Senin, 1 Juni 2026

PILPRES 2024

Demokrat dan Nasdem Sentil Manuver PKS Cari Pendamping Anies Baswedan

Manuver politik PKS cari cawapres Anies Baswedan memicu reaksi. Tokoh yang didekati Mahfud MD, Sandiaga Uno

Tayang:
(Dokumen Tim Sandiaga Uno )
Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno, dan Presiden PKS Ahmad Syaikhu dalam kunjungan ke Yayasan Kerawang Bekasi Madani di Kabupaten Bekasi. Sabtu (8/4/2023). 

TRIBUNBATAM.id - Koalisi Perubahan untuk Persatuan sepakat mengusung Anies Baswedan sebagai Capres 2024. Namun hingga kini belum ada kesepatan siapa yang akan mendampingi Anies Baswedan.

Koalisi Perubahan untuk Persatuan merupakan koaliasi Partai Nasdem, Demokrat, dan PKS. Mereka sepakat menyerahkan Anies Baswedan untuk menentukan cawapres.

Namun Nasdem, Demokrat, dan PKS juga menyodorkan beberapa nama sebagai cawapres Anies Baswedan.

PKS juga terus bermanuver untuk mencari pendamping Anies Baswedan.

Presiden Partai Keadilan Sejahtera ( PKS) Ahmad Syaikhu mengaku mendatangi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polbukam) Mahfud MD saat melakukan safari ke sejumlah tokoh bangsa dalam mencari sosok cawapres pendamping Anies Baswedan.

Di antara sejumlah tokoh yang Syaikhu datangi, salah satunya adalah Mahfud.

"Ya tadi saya bilang, kita silaturahmi ke Pak Mahfud," ujar Syaikhu saat ditemui di kantornya, Jakarta Selatan, Selasa (18/4/2023).

Syaikhu menjelaskan, dalam beberapa hari terakhir, dirinya banyak bersilaturahmi dengan tokoh-tokoh bangsa.

Dia secara spesifik mengakui kalau tujuannya berkeliling adalah untuk mencari sosok pendamping Anies di Pilpres 2024.

"Dalam rangka mencari siapa pasangan Pak Anies Rasyid Baswedan," ucapnya.

Menurut Syaikhu, sosok-sosok yang dia datangi adalah tokoh-tokoh yang kerap muncul dalam survei terkait Pilpres 2024.

Hanya, Syaikhu enggan membocorkan identitas sejumlah tokoh yang telah ia datangi.

"Itu saya berusaha untuk mendatangi, berkomunikasi. Dan mungkin setelah lengkap, saya akan laporkan pada Ketua Majelis Syura, dibawa kepada Musyawarah Majelis Syura," kata Syaikhu.

Dalam pertemuan dengan tokoh-tokoh bangsa ini, Syaikhu mengatakan dirinya meminta kesediaan sosok itu untuk menjadi cawapres Anies.

Syaikhu menekankan kunjungannya ini dalam rangka mencari cawapres, termasuk kunjungan ke Mahfud MD.

"Tokoh-tokoh yang lain juga akan kita datangi, silaturahmi, kita minta pendapatnya, kita minta juga sharingnya. Bahkan kita tanya juga untuk mencapreskan... Men cawapreskan. Karena saya saat ini fokusnya mencari cawapres," imbuhnya.

Manuver PKS memicu reaksi. Dilansir Kompas.com,  Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Demokrat Andi Arief meminta PKS tak serampangan menawarkan posisi calon wakil presiden (cawapres) untuk Anies Baswedan.

Menurutnya, diperlukan kesabaran untuk bisa menemukan figur cawapres terbaik yang akan diusung oleh Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP).

“Istiqomah dalam politik itu sangat penting. Jadi prinsipnya jangan kaya toko kelontongan itu lho, menawarkan pada banyak orang,” ujar Andi pada Kompas.com, Rabu (19/4/2023).

Ia mengaku tak ingin ada pihak-pihak yang sakit hati jika akhirnya tak dipilih menjadi cawapres Anies.

Maka bagi Andi, lebih baik PKS tak banyak memberikan tawaran pada berbagai tokoh. “Jangan menjanjikan semua orang untuk menjadi cawapres.

Seperti kemarin Pak Syaikhu menjanjikan dengan Pak Sandiaga Uno. Ini menjanjikan Pak Menkopolhukam,” papar dia.

Meski begitu, Andi mengaku Demokrat tak punya resistensi pada Mahfud MD.

Ia menilai Mahfud punya semangat perubahan meskipun menjadi bagian dari kelompok Istana.

“Figur Mahfud MD dia mewakili figur perubahan di dalam rezim. Jadi menarik juga ini, walaupun di dalam rezim kekuasaan tapi ide-ide perubahannya ada,” imbuh dia.

Wakil Ketua Umum Partai Nasdem Ahmad Ali menyentil Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu yang menanyakan kesediaan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menjadi cawapres Anies Baswedan.

Ali menilai Syaikhu genit, terlepas dari siapa pun tokoh bangsa yang Syaikhu datangi.

"Terlepas siapa yang ditawari kan itu kegenitan sih menurut saya," ujar Ali saat dihubungi, Rabu (19/4/2023).

Dalam hal ini, Ali mengingatkan bahwa Koalisi Perubahan untuk Persatuan sepakat menyerahkan soal sosok cawapres kepada Anies.

Ali meminta mereka untuk fokus membicarakan kriteria cawapres Anies, bukan sosoknya.

"Kriteria yang kira-kira dibutuhkan Anies itu apa, siapa, tipikal seperti apa yang kemudian menjadi pendamping Anies, kriteria seperti apa yang bisa dampingi Anies supaya bisa menang," tutur dia.

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved