Rizal Ramli Blak Blakan Soal Kursi Menteri di Presiden Jokowi
Mantan Menko Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya, Rizal Ramli blak-blakan soal kursi menteri di pemerintahan Presiden Jokowi.
TRIBUNBATAM.id - Mantan Menko Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Republik Indonesia, Rizal Ramli blak-blakan soal proses dirinya menjadi menteri pada kabinet pemerintahan Presiden Jokowi.
Menurut Rizal Ramli, dirinya tak 'cawe-cawe' mengajukan diri ke Presiden Jokowi untuk menjadi menteri.
Namun Presiden Jokowi yang menurutnya memintanya untuk menjadi menteri.
Seperti diketahui, Rizal Ramli menjadi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia sejak 12 Agutus 2015.
Ia menggantikan posisi Indroyono Soesilo.
"Bukan saya yang ngemis mau jadi menteri. Mas Jokowi yang datang ke kantor karena saya bantuin bikin MRT waktu itu," kata Rizal Ramli di kediamannya, Jakarta Selatan, Minggu (13/8/2023).
Kemudian ia mengungkapkan kala itu dirinya dipanggil oleh Presiden di Istana Bogor.
"Kemudian waktu itu 15 Agustus saya dipanggil ke Istana Bogor. Sampai di Bogor waktu itu dia (Jokowi) minta tolong 'Mas Rizal saya ingin mas bantu saya sebagai Menko Inves,'" sambungnya.
Rizal Ramli mengklaim dirinya menolak tawaran dari Presiden Jokowi tersebut.
"Mas Jokowi terima kasih saya tidak tertarik. Ini ada daftar tiga nama," kata Rizal Ramli.
Baca juga: Rizal Ramli Prediksi Megawati Tak Usung Ganjar Pranowo di Pilpres 2024, Sebut Nama Luhut Pandjaitan
Kemudian diklaimnya bahwa Presiden Jokowi menginginkan dirinya jadi menteri karena mengerti masalah dan berani.
"Nggak, saya maunya Mas Rizal karena mengerti masalah dan berani. Kalau hanya ngerti masal nggak berani tidak terjadi perubahan. Kalau hanya berani saja tidak mengerti masalah itu preman. Mas Rizal punya dua-duanya. Tolong Mas Rizal," kata Rizal Ramli tirukan perkataan Jokowi.
"Di luar saja lah, mas biasakan minta tolong sama saya, kita bantu di belakang layar," jawab Rizal Ramli.
Kemudian dikatakan bahwa Presiden Jokowi menggunakan gaya Solo dengan memujinya.
"Yang minta Mas Rizal ini bukan Jokowi Presiden. Siapa sih saya bukan apa-apa dibanding Mas Rizal pengalaman, network. Yang ingin Mas Rizal bantu saya selain saya, rakyat Indonesia," kata Rizal Ramli tirukan perkataan Presiden Jokowi.
Atas hal itu diungkapkannya ia menerima tawaran Presiden Jokowi untuk masuk ke pemerintahan menjadi menteri dengan sejumlah syarat.
"Kalau udah ngomong rakyat lemes, langsung salaman saya bantu mas," tutupnya.
Baca juga: Partai Ummat Dukung Anies Baswedan di Pilpres 2024, Amien Rais Tolak Jadi Wapres
Rizal Ramli sebelumnya menjadi sorotan setelah menggelar pertemuan tertutup dengan Amien Rais.
Mantan Ketua MPR-RI sekaligus Ketua Majelis Syuro Partai Ummat Amien Rais mendatangi kediaman Rizal Ramli di Bangka Jakarta Selatan, Minggu (13/8/2023).
Amien Rais datang bersama rombongan sekira pukul 16.10 WIB.
Ia yang datang mengenakan baju batik langsung disambut oleh Rizal Ramli.
"Pak Amien nggak banyak berubah ya, semenjak 25 tahun yang lalu," ujar Rizal menyambut kedatangan Amien Rais.
Kemudian Amien Rais langsung masuk ke dalam kediamannya Rizal Ramli.
Adapun pertemuan keduanya pun dilangsungkan tertutup.
Baca juga: Ganjar Pranowo Kunjungi Kediaman Gus Dur di Jakarta Menjelang Pilpres 2024
Awak media hanya diperbolehkan mengambil foto dan menunggu sampai pertemuan keduanya selesai.
Rizal Ramli menyebutkan sejak Joko Widodo berkuasa di tahun 2014 demokrasi Indonesia seperti dipreteli.
Mulainya ia menceritakan awal mula pertemuannya dengan Amien Rais dan membandingkan antar presiden Indonesia setiap periode.
"Tapi begitu Jokowi berkuasa tokoh yang tidak pernah berjuang sedikitpun untuk menegakkan demokrasi begitu dia berkuasa 2014 justru demokrasi dia preteli," kata Rizal Ramli di kediamannya Jakarta Selatan, Minggu (13/8/2023).
Ia melanjutkan caranya lihat saja indeks demokrasi Indonesia merosot berapa puluh poin.
"Yang kedua lembaga anti korupsi yang kita dukung dari dulu KPK dilemahkan. Sembilan tahun selain demokrasi dipreteli dirusak. KKN zaman Jokowi ini lebih ganas dan vulgar dibandingkan zaman Pak Harto," sambungnya.
Menurutnya, Soeharto adalah sosok otoriter, tapi di hatinya masih ada rakyat.
"Tapi mohon maaf di hati Jokowi tidak ada rakyat. Tampangnya sangat merakyat, kita ketipu dengan tampangnya. Tapi hatinya oligarki dia ingin jadi oligarki dia bantuin oligarki yang membantu kegiatan politiknya," tegasnya.(TribunBatam.id) (Tribunnews.com/Rahmat Fajar Nugraha)
Sumber: Tribunnews.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Rizal-Ramli-bertemu-Amien-Rais.jpg)