Suharyanto mengungkap, Samanhudi bertugas sebagai informan.
Ia memberikan informasi kepada lima eksekutor perampokan, seperti jumlah uang hingga denah rumah dinas.
Samanhudi mengenal pelaku perampokan rumah dinas Walikota Blitar, Mujiadi dan Asmuri saat sama-sama menjadi warga binan di Lapas Sragen, Jawa Tengah (Jateng).
Mereka mempelajari keberadaan uang dalam rumah dinas Wali Kota Blitar selama Agustus 2022 hingga Februari 2021.
Setelah bebas bersyarat, dua tersangka tersebut mengajak tiga tersangka lain, yakni Ali, Okky Suryadi, dan Medy Afriyato.
Mereka lantas merancang aksi perampokan tersebut.
Kombes Pol Totok Suharyanto menegaskan jika Samanhudi tak dapat pembagian uang hasil perampokan.
"Tidak (menerima apapun). Karena Pasal 56 di Ayat 2, dia memberikan bantuan dalam hal memberi keterangan delik dibantuan terhadap tindakan pidana," ungkap Totok.
Ia juga mengatakan, atas perbuatannya, Samanhudi dikenai Pasal 365 Jo Pasal 56 Ayat 2 KUHP, dengan ancaman kurungan penjara empat tahun.
"Tadi pagi telah dilaksanakan penangkapan terhadap mantan Wali Kota Blitar berinisial S yang dikenakan Pasal 365 Juncto pasal 56 Kuhp berkaitan dengan membantu melakukan tindak pidana dengan memberikan keterangan berkaitan dengan lokasi termasuk waktu dan kondisi rumah Dinas Wali Kota Blitar," ujarnya di Gedung Tri Brata Mapolda Jatim, Jumat (27/1/2023).
Kapolda Jatim, Irjen Pol Toni Harmanto mengatakan Samanhudi Anwar telah ditetapkan sebagai tersangka setelah ditemukan beberapa bukti.
"Kami menangkap mantan Wali Kota Blitar dalam keterlibatan kasus pencurian dengan kekerasan. Dari alat bukti dan fakta hukum yang ada, kami tetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka," ungkap Toni.
Berdasarkan hasil pemeriksaan intensif, Samanhudi bekerja sama dengan pelaku lainnya saat mereka berada di satu lapas yang sama."
"Termasuk di dalamnya juga membeberkan letak sejumlah barang yang dicuri," lanjutnya.
KRONOLOGIS Penangkapan
Selain Samanhudi Anwar, polisi telah menetapkan tersangka lima orang lainnya.
Tiga orang tersangka yang berhasil ditangkap, Mujiadi (54), Asmuri, Ali.
Sementara, dua tersangka lain yang masih dalam pengejaran, Okky Suryadi (35), dan Medy Afriyanto (35).
Duketahui Samanhudi Anwar ditangkap anggota Tim Jatanras Polda Jatim di sebuah kawasan area pusat olahraga di Kota Blitar, Jumat (27/1/2023) sekira pukul 11.00 WIB.
Direktur Ditreskrimum Polda Jatim Kombes Pol Totok Suharyanto membenarkan terkait penangkapan Samanhudi Anwar.
"S ditangkap di salah satu tempat olahraga di Blitar," ujarnya di Gedung Tri Brata Mapolda Jatim, Jumat (27/1/2023).
Sementara itu, Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Lintar Mahardono mengatakan Samanhudi Anwar ditangkap saat sedang futsal.
Rupanya dalam proses penangkapan Samanhudi, polisi melakukan pengintaian selama 22 hari, melansir Surya.co.id.
AKBP Lintar Mahardono mengaku petugas sempat kehilangan jejak Samanhudi di tengah proses pengintaian.
Akhirnya, terpaksa petugas menerapkan prosedur dan mekanisme khusus untuk kembali menemukan keberadaan tersangka.
Hasilnya, tersangka kembali terdeteksi berada di sebuah tempat penyewaan lapangan olahraga futsal di kawasan Kota Blitar, dan tersangka sedang bermain sepak bola futsal bersama beberapa temannya.
"Tadi ditangkap yang jelas di luar rumah. Jadi yang bersangkutan, kemarin sore tidak terdeteksi atau tidak terlihat si depan rumahnya. Atau di dalam rumah. Jadi kami tangkap di luar rumah yang bersangkutan," ujarnya saat ditemui awak media di depan Gedung Ditreskrimum Mapolda Jatim.
Selama proses penangkapan tersebut, Lintar menyebut, tersangka menunjukkan sikap dan perilaku kooperatif.
Termasuk, sikap dan perilaku serupa juga ditunjukkan oleh beberapa teman-teman tersangka yang berada di lokasi penangkapan tersebut.
Sehingga, selama proses penangkapan tersebut, tidak menimbulkan resistensi atau perlawanan dari sejumlah pihak yang tak bertanggung jawab untuk menghalangi upaya penegakkan hukum pihak kepolisian.
Samanhudi Anwar diketahui baru saja keluar dari bui di Lapas Sragen, Senin (10/10/2022), usai menjalani hukuman atas kasus suap, sejak tahun 2018.
Mantan Kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini ditangkap KPK pada Juli 2018 setelah KPK melakukan operasi tangkap tangan terhadap Bupati Tulungagung Syahri Mulyo.
Dirinya didakwa menerima suap Rp 1,5 miliar atas pembangunan gedung baru SMPN 3 Kota Blitar.
Samanhudi Anwar dikenal sebagai tokoh Nahdlatul Ulama (NU) seperti orang tuanya yang pernah menjadi Ketua Tanfidziyah NU.
Samanhudi pun pernah menjadi santri di Pondok Pesantren Kedungdung, Modung, Bangkalan, melansir Wikipedia.
Terkait jabatan sebagai Wali Kota Blitar, pria kelahiran 8 Oktober 1957 mengemban amanah tersebut sejak 17 Februari 2016.
Sebelumnya ia pernah menjabat sebagai wali kota Blitar pada periode 2010-2015, juga Ketua DPRD Kota Blitar.
GASAK Uang Tunai Rp 400 Juta
Perampokan di Blitar dimana Walikota Santoso dan istrinya yang menjadi korban sebelumnya menjadi atensi polisi.
Penyidik Polda Jatim menghimpun data sementara sejumlah barang yang hilang milik Walikota Santoso dan istri dalam perampokan di Blitar yang terjadi pada Senin (12/12/2022).
Dalam perampokan di Blitar itu, Walikota dan istri yang berada di rumah dinas Walikota Blitar di Jalan Sudanco Supriyadi diketahui sempat disekap.
Korban bahkan sempat diancam menggunakan senjata tajam (sajam) untuk menunjukkan lokasi penyimpanan barang berharga.
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Dirmanto mengatakan, para pelaku perampokan di Blitar yang diduga berjumlah lima orang mengambil sejumlah uang dan barang berharga milik Wali kota dan istri yang berada di dalam kamar rumah dinas.
Yakni, sebuah ponsel milik Walikota Blitar Santoso.
Kemudian, uang tunai sekitar Rp400 juta, milik Wali Kota Blitar.
Selanjutnya, ada juga perhiasan berupa kalung yang sedang dipakai di leher istri wali kota, dan jam tangan, dengan nilai kerugian ditaksir sekitar Rp15 juta.
"Para pelaku mengambil sejumlah uang dan barang berharga milik wali kota dan istri di lokasi (kamar pribadi)," ujar Dirmanto dalam keterangan tertulisnya, Senin (12/12/2022).
Sementara itu, Kapolres Blitar Kota, AKBP Argowiyono menerangkan, insiden perampokan tersebut terjadi di dalam rumah dinas Wali Kota Blitar, sekira pukul 04.00 WIB, Senin (12/12/2022).
Komplotan perampok yang diperkirakan berjumlah lima orang tersebut, masuk ke dalam rumah dinas melalui pintu sisi barat dan langsung menyekap tiga orang anggota Satpol PP yang sedang berjaga di pos.
Setelah itu, para komplotan perampok tersebut masuk ke dalam rumah dinas dan menyekap Wali Kota bersama istri di kamar, lalu mencuri sejumlah uang tunai dan perhiasan.
"Pelaku sempat menyekap beliau (Wali Kota bersama istri) dan 3 penjaga. Tapi, kondisi Wali Kota dan istri saat ini baik-baik saja," katanya pada awak media di Kota Blitar.
Para komplotan perampok tersebut mengancam para korban untuk segera menunjukkan ruang penyimpanan harta benda yang terdapat di dalam rumah dinas.
Tak pelak, uang tunai sekitar Rp400 juta dan sejumlah benda berharga berupa perhiasan emas, berhasil dibawa kabur oleh komplotan perampok tersebut.
Baca juga: Sembunyi di Batam, Polisi Tangkap Satu Pelaku Perampokan di Pelantar II Tanjungpinang
"Beliau disekap dalam kondisi diancam pelaku untuk menunjukkan lokasi penyimpanan barang berharga di rumah dinas," ujar Argowiyono.
Kini, lanjut Argowiyono, tahapan penyelidikan lanjutan, olah TKP dan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi sedang dilakukan oleh pihaknya dan dibantu oleh anggota Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim.
"Pelaku diperkirakan berjumlah 4-5 orang. Pelaku mengambil uang tunai dan sejumlah perhiasan," pungkasnya.(TribunBatam.id) (Tribunnews.com/Muhammad Renald Shiftanto/Garudea Prabawati)
Sumber: Tribunnews.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Samanhudi-eks-kepala-daerah-tsk-perampokan-rumah-walikota-Blitar.jpg)