RAMADHAN
Bacaan Niat dan Tata Cara Puasa Qadha Bagi yang Ingin Membayar Utang Puasa Ramadhan
Niat puasa qadha Ramadhan bisa dibaca secara lisan atau bisa juga di dalam hati, namun dengan bacaan yang benar.
TRIBUNBATAM.id - Ramadhan akan segera tiba, dan hanya tinggal hitungan minggu.
Jika masih memiliki utang puasa, sebaiknya segera diganti dengan puasa qadha.
Sebab mengganti puasa merupakan sebuah kewajiban bagi umat muslim.
Qadha puasa atau mengganti puasa Ramadan haruslah sesuai dengan jumlah puasa yang tinggalkan.
Selain itu, juga perlu mengetahui bacaan niat puasa qadha Ramadhan.
Karena niat menjadi hal yang sangat penting dalam suatu ibadah, tak terkecuali ketika hendak menjalankan puasa.
Niat puasa qadha Ramadhan bisa dibaca secara lisan atau bisa juga di dalam hati, namun dengan bacaan yang benar.
Baca juga: Jelang Ramadhan, Simak Doa Sebelum dan Sesudah Makan Sahur di Bulan Puasa
Baca juga: 6 Keutamaan Waktu Mustajab Bedoa Saat Ramadhan 2023, Momen Minta Ampun ke Allah
Dengan membaca niat puasa qadha Ramadhan secara baik dan benar, maka puasa dianggap sah di mata Allah SWT.
Berikut adalah penjelasan lebih lengkap tentang puasa qadha dan niat puasa qadha Ramadhan sebagaimana dirangkum dari berbagai sumber.
Niat Puasa Qadha Ramadhan
Islam telah mengajarkan bahwa ketika hendak menjalankan ibadah, maka dahulukanlah dengan membaca niat.
Baik itu saat wudhu, sholat, hingga puasa.
Begitu juga saat hendak mengganti puasa Ramadhan di luar bulan Ramadhan, maka penting untuk mengetahui bacaan niat puasa qadha Ramadan.
Berikut adalah bacaannya yang mudah untuk dihafalkan:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’I fardhi syahri Ramadhāna lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: “ Aku berniat untuk meng qadha puasa Bulan Ramadan esok hari karena Allah SWT.”
Tata Cara Membayar Utang Puasa Ramadhan
Puasa Ramadan adalah puasa yang diwajibkan dalam Islam kepada setiap umat Islam, baik laki-laki maupun perempuan.
Meski begitu, Islam tidak pernah mempersulit umatnya dalam menjalankan ibadah.
Seperti halnya ketika ada umat Islam yang berhalangan untuk menjalankan puasa Ramadhan, maka bisa menggantinya di luar bulan Ramadhan atau yang disebut dengan qadha.
Setelah mengetahui bacaan niat puasa qadha Ramadhan, maka juga perlu mengetahui bagaimana tata cara mengganti atau membayarnya.
Untuk mengganti puasa Ramadhan ini, bisa melakukannya kapan saja di luar bulan Ramadan.
Di mana niat puasa qadha Ramadhan dibaca pada malam harinya.
Namun perlu ketahui bahwa hukumnya makruh jika mendahulukan puasa sunah daripada puasa qadha.
Seperti halnya yang dijelaskan dalam kitan Al-Jami’ li Ahkam Ash-Shiyam, dikatakan oleh Imam Abu anifah berikut:
“ Kewajiban meng- qadha puasa Ramadhan adalah kewajiban yang lapang waktunya tanpa ada batasan tertentu, walaupun sudah masuk Ramadhan berikutnya.”
Sedangkan dalam menjalankan qadha puasa Ramadhan dilakukan berurutan atau tidak memiliki beberapa pendapat yang berbeda sebagai berikut:
Pertama, cara melakukan qadha puasa Ramadhan harus dilaksanakan secara berurutan karena puasa yang ditinggalkan juga berurutan.
Meski begitu, dalam hal ini belum ada hadis yang shahih mengenai pendapat tersebut.
Kedua, cara melakukan qadha puasa Ramadan dilaksanakan tidak harus secara berurutan.
Tidak ada satu pun dalil yang menjelaskan bahwa puasa qadha dilakukan secara berurutan.
Berikut adalah hadis yang menjelaskan tentang cara qadha puasa Ramadhan:
“ Qadha (puasa) Ramadhan itu, jika ia berkehendak, maka ia boleh melakukannya terpisah. Dan jika ia berkehendak, makai a boleh melakukannya berurutan.” (HR. Daruquthni)
Cara Membayar Utang Puasa yang Lupa Jumlahnya
Lalu, bagaimana cara membayar utang puasa jika lupa jumlah puasa yang ditinggalkan?
Dalam hal ini akan lebih baik jika kamu memaksimalkan dari perkiraan jumlahnya selama ini.
Agar lebih mudah maka kamu bisa membayar puasa tersebut dengan menjalankan puasa Senin Kamis maupun puasa Daud.
Dalam Al-Quran pun dijelaskan melalui surat An-Nisa ayat 17 berikut:
اِنَّمَا التَّوْبَةُ عَلَى اللّٰهِ لِلَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ السُّوْۤءَ بِجَهَالَةٍ ثُمَّ يَتُوْبُوْنَ مِنْ قَرِيْبٍ فَاُولٰۤىِٕكَ يَتُوْبُ اللّٰهُ عَلَيْهِمْ ۗ وَكَانَ اللّٰهُ عَلِيْمًا حَكِيْمًا
Artinya: “ Sesungguhnya bertobat kepada Allah itu hanya (pantas) bagi mereka yang melakukan kejahatan karena tidak mengerti, kemudian segera bertobat. Tobat mereka itulah yang diterima Allah. Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.” (QS. An-Nisa; 17)
Jika lupa dengan jumlah puasanya, maka usahakan untuk mengingatnya kembali.
Tetapi jika ada keraguan dalam hatimu, maka pilihlah jumlah yang paling banyak.
Itulah niat dan tata cara qadha puasa, semoga bermanfaat.
(*)
Wagub Kepri Marlin Agustina Ajak Warga Batam Saling Memaafkan saat Ramadhan |
![]() |
---|
Gubernur Kepri Ansar Ahmad Tarawih di Batam, Ajak Warga Istiqomah Dalam Beribadah |
![]() |
---|
Pentingnya Menjaga Istiqomah Setelah Ramadhan |
![]() |
---|
Bincang Bareng Ketua MUI Batam dan Kiat Menghadapi Lailatul Qadar saat Ramadhan |
![]() |
---|
Ketua MUI Batam Ungkap 10 Hari Terakhir Ramadhan dan Lailatul Qadar |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.