LINGGA TERKINI
Ada Event Lomba, Pengunjung Ramai Datangi Museum Linggam Cahaya di Daik Lingga
Dinas Kebudayaan (Disbud) Lingga melalui Museum Linggam Cahaya mengadakan event perlombaan dengan hadiah menggiurkan.
Penulis: Febriyuanda | Editor: Eko Setiawan
TRIBUNBATAM.id, LINGGA - Sejumlah pengunjung tampak ramai mendatangi Museum Linggam Cahaya di Daik, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Sabtu (5/8/2023).
Museum dengan koleksi paling banyak se-Kepri biasanya sepi pengunjung.
Namun, beberapa hari ini pengunjung terus mengalir.
Hal itu lantaran, Dinas Kebudayaan (Disbud) Lingga melalui Museum Linggam Cahaya mengadakan event perlombaan dengan hadiah menggiurkan.
Kebanyakan pengunjung dari pantauan TribunBatam.id, merupakan pelajar dari beberapa wilayah.
Mereka tampak sibuk mengambil foto hingga video di dalam dan luar Museum.
Ada dari mereka yang mengenakan baju sekolah maupun baju kurung Melayu lengkap, untuk merebut juara perlombaan.
Salah satunya Arga, yang merupakan pelajar dari SMA Negeri 1 Singkep Barat.
Arga menceritakan, sejak pagi dirinya bersama teman dan didampingi gurunya berangkat menyeberangi laut dari Jagoh ke Penarik, Daik.
"Jam 6 pagi kami berangkat dari sana pakai motor, dan berangkat pakai kapal Roro lalu langsung ke sini," kata dia kepada TribunBatam.id.
Dia menerangkan, bahwa saat itu beberapa lomba yang ia ikuti bersama temannya.
Dengan mengenakan baju kurung dilengkapi kain songket dan tanjak, Arga menjelaskan hal ini untuk mengikuti lomba duta museum.
"Saya ikut lomba video duta museum, kawan lain ada ikut lomba vlog, foto, dan ada lomba menulis essay juga," tuturnya.
Dia berharap, usaha mereka setidaknya bisa mendapatkan juara.
Museum Linggam Cahaya Gelar Berbagai Lomba
Museum Linggam Cahaya Kabupaten Lingga kembali menggelar berbagai macam perlombaan, baik untuk tingkat pelajar maupun umum.
Lomba edukatif kultur Museum Linggam Cahaya mulai dari lomba alih aksara, alur kisah (story line), Awang dan Dayang, bercerita, desain logo museum, fotographi, video promosi, essay, pemandu museum dan juga gurindam.
Hal ini bertujuan sebagai media edukatif, yang menunjukkan bahwa museum bukan hanya tempat kaku dan membosankan, tapi juga sebagai langkah untuk meningkatkan retribusi daerah.
Kepala Bidang (Kabid) Sejarah, Pelestarian Cagar Budaya, dan Permuseuman di Museum Linggam Cahaya, Raja Hendri berharap, banyak peserta yang berkontribusi dalam lomba.
Hal ini serta meningkatkan jumlah kunjungan di Museum Linggam Cahaya.
“Kami tunggu ide-ide kreatif para pelajar dan peserta umum melalui berbagai macam perlombaan yang diadakan," kata Raja Hendri.
Perlombaan ini lanjutnya, memang menjadi event tahunan untuk meningkatkan jumlah kunjungan. (TribunBatam.id/Febriyuanda)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/museum-lingam_.jpg)