Sabtu, 11 April 2026

KARIMUN TERKINI

HEBOH Pantai Pelawan Karimun Tercemar Limbah Oli, DLH Beri Penjelasan

Pemkab Karimun melalui DLH bereaksi terkait kabar Pantai Pelawan tercemar limbah oli hingga viral di medsos.

Penulis: Yeni Hartati | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Yeni Hartati
PANTAI PELAWAN - Dinas Lingkungan Hidup atau DLH Karimun bersama Bhabinkabtimas Pangke Barat mengecek langsung pesisir yang diduga tercemar limbah minyak, Rabu (15/2/2023). 

KARIMUN, TRIBUNBATAM.id - Pantai Pelawan, Desa Pangke Barat, Kecamatan Meral Barat, Kabupaten Karimun jadi sorotan.

Itu setelah muncul kabar limbah minyak di Pantai Pelawan.

Pengawas Pantai Pelawan, Rorianto mengungkapkan kondisi air laut pada saat itu bercampur dengan cairan hijau menyerupai minyak.

Bahkan, aroma yang ditimbulkan pada saat itu cukup mengganggu para pengunjung dan warga sekitar.

Namun, untuk saat ini keadaan air sudah kembali normal meski masih menyisakan bau oli.

"Malam kan hujan lebat, pagi tadi kami lihat sudah hilang. Kemarin kami lihat air laut bercampur cairan. Bahkan menimbulkan bau oli," ujar Rorianto, Rabu (15/2/2023).

Kabar limbah oli di Pantai Pelawan memantik reaksi Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karimun.

Didampingi Kepala Desa Pangke Barat dan BumDes Beruntung, mereka mengecek langsung untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.

Kepala Bidang Pengendalian Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karimun, Handianto mengatakan berdasarkan hasil pengecekan, tidak ditemukan adanya tanda-tanda limbah minyak seperti informasi yang beredar.

"Kami cek bersama Kades dan pak Babin, di lokasi itu ternyata tidak ditemui limbah seperti yang diinformasikan," ujar Handianto, Rabu (15/2/2023).

Menurutnya, meski kondisi air laut saat ini telah surut semestinya menyisakan bekas limbah minyak seperti yang disebutkan.

"Indikasinya memang belum kami temukan, apakah itu bekas limbah yang disebutkan. Langkah nantinya tetap akan kami lakukan pengawasan," ujarnya.

Pantauan TribunBatam.id, wilayah pesisir Pantai Pelawan itu tidak ada tanda-tanda bekas limbah minyak yang menempel di lokasi tersebut.

Tersisa hanya lumut-lumut hijau yang menempel di bebatuan, sampah-sampah daun hingga puing-puing plastik yang terbawa oleh arus gelombang pantai.

Namun aroma minyak atau oli yang diduga menjadi limbah di pesisir Pantai Pelawan itu masih terasa menusuk hidung.

Dugaan limbah yang mencemari itu juga menjadi viral di laman media sosial, hingga berpotensi buruknya destinasi wisata alam yang ada di Kabupaten Karimun.(TRIBUNBATAM.id/Yeni Hartati)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved