KARIMUN TERKINI
Sebuah Kontainer Mengapung di Laut Karimun, Setelah Dibuka Ternyata Berisi Limbah
Rasa penasaran warga sekitar Perairan Leho, Karimun akhirnya terjawab setelah kontainer yang mengapung di laut dibuka Satpolairud dan diketahui isinya
Penulis: Yeni Hartati |
KARIMUN, TRIBUNBATAM.id - Jajaran kepolisian bersama Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karimun, membuka isi kontainer yang mengapung di perairan Leho, Kecamatan Tebing.
Setelah kontainer dibuka, baru terjawab rasa penasaran masyarakat sekitar soal isi dari kontainer yang mengapung itu.
Kasat Polairud Polres Karimun IPTU Doddy Basyir mengatakan, proses pembukaan terhadap kontainer tersebut disaksikan sejumlah pihak terkait dan masyarakat.
"Hasil dari pengecekkan, kami pastikan muatan kontainer atau peti kemas tersebut merupakan limbah tisu dari Tongkang Marcopolo 188 yang sebelumnya pernah ditemukan di perairan Karimun," ujar Iptu Doddy, Selasa (9/5/2023).
Iptu Doddy menambahkan, limbah tisu tersebut secara kasat mata masih dalam keadaan aman, karena masih tersegel.
Sehingga, dalam proses pembukaan isi kontainer tersebut berjalan dengan aman, tanpa mengotori pesisir perairan Leho tersebut.
Menurutnya, untuk proses selanjutnya, kontainer itu akan dilimpahkan kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk penanganan lebih lanjut.
Baca juga: MILIKI Narkoba Jenis Ekstasi, Seorang Pria di Tanjungpinang Ditangkap Polisi
"Setelah kami pastikan, kontainer itu kami limpahkan ke DLH untuk penanganan lebih lanjut," ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, sekelompok nelayan menemukan muatan kontainer atau peti kemas di perairan Leho tepatnya di Jembatan Sanur, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun.
Peti kemas tersebut terlihat sudah dalam keadaan berkarat dan juga sudah ditumbuhi karang.
Berdasarkan dugaan sementara, kontainer tersebut telah lama mengapung dan terbawa arus ke pesisir Leho.
Peti kemas itu, kemudian ditarik ke pesisir menggunakan tiga kapal pompong nelayan untuk selanjutnya diamankan.
"Adek saya sama kawan-kawannya yang jumpa di perairan OPL setelah tebar jaring. Setelah itu ditarik oleh mereka pakai tiga pompong," ujar nelayan Zulnaidi, Senin (8/5/2023).
Zulnaidi menambahkan, dalam rekannya menarik kontainer tersebut memakan waktu cukup lama, dimana untuk sampai ke pesisir pantai Leho, membutuhkan waktu hingga belasan jam.
"Saat itu memang cuaca tidak bersahabat," ujarnya. (TRIBUNBATAM.id/Yeni Hartati)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/09052023Kontainer-mengapung-di-Karimun.jpg)