BERITA KRIMINAL
GEGARA Biaya Nikah, Seorang Remaja Bakar Rumah Ayahnya hingga Hangus
Seorang remaja membakar rumah ayahnya hanya karena sakit hati, minta uang untuk biaya menikahi pacarnya tapi tak dikasih oleh ayahnya.
TRIBUNBATAM.id, JAMBI – Merasa sakit hati karena tidak diberi biaya untuk menikahi kekasihnya, seorang remaja berinisial RS (17) membakar rumah ayahnya di Kabupaten Tebo, Jambi.
Sebelum nekat membakar rumah ayahnya di Kelurahan Tebing Tinggi, Kecamatan Tebo Tengah, Kabupaten Tebo, Jambi, Sabtu (4/2/2023), RS ditangkap warga karena membawa kabur kekasihnya.
Peristiwa itu terjadi tiga minggu sebelum RS membakar rumah ayahnya.
Saat ditangkap itu, warga meminta mereka dinikahkan.
“Kebetulan anak ini, pada tiga minggu sebelumnya, ditangkap warga karena bawa lari anak perempuan. Jadi kemudian dikumpulkan oleh orang-orang tua di sana, disuruh menikahlah mereka,” kata Kanit reskrim Polsek Tebo Tengah Aipda Doma via telepon, pada Rabu (8/2/2023).
Kemudian RS meminta biaya nikah kepada ayahnya.
“Jadi bapak ibu anak ini sudah cerai, dia minta biaya nikah sama bapaknya. Cuma bapaknya tidak menyanggupi,” katanya.
“Motifnya yang kami dapatkan dari keterangan saksi dan juga keterangan pelaku bahwa pelaku ini sakit hati dengan ayahnya,” sambung dia.
Salah satu anggota keluarga sempat menawarkan untuk menjual rumah ayahnya tersebut sebagai modal nikah.
Namun ayah RS, Amri, menolak karena rumah itu satu-satunya tempat tinggal mereka.
“Jadi pada malam itu, pelaku sudah ada niat untuk bakar malam hari. Cuma memang niat pelaku bukan mau mencelakakan bapaknya. Cuma hanya ingin bakar rumahnya. Akhirnya terlaksana pagi saat bapaknya berangkat kerja,” katanya.
Ketika diwawancara wartawan, RS mengaku berencana membakar rumahnya sejak malam dengan mempersiapkan 3 liter minyak.
Namun karena ayahnya tidur pada malam hari, niat itu diurungkannya hingga keesokan hari saat ayahnya pergi ke kebun.
“Tapi mikir juga (kalau bakar rumah malam hari) bapak aku ada di dalam (rumah). Takut mati pula, susah. Jadi yang mau dibakar cuma rumah, bukan dia (bapak),” katanya saat duduk di kantor polisi.
Ayahnya yang mengetahui perbuatan anaknya langsung membawa RS ke Polsek Tebo Tengah. Saat ini RS masih menjalani pemeriksaan.
RS disangkakan pasal 187 ayat 1 yang berbunyi dengan sengaja menimbulkan kebakaran dengan ancaman kurungan 12 tahun penjara.
Meski RS masih di bawah umur, tersangka tidak dapat dilakukan diversi karena hukumannya di atas 7 tahun.
Diversi adalah pengalihan proses pada sistem penyelesaian perkara anak. (kompas.com)
*Artikel ini telah tayang di Kompas.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/ilustrasi-ditangkap-dan-diborgol_20170903_202822.jpg)