Sabtu, 2 Mei 2026

TANJUNGPINANG TERKINI

Asal Mula Bangunan Pagoda Sata Sahasra Buddha, Jadi Tempat Ibadah Dan Wisata Religi

Pagoda Sata Sahasra Buddha memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki pagoda lain, yakni mempunya 20.708 patung yang dicetak terlebih dahulu

Tayang:
Editor: Eko Setiawan
TribunBatam.id/Rahma Tika
Pemandangan dari atas Pagoda Sata Sahasra Buddha. 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - Megahnya Pagoda Sata Sahasra Buddha di Kota Tanjungpinang ini mampu menampung 2.000 ummat yang sembahyang atau beribadah di sini. Terletak di pinggir jalan memudahkan pengunjung menjumpai bangunan megah yang di dalamnya ada vihara terbesar se Asia Tenggara.

Pagoda Sata Sahasra Buddha memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki pagoda lain, yakni mempunya 20.708 patung yang dicetak terlebih dahulu. Konsep ini makin mebuat pagoda tersebut menjadi daya tarik bagi siapa saja yang berkunjung ke sini.

Dibangun sejah tahun 2016 silam, tidak lama lagi Pagoda Sata Sahasra Buddha akan diresmikan, sehingga ummat Buddha bisa melakukan sembahyang di sini.

Ketika memasuki bangunan pagoda, kita akan langsung terkagum dengan penampakan tiga buah patung Buddha berukuran besar dengan warna putih bersih, yakni Buddha bhaisajyaguru, buddha shakyamuni, buddha amitabha.

Bangunan pagoda di atas lahan 10,4 hektare tersebut terdapat 9 lantai, disetiap lantai terdapat wajah patung di dinding berbahan dasar keramik berwarna hijau.

Selain dijadikan tempat ibadah ummat Buddha, Pagoda Sata Sahasra Buddha juga menjadi icon wisata Buddha di Tanjungpinang. Pengunjung dari mana saja bisa datang ke sini untuk menikmati pemandangan dari atas bangunan. 

“Kita sediakan lift untuk pengunjung yang ingin melihat - lihat di sini, siapa saja boleh ke sini, karena tempat ini juga kita jadikan wisata religi,” ucap Ketua Pembina Yayasan Maitri Paramita, Hengky, Rabu (5/7/2023).

Hengky sedikit menceritakan asal muasal dibangunnya Pagoda Sata Sahasra Buddha, yang mana dulu luas lahan yang ada hanya sekitar 2 hektare pada tahun 2001. Dulunya Hengky memiliki suhu yang lima tahun silam meninggal dunia di usia 100 tahun, ia yang pertama kali mencetuskan hadirnya pagoda tersebut.

“Suhu ini mengajak saya untuk bangun pagoda, saya akhirnya ikut beliau kurang lebih 50 tahun, pagoda ini ada mulanya karena pembangunan wihara di kota terkendala administrasi, makanya muncullah pembangunan pagoda, urusan tentang Buddha tidak sedikit, kita mulai dari tahun 73 ya,” tuturnya.

Selama pembangunan pagoda, Hengky tak bisa berkata - kata, rasa senang dan terharu ia curahkan demi pagoda ini bisa berguna bagi orang lain terutama umat Buddha. Terlebih lagi semua patung yang ada di pagoda didatangkan langsung dari luar negeri. 

“Selama ini tidak ada kendala, karena memang niat kita ibadah pengiriman patung pun dipermudah sampai ke sini, karena kita kan wihara tidak susah untuk mengurus pengiriman,” sebutnya.

Bahkan yang menjadi perbedaan Pagoda Sata Sahasra Buddha dengan pagoda lainnya adalah dari segi cetakan puluh ribuan patung yang belum ada di dunia.

“Ini kita pabrikan dan dicetak di china, proses pembuatannta juga dengan cara dibakar, kemudian setiap patung tidak sama, sehingga ada seni tersendiri,” ucapnya.(Tik)

(TRIBUNBATAM.id/Rahma Tika) 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved