Rabu, 15 April 2026

WAWANCARA EKSKLUSIF

Strategi Mal di Batam Raup Cuan saat Ramadan dan Lebaran

Sejumlah pengelola mal di Batam mengungkap strategi mereka meraup cuan saat Ramadan dan Idul Fitri tahun ini.

Penulis: Novenri Halomoan Simanjuntak | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id
MAL DI BATAM - Tribun Batam Podcast edisi Selasa (4/4/2023) membahas strategi mal di Batam raup cuan saat Ramadan dan Idul Fitri. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Momen Ramadan apalagi menjelang Idul Fitri menjadi momentum positif bagi pengelola mal di Batam.

Sejumlah pengelola mal di Batam mulai mengatur strategi, mulai dari promo hingga informasi menarik bagi konsumen.

Mulai dari diskon aneka pakaian, barang elektronik hingga event menarik bagi pengunjung.

Melihat peluang ini, lantas bagaimana para pemilik mal di Batam membaca peluang tersebut?

Serta seperti apa strategi yang mereka terapkan untuk meraup cuan sejak masa Ramadan hingga Lebaran tiba?

TribunBatam.id secara eksklusif mengulik Strategi Mal Raup Cuan saat Ramadan dan Lebaran dalam program Tribun Podcast Bincang Ekbis (Ekonomi dan Bisnis) edisi Selasa (4/4/2023).

Baca juga: Setelah Pandemi Covid-19 Berakhir, Saatnya Mal di Batam Bangkit?

Tiga narasumber hadir dalam kesempatan itu.

Selain Mercom Manager Grand Batam Mall, Lius Arcianto; Edy Kurniadi Koor, Event Promosi DC Mal dan Ardiwanto Manager Marketing Event dan Promo Nagoya Hill Mal.

Berikut petikan wawancara eksklusifnya untuk Anda:

Tribun Batam (TB), Lius Arcianto (LA), Edy Kurniadi (EK), Ardiwanto (A).

TB: Kalau boleh cerita sedikit, gimana sih pengalaman jualan atau jungkir baliknya usaha dari masing-masing mal pasca pandemi Covid-19 ? Mungkin ke pak Ardiwanto dulu.

A : Kalau bisa dibilang sangat terombang-ambing lah jualan saat pandemi Covid-19 yang hampir tiga tahun itu.

Tentunya banyak kebijakan yang diambil perusahaan untuk mempertahankan kostumer dan tenant-tenant kami.

Seperti gratis sewa, diskon 50 persen servis cash selama tiga bulan untuk para tenant hanya biaya listrik yang tetap bayar.

TB: Seandainya kalau Covid-19 ini semakin panjang, kira-kira kondisi pusat perbelanjaan mal ini akan seperti apa?

Saya coba minta tanggapan Pak Edy.

EK: Kalau Covid berlarut-larut saya kira, mal itu akan jadi gudang kayaknya ya.

Karena saya rasa semua mal kita lihat kayak di Singapura juga kondisinya juga tutup semua.

Begitu pun juga di Batam karena adanya kebijakan pemerintah saat itu.

Saya rasa kalau berlarut pengangguran akan semakin banyak.

TB: Nah kalau boleh tahu, kapan sih starting atau optimisme mal ini bangkit lagi khususnya di Batam? Coba menurut Pak Lius?

LA: Saya rasa sama ya seperti mal lainnya, yaitu optimisme bangkitnya saat tahun 2023 awal itu baru kita rasakan ramainya pengunjung.

Ekonomi mulai membaik, belanja juga membaik dari konsumen-konsumen.

Mungkin yang tadinya datang hanya main dan duduk-duduk saja, sekarang sudah berani spare uang.

Jadi sama sih sebenarnya.

TB: Kalau saat perayaan Natal tahun 2022 lalu itu gimana?

LA, EK, A : Saat itu oke juga lah.

A: Itu sebulan penuh oke. Mulai dari occupency pengunjung, daya beli itu sudah mulai nampak lah.

Angka pengunjung bisa mencapai 80-90 persen.

TB: Masuk ke point strategi, dengan melihat momentum gairah daya beli tahun 2023 ini, apakah tenant-tenant yang ada masih menjual produk lama atau produk baru dan apakah investasinya sudah mulai ramai lagi?

EK: Nah kalau untuk strategi, kita sudah ancang jauh-jauh hari sebenarnya.

Waktu pandemi mulai ganas-ganasnya itu, kita sudah mikirkan bagaimana mal itu bisa jual produk secara online.

Terutama saat itu saya melihat supermarket sudah mulai beralih online juga.

Namun kita juga gak bisa terlena di situ, karena kalau terlalu fokus ke online maka mal akan jadi stokis atau gudang.

Jadi yang pasti kami DC Mall perkuat segmen pasar seperti lebih ke busana muslimnya, komputernya sama mungkin supermarket belanja murahnya.

Jadi DC Mal lebih fokus memperkuat brand storenya.

Apalagi DC Mal sudah melekat dengan istilah mal legendnya Batam.

TB: Nah kalau dari tenantnya sendiri gimana untuk menghadapi Lebaran ini, Pak Edy?

EK: Kalau untuk saat ini memang kita sedang menggelar bazar busana muslim.

Itu kami ada lebih kurang sebanyak 50 tenant yang terdiri dari 80 persen tenant DC Mal dan 20 persennya tenant dari luar.

Nah kami juga mendorong tenant-tenant kami yang biasanya fokus jualannya stokis atau tunggu di toko, kini beralih ke digital juga begitu.

Artinya digital marketingnya sepeeti FB, IG dal lainnya main juga begitu.

Dengan beralih begini kan itu, menuju era zamannya.

TB: Nah kalau Nagoya Hill gimana, apakah semua segmen dijadikan perhatian juga?

A: Kalau kita Nagoya Hill belum semua segmen sempurna seratus persen seperti dulunya.

Kalau dulunya kita kan untuk massage, pedicure, manicure sampai karoke ada.

Tapi ini pelan-pelan satu persatu mulai aktif lagi.

Di sana itu yang kita kejar kan segmen pasarnya turis Singapura dan Malaysia, karena kalau ke Nagoya Hill pasti itu yang dicari juga collection barang branded.

TB: Kalau untuk event puasa jelang lebaran ini gimana Pak Ardiwanto?

A: Kalau event lebaran kita akan buat bazar ramadan untuk 28 stand collection, fashion.

Namun belum menggeliat dalam seminggu ke belakang.

Saya coba survei-survei beberapa mal yang ada di Batam, nampaknya belum menggeliat juga.

Tidak tahu lah kalau dalam seminggu ini gimana. Mungkin karena THR belum cair juga.

TB: Tenant Nagoya Hill itu kan cukup banyak. Itu yang lama-lama masih bertahan gak, atau berapa persen yang bertahan kira-kira?

A: Kalau yang lama hampir 80 persen masih bertahan pak.

Karena kebijakan dari manajemen, kita sekarang sudah mencapai normal untuk sewa dan segala macamnya pelan-pelan mulai bangkit lagi.

Jadi kalau untuk strategi marketingnya, kita tidak kontrak seperti biasa yang kontrak pertiga atau perlima tahun, perdua tahun dan net persatu tahun.

Dulu saat pandemi bisa kontrak perenam bulan, lima bulan, hingga tiga bulan kita kontrakan.

Jadi ini kebijakan untuk tidak memberatkan para tenant kita.

Namun sekarang sudah mulai lagi kontrak persatu tahun, perdua tahun juga, jafi pelan-pelan naiknya.

Ini untuk menjaga kostumer juga.

TB: Nah untuk pak Lius, apa saja kegiatan yang dilakukan selama ramadan hingga Idul Fitri?

LA: Karena kami mal baru di Batam, jadi pangsa pasar kami ke keluarga dan kalangan anak muda.

Jadi yang kami tawarkan itu seperti takelint kami yaitu experince dan differents.

Kami coba menawarkan pengalaman-pengalaman baru di mal yang gak cuma shopping tapi juga mungkin bisa kulineran, bisa tempat nongkrong dan tempat pertemuan nantu ke depannya.

Tapi kami masih belajar bertahap sih.

Nah untuk khusus ramadan, mungkin sama sih seperti mal-mal lainnya.

Kami ada bazar, kami ada event-event yang berhubungan dengan ramadan yang puncaknya di tanggal 29-30 April.

Yakni jazz yang memeriahkan hari jazz internasional.

TB: Kalau DC Mal, kira-kira ada event gak, selain bazar ramadan itu Pak Edy?

EK: Kalau kita mungkin bazar ramadannya akan diselingi pentas musik jazz sebagaimana weekend biasanya.

Lalu ada juga kita sediakan takjil dan ibadah tarawih di mal.

A: Kalau kita Nagoya Hill juga polanyabsama sih pak, panggung event kita paling religi saat weekend dan hari biasa gini paling instrumen lah.

Kalau di suraunya kita ada salat tarawih, takjilan semua kita siapkan setiap tahunnya.

Kalau untuk turis setiap weekend oke-oke, sejak Desember tahun lalu.

TB: Kalau tenant-tenant Grand Batam Mal ini agak beda konsep, karena lebih spesifik, apa benar Pak Lius?

LA: Ya kita sih banyak dengar masukkan dari konsumen juga, tentang apa sih kebutuhan mereka atau apa sih yang mereka cari selama ini gak ada, nah itu yang kita coba penuhi.

Artinya kita coba belajar maunya konsumen kita. Seperti yang baru kita masukkan itu kan kekefi.

TB: Nah kalau entertain di Grand Batam Mal ini apa saja pak, apa ada?

LA: Kalau itu, semuanya ada. Seperti tempat bermain anak di lantai tiga. Mungkin kita juga berusaha menjadi one stop shopping sih.

Artinya saat si ibu belanja, si bapak bisa kemana gitu. Pola ini sepertinya sama hampir di semua mal.

Selain itu fasilitas juga coba kita tekankan kayak ruang ibu menyusui, parkiran dan selalu improve di situ sih pak.

TB: Oh ya, biasanya kalau kunjungan lebaran gimana apakah ramai atau seperti apa?

A: Biasanya sih kalau melihat sebelum Covid, ramainya itu luarbiasa bisa sampai jam 1 atau jam 2 baru selesai ada yang nonton, nongkrong dan aktivitas lainnya.

EK dan LA: Iya, iya bisa sangat tinggi tingkat kunjungannya.(TribunBatam.id/Noven Simanjuntak)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved