LINGGA TERKINI

Lato Lato Viral, Permainan Tradisional Gasing di Lingga Tetap Eksis

Permainan gasing di Lingga masih tetap eksis di tengah gempuran permainan kekinian, seperti lato-lato hingga game online.

Penulis: Febriyuanda | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Febriyuanda
PERMAINAN TRADISIONAL DI LINGGA - Potret anak-anak Kampung Suak Rasau, Desa Sungai Buluh, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri saat bermain gasing. Permainan tradisional ini masih eksis di tengah gempuran permainan kekinian, mulai dari lato-lato sampai game online. 

LINGGA, TRIBUNBATAM.id - Permainan lato-lato hingga game online yang viral pada sejumlah daerah di Indonesia termasuk Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), tak membuat permainan tradisional lekang dimakan zaman.

Kabupaten Lingga ini misalnya.

Permainan tradisional gasing masih eksis dimainkan sejumlah anak di daerah ini, salah satunya di Desa Sungai Buluh, Kecamatan Singkep Barat.

Memakai lapangan terbuka di bawah rindangnya pohon kelapa, sejumlah anak berkumpul saling beradu gasing andalannya, Sabtu (11/2/2023).

Dari mereka tampak ada yang masih memakai seragam olahraga, karena usai pulang sekolah.

Mereka saling memangkah (memukul) gasing yang kalah, menggunakan tali 'alet' untuk memutar gasing hingga berpusing cepat.

Meski terlihat mudah, namun permainan ini hanya bisa dikuasai kebanyakan oleh kaum laki-laki

Meski bermain selama berjam-jam, tidak membuat anak di desa itu jenuh atau bosan saat memainkan permainan warisan budaya di Lingga ini.

Sejumlah anak itu pun mengaku, masih sering bermain game online di handphone genggam milik mereka.

Namun, dunia teknologi dan viralnya permainan lato-lato seolah-olah tidak menenggelamkan eksisnya permainan rakyat yang sudah ada sejak turun temurun itu.

"Kawan-kawan sudah banyak main di sekolah, jadi kami di kampung ini main juga," ujar salah seorang anak, Dean kepada TribunBatam.id.

Menariknya lagi, anak-anak mengaku bahwa saat ini mereka masuk 'musim gasing'.

Gasing-gasinng yang mereka mainkan kebanyakan dibuat para orangtuanya ataupun saudaranya, dengan parang.

"Kalau tali (tali alet) buat sendiri pakai tali rafia," ujarnya.

Di ketahui, wilayah Singkep dan Daik mempunyai perbedaan motif dan permainan gasing, meskipun berada di Kabupaten yang sama.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved