Jumat, 24 April 2026

TADARUS RAMADAN

Ceramah Ramadan, Puasa Orang Istimewa

Berikut ini ceramah ramadan yang disampaikan oleh KH Ahmad Junaidi dari MUI Kota Batam.

TRIBUNBATAM
KH Ahmad Junaidi dari MUI Kota Batam menyampaikan ceramah ramadan 

TRIBUNBATAM.id - Berikut ini ceramah ramadan yang disampaikan oleh KH Ahmad Junaidi dari MUI Kota Batam.

Sahabatku pemirsa Tribun yang mudah-mudahan semuanyadirahmati oleh Allah SWT.

Di antara manfaat dari berpuasa adalah untuk membentuk pribadi yang bertaqwa kepada Allah SWT.

Dalam sebuah hadist, Baginda Nabi Muhammad SAW mengatakan: Betapa banyak orang yang melakukan ibadah puasa namun ia tidak mendapatkan kecuali lapar dan dahaga.

Oleh karena itu, para ulama menjelaskan bahwa ada tiga tingkatan puasa:
1. Puasanya orang-orang yang awam;
2. Puasanya orang khusus dan istimewa;
3. Puasanya orang yang super istimewa.

Yang pertama adalah menahan diri dari berbagai hal yang kiranya dapat membatalkan ibadah puasa sepanjang hari dengan niat tertentu, hanya sebatas itu.

Tanpa memikirkan apakah puasanya akan membentuk pribadinya menjadi pribadi yang bertaqwa, pribadi yang semakin dekat kepada Allah SWT atau tidak.

Puasa yang hanya meninggalkan makan dan minum, hubungan suami-istri, namun di sisi lain, ia masih melakukan hal-hal yang dilarang oleh Allah SWT.

Dalam beribadah, kita tidak hanya sekadar berusaha bagaimana agar ibadah kita dianggap sah. Tapi kita juga harus berusaha bagaimana agar ibadah kita diterima dan diridhoi oleh Allah SWT.

Oleh karena itu, kita perlu naikkan tingkatan puasa kita ke tingkat yang kedua, yaitu puasa orang yang istimewa.

Yang dimaksud dengan puasa orang istimewa adalah puasanya orang yang tidak hanya sekadar meninggalkan hal-hal yang berpotensi membatalkan ibadah puasa, tapi juga meninggalkan hal-hal yang kiranya berpotensi meninggalkan pahala ibadah puasa.

Bagaimana hal itu terjadi? Yaitu, orang yangh berusaha semaksimal mungkin menjaga seluruh anggota tubuhnya untuk menghindari hal-hal yang tidak diridhoi oleh Allah SWT.

Dia menjaga pandangan, pendengaran, lisan dan menjaga hatinya. Dia juga menjaga kemaluannya, menjaga kakinya untuk tidak melangkah hal-hal yang tidak diridhoi oleh Allah SWT.

Mata bisa melihat, adalahbagian dari anugerah Allah yang luar biasa kepada kita.

Oleh karena itu di Bulan Ramadan atau juga di bulan yang lainnya, kita harus berupaya bagaimana agar pandangan kita semuanya bisa benilaikan ibadah dalam pandangan Allah SWT.

Mata yang selalu kita gunakan untuk melihat Al-Quran, mata yang selalu kita gunakan untuk melihat orangtua dengan penuh kasih sayang, mata yang selalu kita gunakan untuk melihat putra-putri kita dengan penuh keramahan, itu adalah tugas kita.

Dari mata turun ke hati. Salah kita memandang, tidak menutup kemungkinan hati kita juga akan rusak. Oleh karena itu upayakan kita bisa menjaga hati kita.

Raja Ali Haji dalam gurindamnya mengatakan bahwahati itu bagaikan raja.

Rusak hati kita maka seluruh tubuh kita juga akan hancur. Oleh karenaituperlu jaga hati.

Tidak kalah pentingnya menjaga lisan. Pepatah Arab mengatakan, selamatnya manusia tergantung kemampuannya dalam menjaga lisannya.

Bahkan dalam sebuah hadist, Baginda Nabi Muhammad SAW menegaskan bahwa ciri keimanan seseorang itu dibuktikan dengan ia menyampaikan sesuatu yang baik.Baginda Nabi menguatkan: barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaknya dia berucap dengan ucapan yang baik. Andaikan kita tidak bisa berucap dengan ucapan yang baik, makaopsi kedua adalah “DIAM”.

Kemudian, kita juga harus berupaya menjaga pendengaran kita. Jika ada di antara hamba-hamba Allah yang memperdengarkan kepada kita hal yang kiranya menjadikan Allah SWT murka, maka kewajiban kita adalah saling menasihati dengan cara yang benar dan sabar karena belum tentu nasihat kita akan diterima oleh mereka.

Dengan kaki yang kita miliki, upayakan kita gunakanuntuk melangkah ke tempat-tempat yang bernilai ibadah. Maka insya-Allah, dengan menjaga seluruh anggota tubuh kita, puasa kita dianggap puasa yang istimewa.

Lebih dahsyat lagi tingkatan ketiga: Puasanya orang yang super istimewa dan ini hanya bisa dilakukan oleh kekasih–kekasih Allah, Nabiyullah, Rasulullah. Yaitu, menjaga hati dari hal-hal yang selain Allah SWT. Hatinya hanya tertuju kepada Allah SWT.

Mudah-mudahan puasa kita membentuk pribadi yang semakin bertaqwa kepada Allah SWT. Allah bimbing kita, Allah jauhkan kita dari hal-hal yang tidak diridhoinya. 

 

 

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved