Sabtu, 2 Mei 2026

KARIMUN TERKINI

DLH Karimun Bentuk Bank Sampah di Tiap Desa dan Kelurahan

Dinas Lingkungan Hidup Karimun membentuk bank sampah di tiap desa dan kelurahan Karimun sebagai upaya mengatasi masalah sampah akibat kurang kontainer

Tayang:
Penulis: Yeni Hartati |
TRIBUNBATAM.id/Yeni Hartati
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karimun, Riyanta mengatakan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karimun membentuk bank sampah di tiap desa dan kelurahan Karimun. 

KARIMUN, TRIBUNBATAM.id - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karimun, mendorong pembentukan bank sampah di setiap Desa Kelurahan.

Sekretaris DLH Karimun, Riyanta mengatakan, upaya dalam pembentukan bank sampah dilakukan guna mengatasi permasalahan sampah akibat kurangnya kontainer pengangkut sampah.

"Keberadaan bank sampah ini dinilai dapat mengatasi permasalahan pengelolaan sampah rumah tangga di wilayah Karimun," ujar Riyanta, Jumat (27/1/2023).

Menurutnya, selain dapat mengurangi jumlah sampah, juga dapat memberikan penghasilan tambahan bagi ibu rumah tangga.

Dengan begitu, sampah masih memiliki nilai ekonomis, sehingga apabila dikelola dengan baik akan memberikan keuntungan bagi masyarakat.

"Masing-masing Desa Kelurahan kami dorong untuk memiliki bank sampah. Ini merupakan salah satu cara dalam pengelolaan dan pengurangan sampah," ujarnya.

Riyanta menambahkan, nantinya bank sampah merupakan suatu tempat yang dapat mengelola sampah-sampah rumah tangga yang ada di masyarakat.

Sehingga, masyarakat dapat memahami tidak semua sampah itu harus dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), karena akan berdampak akan terjadinya penumpukan.

"Jadi fungsi Bank sampah ini masyarakat dapat memahami tidak semua sampah harus dibuang ke TPA. Kalau sampah A sampai Z dibuang di situ semua, TPA akan penuh, jadi harus ada pengelolaannya," ujarnya.

Selain itu, dalam pembentukan bank sampah harus dimulai dengan kepengurusan di masing-masing desa kelurahan hingga tingkat kecamatan, untuk mensosialisasikan terkait pengelolaan sampah melalui bank sampah ke Masyarakat.

"Sebenarnya ini harus disosialisasikan terlebih dulu. Makanya kami saat ini fokus untuk memberikan edukasi bagaimana cara pengelolaan sampah," ujarnya.

Seperti sampah kardus dan plastik yang dapat dipisahkan atau dikumpul lebih dulu.

Agar sampah-sampah itu memiliki nilai ekonomis hingga dapat dijual melalui bank sampah.

"Sampah-sampah kardus dan plastik yang sudah dikumpul, bisa diantar ke bank sampah dan dicatat. Nanti, dari bank sampah akan serahkan ke pengepul untuk di jual. Tinggal kesepakatan antara pengelola bank sampah dan masyarakat, uang itu nanti diambil per bulan atau per tiga bulan," katanya.

Sementara untuk sampah-sampah sisa makanan, pengelolaannya bisa dengan menjadikannya sebagai pupuk.

"Kalau sampah sampah makanan itu bisa jadi pupuk. Caranya tinggal menyiapkan drum yang bisa ditutup dan tinggal dimasukkan saja dan biarkan dalam waktu lama," ujarnya. (TRIBUNBATAM.id/Yeni Hartati)

 

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved