Selasa, 5 Mei 2026

Gubernur Yogyakarta Sebut Keraton Merugi Hingga Miliaran Rupiah Gegara Tanah

Sri Sultan Hamengku Buwono X Gubernur Yogyakarta mengaku keraton merugi hingga miliaran Rupiah gegara kas tanah.

Tayang:
TribunBatam.id via Kompas.com/Teuku Muh Guci S
Gubernur DI Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X ketika diwawancarai di Dalem Ageng, Komplek Kepatihan, Jalan Malioboro, Kota Yogyakarta, Selasa (20/6/2017). 

TRIBUNBATAM.id - Raja Keraton Yogyakarta sekaligus Gubernur, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengaku jika keraton merugi.

Kerugian yang dialami Keraton Yogyakarta ini terkait praktik penyalahgunaan tanah kas desa hingga puluhan miliar Rupiah.

Dia menyatakan, kerugian Keraton Yogyakarta lebih tinggi jika dibandingkan kerugian yang dialami oleh Pemerintah DIY.

“Lha kami keraton berapa puluh milar gitu tanahnya berubah status ya kan, tanahnya kan hilang, kan gitu. Kalau pemda sedikit hanya collect dari retribusi atau pajak itu,” ujar Sultan saat ditemui di Kantor Gubernur DIY, Kompleks Kepatihan, Kota Yogyakarta, Selasa (18/7/2023).

Raja Keraton Yogyakarta ini berkata, kerugian Keraton Yogyakarta sampai puluhan miliar karena sebagai pemilik tanah, tanah yang disalahgunakan mencapai puluhan hektare.

“Pemilik tanah, permeter berapa dihitung itu saja di Sleman dikali sekian puluh hektar ilang tanah itu, sepertinya jadi milik orang lain kan gitu. Didirikan bangunan yang juga dibeli orang lain lagi gitu, dia mengambil untung,” katanya.

Ia menjelaskan, kasus ini membutuhkan proses hukum yang lama. Karena itu Sultan menunggu kepastian proses hukum yang sedang berlangsung dan akan menentukan langkah Keraton selanjutnya.

“Ini persoalan hukum yang memang perlu waktu lama. Makanya nanti kalau sudah ada kepastian yang jelas, Keraton baru nuntut haknya atas hilangnya tanah, kan gitu,” ucap dia.

Menurut dia, langkah hukum baru akan dilakukan Keraton Yogyakarta jika sudah ada kepastian hukum.

Mengingat Keraton Yogyakarta telah dirugikan dengan adanya kasus ini.

“Karena merasa dirugikan mungkin puluhan miliar kalau harganya, konsekuensi itu saya kira sudah dipahami oleh mereka yang melakukan juga,” ujar Sultan.(TribunBatam.id) (Kompas.com)

Sumber: Kompas.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved