Tribun Batam Podcast, Bulu tangkis Kepri di Pentas Nasional
Tribun Batam podcast membahas seputar bulu tangkis di Kepri. Seperti apa perkembangannya?
Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Septyan Mulia Rohman
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Olahraga bulutangkis (badminton) cukup populer di kalangan masyarakat Indonesia, termasuk di Kota Batam, Provinsi Kepri.
Kondisi ini juga didukung dengan tersedianya banyak lapangan badminton di Kepri, khususnya di Batam.
Perkembangan pembinaan pemain, perkembangan klub, dan prestasi bulutangkis Kepri di pentas nasional terus berbenah.
Torehan prestasi atlet Kepri terus menyumbang penghargaan.
Tribun Batam Podcast edisi Jumat (26/5/2023) mengulas seputar geliar badminton di Kepri.
Hadir sebagai narasumber Sekretaris Umum PBSI Kepri, Agus Bambang S dipandu host Tribun Batam, Ucik Suwaibah dan Mairi Nandarson.
Berikut petikan wawancara eksklusifnya:
TB: Bagaimana perkembangan bulu tangkis di Kepri sejauh ini?
AG: Bulu tangkis, seperti yang kita lihat tak hanya di Batam, bahkan se-Indonesia dilihat dari capaian prestasi atletnya.
Untuk Kepri, ada beberapa atlet asal dari Kepri sudah bermain di Pelatnas.
Ada dua orang pemain putra dan putra, mereka tergabung di grup Pratama, seri junior.
TB: Dalam waktu dekat apa program PBSI yang akan dilakukan?
AG: Untuk Batam, sudah kami jadwalkan sesuai kalender Kepri dan Nasional telah kita sinkronkan.
Dalam waktu dekat kami adakan kejuaraan pelajaran tingkat provinsi.
Kejuaraan bulu tangkis antar pelajar, piala Gubernur Kepri.
Ada cabor bulu tangkis, rencana akan digelar bulan Juli usai pelajar selesai ujian.
Kemudian pada akhir tahun, akhir November ada internasional bandar baru open. Di sini pesertanya Internasional, dari Malaysia, Singapura akan datang ke Batam.
TB: Untuk Porwil Bagaiman pak?
AG: Untuk Porwil bulu tangkis tidak masuk.
Bulu tangkis hanya ada di Pra PON, nanti akan digelar di Bandung Jabar.
Kepri, untuk Pra PON masuk wilayah dua.
Sebelum Pra PON akan ada rangkaian seleksi ya, pertama PorProv baru nanti naik ke Pra PON baru masuk PON.
TB: Untuk atlet bulu tangkis Kepri saat ini ada berapa banyak?
AG: Per bulan ini jumlah atlet bulu tangkis Kepri sekitar 780 orang atlet.
Ini tersebar di 7 Kabupaten dan kota.
Semua atlet ini kumpulan dari data atlet yang telah memiliki ID.
Ada atlet junior, profesional, pemula. Kalau profesional ada ID BWF yang statusnya bisa tanding dalam skala internasional.
TB: Apa yang dilakukan PBSI untuk mendorong hak hak atlet?
AG: PBSI ini kita melindungi hak-hak dari setiap atlet.
Setiap atlet harus memiliki ID, kita menjaga semua atlet harus memiliki ID.
ID ini mengatur setiap atlet, misalnya atlet itu tidak bisa main asal pindah Club.
Kalau pun pindah harus dilakukan transfer mutasi klub.
TB: Untuk Kepri, ada berapa banyak klub?
AG: Kami mendorong setiap klub di kabupaten kota agar melakukan pembinaan terhadap atletnya.
Untuk Kepri, ada 45 klub tersebar di 7 kabupaten kota.
Paling banyak klub ini di Batam.
Apalagi Batam, hampir semua sudut ada fasilitas, banyak GOR di Batam.
GOR yang ada di Kepri rata-rata dikelola swasta.
Untuk GOR di Kepri, dalam data 2 tahun terakhir ada sebanyak 200 lapangan.
Kalau sekarang jumlah GOR paling banyak di 4 daerah, Batam Tanjungpinang Bintan dan Karimun ada 60 GOR.
Ada 600 GOR saat ini.
TB: Bagaimana perkembangan cabor olahraga bulu tangkis saat ini jika dibanding sebelumnya?
AG: Jauh berkembang pesat. Tiga tahun lalu, di Batam hanya ada 7 klub. Sekarang per Mei kemarin sudah ada 20 klub pembinaan.
Semua klub ini di bawah pengawasan PBSI.
Setiap klub telah memiliki pelatih yang sudah berlisensi.
Standar klub, harus ada pengurus, pelatih, dan pemain.
Di Batam, memang masih banyak klub yang tidak memiliki GOR.
Dan ini kita dorong, agar pemilik GOR memberikan kemudahan potongan biaya.
TB: Apa upaya PBSI mendorong pelajar untuk atlet berprestasi.
AG: Ada beberapa pelajar dan atlet yang masuk dunia pendidikan lewat jalur atlet, prestasi.
Tahun lalu kami sudah menjajaki kerja sama dengan kampus.
Di antaranya kampus Unrika.
Jadi atlet yang barus lulus SMA yang punya prestasi kita dorong masuk kampus yang telah kita menjalin kerja sama.
Banyak atlet atlet nasional yang kariernya berkiprah di usia 23 tahun.
TB: Apa even terdekat dari PBSI Provinsi Kepri?
AG: Dalam waktu dekat, kita akan mengirim atlet ke Medan dalam seleksi Platwil.
Kita semua kirim, mulai dari putra, putri khusus untuk remaja.
Seleksi platwil ini nantinya dipersiapkan untuk pelatnas, jadi dilakukan seleksi antar wilayah.
Ini salah satu metode yang dilakukan PBSI untuk melakukan pembinaan bibit atlet.
TB: Untuk PPLP, apakah masih ada?
NB: PPLP bulu tangkis beberapa tahun lalu ada, dulu per kabupaten.
Namun sekarang sudah tidak ada.
Sekarang kita berharap ini diadakan lagi, kita buat ditingkat provinsi, ini wadah pembinaan.
Kalau ini sudah ada kita pun lebih mudah menjaring, tidak harus memanggil dari klub-klub.
Jika ini ada, ini akan menjadi potensi kemajuan atlet daerah.
Putra daerah kita banyak yang jadi atlet berprestasi namun mereka bermain membawa nama, klub dan daerah lain.
Terakhir daerah kita, setiap ada even kesulitan memainkan atlet daerah untuk membawa nama daerah.
TB: Apakah PBSI punya keinginan untuk menjadi tuan rumah even-even Internasional?
AG: Kami ada keinginan Kepri ini menjadi tuan rumah, kami sudah mempersiapkan pelatih kelas nasional dan Atlet.
Perlu juga ada guiding untuk anak-anak dalam membina karier olahraga generasi.
Batam itu ada 20 klub pembinaan.
Ini setiap Kecamatan sudah ada klub pembinaan, mulai dari Batuaji, Sekupang sampai Nongsa.
Apalagi Batam Kota, paling banyak GOR dan klub.
Semua GOR sekarang sudah ada klubnya.
Pembinaan atlet lebih baik pada usia berapa? di usia 4 hingga 5 tahun itu sudah bisa dimulai.
Di situ akan terlihat apakah anak itu punya potensi.
TB: Bakalan ada piala Gubernur cabor bulu tangkis, bagaimana persiapan PBSI?
AG: Kami masih melihat jadwal ujian pelajar.
Piala Gubernur itu nantinya akan mewakili sekolah.
Nanti akan digelar di Batam.
Dalam piala Gubernur ini, kami akan bidik atlet atlet yang berpotensi untuk dijadikan dan dibina.
Ajang ini akan menjadi tempat membidik anak didik yang berprestasi.
Harapan kedepan bulu tangkis tentunya buku tangkis kepri ini dipandang, dilihat.
Berbicara bulu tangkis hanya dilihat dari prestasi.
Di daerah daerah muncul, atlet atlet muncul dan pemerintah daerah memberikan perhatian lebih buat olahraga.(TRIBUNBATAM.id/Bereslumbantobing)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Bincang-nasib-bulu-tangkis-di-Indonesia.jpg)