Rabu, 10 Juni 2026

BERITA KECELAKAAN

VIRAL, Video Kecelakaan Disebut Modus Pemerasan, Ini Faktanya

Sebuah video viral yang diberikan narasi upaya pemerasan seorang pemotor dalam sebuah kecelakaan diungkap oleh polisi. Ini faktanya.

Tayang:
kompas.com
Sebuah video viral yang diberikan narasi upaya pemerasan seorang pemotor dalam sebuah kecelakaan diungkap oleh polisi. Ilustrasi kecelakaan lalu lintas 

TRIBUNBATAM.id, TANGERANG - Viral, sebuah video yang merekam cekcok mulut antara pengemudi mobil dan pemotor di Jalan KH Hasyim Ashari, Kota Tangerang.

Dalam video tersebut, diberikan narasi dugaan pemerasan yang dilakukan pemotor dengan modus menabrakkan diri.

Polisi Metro Tangerang atas perintah Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Zain Dwi langsung melakukan penyelidikan peristiwa yang terjadi Kamis (25/5/2023) sekitar pukul 10.45 WIB tersebut.

Video percekcokan itu viral di media sosial, Jumat (26/5/2023).

"Jumat malam gabungan Polres Metro Tangerang Kota, Polda Metro Jaya dan Polsek Tangerang berhasil mengamankan kedua pihak yakni perekam video DJ (26) dan pemotor FT (25)," kata Zain dalam keterangan yang diterima, Sabtu (27/5/2023).

Setelah didalami, fakta pun terungkap.

Baca juga: Viral di Batam Boneka Pocong di Tepi Jalan, Ini Kata Polisi

Saat itu FT yang hendak memutar arah, tiba-tiba ditabrak oleh mobil keluarga DJ yang dikemudikan oleh orangtuanya.

"Insiden tersebut menyebabkan knalpot motor FT rusak. Pada waktu itu pengemudi mobil tidak kooperatif akhirnya FT pun emosi," kata Zain.
Karena itu, FT memaksa ayah dari DJ untuk turun dan mengecek kerusakan motornya.

"Karena kejadian itu direkam DJ, diunggah, kemudian viral karena dalam narasinya berisi modus memeras dengan menabrakkan diri," tutur Zain.
Zain pun menegaskan, narasi pemerasan yang dilakukan oleh pemotor tersebut tidak benar.

Kedua belah pihak juga sudah saling meminta maaf dan sepakat untuk tidak melanjutkan masalah ke ranah hukum.

Pengemudi mobil juga telah mengganti kerusakan knalpot motor FT.

"Mereka sudah saling memaafkan dan sepakat tidak melanjutkan masalah ini ke ranah hukum," ungkap Zain.

Zain mengimbau agar masyarakat lebih bijak dalam menggunakan serta memanfaatkan media sosial.

"Video tersebut sudah dihapus oleh pengunggah karena narasi yang tidak sesuai dengan kenyataannya. Masyarakat harus bijak dalam menggunakan media sosial," kata Zain. (kompas.com)

 

*Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved