LONGSOR DI NATUNA
Nasib Warga Serasan Imbas Longsor di Natuna, Akses Provider Gangguan saat Hujan
Warga Serasan terdampak longsor di Natuna mengungkap layanan provider kerap alami gangguan saat hujan disertai petir.
NATUNA, TRIBUNBATAM.id - Nasib warga Serasan imbas longsor di Natuna masih membutuhkan perhatian.
Apalagi mengenai kondisi jaringan internet dan telekomunikasi yang dialami warga Serasan imbas longsor di Natuna.
Warga menyebut layanan provider kerap mengalami gangguan.
Kondisi ini biasa terjadi saat hujan deras disertai petir.
Ketika gangguan, maka jaringan internet dan telekomunikasi otomatis terputus.
Sehingga masyarakat di sana sulit untuk mengakses serta mengirim informasi.
Baca juga: Longsor di Natuna, Bupati dan Wabup Tak Tinggalkan Serasan Karena Hal Ini
Seperti halnya saat bencana longsor di Natuna yang melanda Dusun Genting, Desa Pangkalan, Kecamatan Serasan pada 6 Maret 2023 lalu.
Beberapa hari sebelum terjadi longsor di Natuna yang menewaskan 54 jiwa, jaringan internet dan telekomunikasi sudah terputus akibat tower provider tersambar petir.
"Sebelum longsor kan hujan terus, jadi jaringan pun terputus," kata Eko, Pjs Kades Pangkalan kepada TribunBatam.id, beberapa waktu lalu.
Meski internet dari sejumlah provider alami gangguan, masyarakat masih dapat menggunakan alternatif lain berupa internet BAKTI AKSI milik KemKominfo yang dipasang di sejumlah titik.
Namun kecepatan internet dengan konsep transmisi menggunakan VSat itu masih sangat lambat (lelet).
Terlebih saat jumlah pengguna di titik akses internet banyak.
Baca juga: Korban Longsor di Natuna Bertambah Dua Orang, Total 48 Tewas
"Kalau ramai pasti lelet bang, kadang pas berdua atau sendiri aja pesan WhatsApp pun tak terkirim, harus nunggu lama baru terkirim," tutur Fatur, warga Kelurahan Serasan saat menggunakan internet BAKTI di Halte SMPN1 Serasan.
Menurutnya, dengan kondisi jaringan internet dan telekomunikasi seperti itu mereka merasa belum merdeka akan internet.
Pantauan TribunBatam.id, saat hujan gerimis seketika halte di depan SMPN1 Serasan ramai didatangi warga.
Masing-masing mengeluarkan handphone dan sibuk menggunakannya. Ada yang menelepon dan ada pula berkirim pesan.
"Kayaknya harus antre ini, soalnya tak bisa masuk," ucap seorang pengguna internet BAKTI AKSI.
Sementara yang lain mengeluhkan pesan singkat melalui aplikasi WhatsApp nya tak terkirim.
"Ini gimana ni, masa ngirim video pun tak bisa. Mana belum ada berita yang terkirim lagi," ucap seorang pewarta yang juga ikut menggunakan internet kesal sambil menoleh kiri dan kanannya.
Baca juga: Persit Korem 033/WP Kirim Bantuan untuk Korban Longsor di Natuna
Dengan kondisi itu, masyarakat di Serasan mengharapkan agar pemerintah dapat meningkatkan jaringan internet di sana.
Terdapat 19 titik akses internet BAKTI AKSI di Pulau Serasan dengan konsep transmisi menggunakan VSat.
Berikut rinciannya:
Kecamatan Serasan sebanyak 9 titik
- Kantor Desa Kampung Hilir
- Kantor Desa Batu Berian
- Kantor Desa Tanjung Setelung
- Kantor Desa Tanjung Balau
- Kantor Desa Jermalik
- Puskesmas Serasan di Desa Pangkalan
- SMPN 1 Serasan di Kelurahan Serasan
- MTS Ibnu Hajar
- SMA Negeri 1 Serasan.
Kecamatan Serasan Timur 10 titik
- Kantor Desa Arung Ayam
- Kantor Desa Air Ringau
- Kantor Desa Air Nusa
- Kantor Desa Payak
- Puskesmas Serasan Timur di Desa Air Ringau
- SDN 002 Serasan Timur
- SDN 003 Serasan Timur
- SDN 004 Serasan Timur
- SMPN 1 Serasan Timur
- SMA Negeri 1 Serasan Timur.(TribunBatam.id/Muhammad Ilham)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/21032023warga-Serasan-nikmati-akses-internet.jpg)