Sabtu, 11 April 2026

LINGGA TERKINI

BABI Hutan Rusak Kebun dan Kandang Ternak di Linau Lingga, Berkeliaran Malam Hari

Serangan babi hutan yang merusak kebun dan kandang ternak mulai meresahkan warga desa Linau Lingga.

Penulis: Febriyuanda |
ISTIMEWA
Seekor babi hutan saat ditangkap di pemukiman warga Desa Bukit Belah, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri. Kini babi hutan juga menyerang wilayah desa Linau, Lingga   

LINGGA, TRIBUNBATAM.id - Warga desa Desa Linau, Kecamatan Lingga Utara, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri mengeluhkan ulah babi hutan yang berkeliaran di malam hari dan merusak kebun serta kandang ternak warga.

Akiabtnya, warga yang memiliki tanaman dan ternak ayam di rumah mereka, selalu was-was saat malam hari.

Biasanya, babi hutan masuk pada malam tiba hingga masuknya waktu subuh.

Saa itu, biasanya warga tidak melakukan aktifitas di tanah atau perkebunan kecil milik mereka.

Tak jarang beberapa warga yang mendengar suara babi mengerang atau sedang mengais sampah, yang dikumpul dibuang di belakang rumah mereka.

Bahkan warga mengungkapkan, hampir sering nampak babi berkeliaran di jalan perkampungan atau bahkan merusak pohon pisang yang berjarak tak jauh dari rumah warga.

Baca juga: Nilai Ekspor Babi Dari Pulau Bulan Batam ke Singapura Capai Rp 785 M Selama 2022

Seorang warga Desa Linau, Abdul Hamid menerangkan beberapa malam lalu dirinya sedang mengobrol di rumah kawannya

Lantas saat itu, mereka mendengar seperti pohon tumbang samping rumah tetangga depan.

"Langsung saya memanggil si pemilik rumah rupanya pohon pisangnya yang tumbang, pantas saja beberapa kali kami mendengar suara seperti orang merobek kain, rupanya babi sedang mengerjai pohon pisang dan tuan pemiliknya tak sadar kejadian itu," ungkap Hamid.

Hal ini menurutnya sangat meresahkan.

Apalagi beberapa warga yang memiliki ternak ayam pun bahkan kadang terbangun pada tengah malam karena mendengar suara ayam menjerit.

"Kadang dilibas sampai 3 ekor sekaligus diobrak abrik kandangnya, mungkin karena babinya banyak makanya sampai habis segitu," ujarnya.

Tak hanya itu menurut pengakuan warga lainnya, memiliki tanaman pisang atau ubi, ibarat membuat warung makan atau kedai kopi untuk hewan ini.

Karena penanaman yang dilakukan pada siang hari lalu dipanen pada malamnya.

"Jadi bingung kita dibuatnya, tak ditanam keluarga mau makan, sementara mau beli tau sendirilah masa sekarang ni," ujar warga, Tarmuji.

Hingga saat ini masyarakat mengaku, belum ada cara yang tepat untuk pengusiran dan pemusnahan hama babi khususnya di Desa linau

Bahkan ketika hewan ini terdengar menumbangkan pohon pisang disamping rumah dibiarkan begitu saja, meski buahnya sudah hampir bisa panen. (TRIBUNBATAM.id/Febriyuanda)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved