Senin, 13 April 2026

DISKOMINFO NATUNA

Pemkab Natuna Dorong Inovasi Industri Bidang Perikanan

Pemkan Natuna mengapresiasi industri rumahan di Natuna yang mau menampung hasil tangkapan nelayan tangkap kepiting Kampung Sebala.

TRIBUNBATAM.id/Muhammad Ilham
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Natuna, Hadi Suryanto saat meninjau Safa Home Industri di Kampung Sebala, Desa Batu Gajah, Kecamatan Bunguran Timur, Minggu (19/2/2023). 

NATUNA, TRIBUNBATAM.id - Pemerintah Kabupaten Natuna melalui Dinas Perikanan mengapresiasi industri rumahan yang menampung hasil tangkapan nelayan tangkap kepiting di Kampung Sebala, Kecamatan Bunguran Timur, Natuna, Kepulauan Riau (Kepri).

Industri rumahan ini bernama Safa Home Industri, merupakan pabrik pengolahan kepiting rajungan.

Industri rumahan yang berdiri sejak 2017 silam ini menampung hasil tangkapan nelayan tangkap kepiting Kampung Sebala, Desa Batu Gajah.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Natuna, Hadi Suryanto pada kesempatan tersebut mengapresiasi keberadaan industri rumahan ini.

Sebab, Hadi meyakini home industri pengolahan kepiting ini dapat membantu perekonomian masyarakat setempat.

Di mana seluruh hasil tangkapan nelayan dapat dijual langsung ke pabrik tersebut.

"Saya melihat Kampung Sebala memiliki potensi yang begitu luar biasa, hal ini dapat kita lihat ada beragam nelayan di sini, ada nelayan ikan, kepiting bahkan nelayan udang. Apalagi sudah ada home industri pengolahan kepiting saya rasa sudah sangat kompleks," kata Hadi saat meninjau Safa Home Industri di Kampung Sebala, Desa Batu Gajah, Kecamatan Bunguran Timur, Minggu (19/2/2023).

19022023hadi suryanto, kepala dinas perikanan natuna
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Natuna, Hadi Suryanto mengunjungi Safa Home Industri di Kampung Sebala, Desa Batu Gajah, Kecamatan Bunguran Timur, Minggu (19/2/2023).

Terkait hal ini, Hadi berharap agar nelayan Kampung Sebala dapat memanfaatkan segala potensi yang ada untuk menunjang perekonomian.

"Hari ini kita serahkan kawat untuk bubu ikan, semoga ke depan kita juga mendapatkan bantuan untuk nelayan tangkap kepiting dan nelayan tangkap udang," imbuhnya.

Selain itu, Hadi Suryanto yang akrab disapa Jojo juga berharap akan tumbuh home industri lain di Kampung Sebala, mengingat hasil laut yang di hasilkan oleh nelayan begitu luar biasa.

"Semoga ke depan ada lagi masyarakat yang berani membuat industri rumahan untuk mengolah hasil laut, seperti pengolahan ikan menjadi kerupuk dan bakso serta olahan-olahan lainnya," kata Jojo.

Sementara itu, Pemilik Safa Home Industri, Saparudin mengatakan olahan kepiting rajungan  akan dikirim ke luar Natuna seperti Batam, Medan, Jakarta hingga Lampung.

"Yang dikirim itu dagingnya, kepiting kita rebus dulu lalu kita pisahkan daging dari cangkangnya kemudian kita bekukan lalu dikirim ke luar Natuna," ungkap Sapar.

Sapar menambahkan dari home industri miliknya ia mampu meraih omset hingga jutaan rupiah perbulannya.

"Alhamdulillah dari hasil industri ini sangat membantu perekonomian saya dan nelayan," ujarnya.

Namun demikian ia menyampaikan saat ini harga kepiting rajungan memang agak sedikit menurun dari tahun sebelumnya.

"Sejak masuknya Covid-19 beberapa tahun lalu memang sangat mempengaruhi berbagai aspek, namun kita berharap ke depan harga dapat kembali normal sehingga saya juga dapat membeli harga yang lebih mahal kepada nelayan," ungkap Sapar. (TRIBUNBATAM.id/Muhammad Ilham)

 

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved