Sabtu, 30 Mei 2026

KARIMUN TERKINI

Cerita Warga Karimun Datangi Natuna Demi Sapi Buat Idul Adha

Warga Karimun ini rela datangi langsung Natuna demi membeli sapi buah kebutuhan Idul Adha. Berikut ceritanya.

Tayang:
Penulis: Yeni Hartati | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Yeni Hartati
IDUL ADHA DI KARIMUN - Warga Karimun rela datangi Natuna demi membeli langsung sapi untuk kebutuhan Idul Adha. Foto petugas dari Stasiun Karantina kelas II Tanjungbalai Karimun menyemprot cairan disifekfan ke puluhan hewan ternak sapi, Senin malam (5/6/2023). Puluhan sapi asal Natuna berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan Iduladha di Karimun. 

KARIMUN, TRIBUNBATAM.id - Puluhan hewan ternak sapi dari Ranai Kabupaten Natuna di datangkan langsung guna memenuhi kebutuhan stok Idul Adha di Kabupaten Karimun.

Salah satu pemasok asal Karimun, Fauzi bahkan berangkat langsung untuk menjemput puluhan sapi untuk kebutuhan Idul Adha di Karimun itu.

Warga Wonosari Kecamatan Meral menceritakan hampir satu bulan ia meninggalkan anak-anak sebagai perjuangan untuk memilih langsung sapi yang bebas penyakit asal Natuna tersebut.

Setibanya di Natuna saat itu, mereka masih harus berkeliling mencari sapi-sapi dengan kualitas baik dan harga yang tidak terlalu mahal.

Fauzi menyebut jarak tempuh antar kota Natuna yakni Ranai dan daerah lainnya sempat menjadi kendala.

"Harga awal penentu untuk harganya ketika di Karimun. Kalau terlalu mahal pembeli banyak komplain," ujar Fauzi, Selasa (6/6/2023).

Dengan begitu, ia memutuskan untuk mengambil bobot sapi di atas 60 kilogram dan harga jual yang beragam mulai 20 hingga 30 juta Rupiah.

"Banyak kendala selama kami di sana (Natuna-red)," ujarnya.

Ia menilai kurangnya koordinasi antara Dinas terkait di Natuna.

Kondisi ini menyebabkan lamanya ia bersama istri harus bolak-balik untuk mendapatkan izin keberangkatan.

"Sebenarnya kemarin bisa kami bawa 100 ekor, namun dari dinas dan syahbandar tidak memberikan izin katanya kapal tak muat jadinya hanya 82 ekor saja," ujarnya.

Adapun puluhan hewan ternak tersebut merupakan sapi jenis Bali yang telah berusia 2,5 tahun hingga rata-rata 5 tahun.

Sapi jenis bali tersebut diangkut menggunakan kapal kayu KLM Putera Natuna GT98 NO603/HHa dengan memakan waktu perjalanan selama dua hari untuk tiba Karimun.

Selain itu, pihaknya juga mengaku harus merogoh ongkos lebih banyak untuk Charter kapal yang mau membawa sapi hingga ke Karimun.

"Lumayan juga untuk ongkos kapalnya Rp 105 juta, belum termasuk harga sapi dari sana (Natuna-red). Alhamdulillah cuaca dan gelombang masih kondusif selama perjalanan," ujarnya.

Dari 82 ekor sapi itu juga, satu di antaranya kondisi lemah yang disebabkan tertindih dengan sapi-sapi lainnya.

Setibanya di Karimun, pihaknya juga mengalami kendala yakni kondisi perairan yang surut sehingga tidak dapat masuk ke Pelabuhan Bongkar Muat di Telaga Tujuh.

Kapal pengangkut puluhan sapi tersebut tiba di Perairan Karimun Senin (5/6/2023) sekira pukul 16.00 WIB.

Namun, kapal dapat bersandar ke pelabuhan sekitar pukul 21.30 WIB.

Proses pembongkaran dilakukan pukul 22.30 WIB akibat kondisi pelantar yang rendah dari bumbung kapal.

Sehingga pihaknya kembali meminta bantuan kepada truk pengangkut yang digunakan sebagai jembatan proses penurunan sapi.

"Perjuangan di tahun ini luar biasa sudah sampai di Karimun, masih tidak bisa langsung proses turun sapi. Letih iya tapi tetap harus semangat dan bertahan," ujarnya.

PENUHI Kebutuhan Idul Adha di Karimun

Puluhan sapi asal Natuna sebelumnya dilaporkan datang untuk memenuhi kebutuhan Idul Adha di Karimun.

Sebanyak 82 ekor hewan ternak sapi asal Ranai Kabupaten Natuna tiba di Pelabuhan Bongkar Muat Telaga Tujuh Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Puluhan hewan ternak sapi dari Natuna untuk kebutuhan Idul Adha di Karimun itu tiba setelah perjalanan selama dua hari.

Puluhan sapi untuk Idul Adha di Karimun itu diangkut menggunakan KLM Putera Natuna GT98 No603/HHa sejak Sabtu (3/5/2023) pagi kemarin.

Stasiun Karantina kelas II Tanjungbalai Karimun, drh Aris Cahyono mengatakan, puluhan hewan ternak sapi sebelumnya telah menjalani karantina selama dua minggu.

"Dari Natuna sudah di karantina 14 hari. Begitu tiba di Karimun kita semprot disinfeksi kembali, termasuk alat angkut dan petugasnya di kapal," ujar drh Aris Cahyono, Selasa (6/6/2023).

Aris menambahkan, puluhan hewan ternak sapi tersebut akan di bawa ke pemasok lokal dan akan tetap dilakukan pengawasan kesehatan evaluasi dan monitoring.

"Tetap akan dilakukan monitoring bersama dinas terkait. Sementara apakah akan dikarantina 14 hari di sini, itu tergantung rekomendasi baik pemasukan hewan dan pengeluaran dari dinas," ujarnya.

Aris menyebut, Karimun dan Natuna merupakan wilayah zona hijau dari sebaran wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan, sehingga sesuai ketentuan pemasokan sapi kurban diperbolehkan.

"Menurut SE No 8 tahun 2022 tentang Pengendalian lalu lintas hewan, hewan dapat masuk ke zona hijau dari wilayah zona hijau juga," ujarnya.

Berdasarkan permintaan sebelumnya jumlah sapi yang akan didatangkan berjumlah 100 ekor, namun karena pertimbangan kapasitas kapal pengangkut sehingga dibatasi oleh otoritas terkait.

"Permohonan 100 ekor, cuma realnya 82 ekor. Dari syahbandar melihat kondisi kapal tidak muat, jadi yang diperbolehkan 82 ekor. Dari 82 ekor sapi tersebut, satu ekor tidak bisa bangun yang disebabkan tertindih-tindih dengan sapi lainnya. Sehingga kemungkinan terdapat luka entah bagaimana di bagian kakinya," timpanya.(TRIBUNBATAM.id/Yeni Hartati)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved