Senin, 27 April 2026

KEMUNCULAN BUAYA DI PULAU BINTAN

VIRAL Buaya Muncul di Tanjungpinang Bikin Heboh Warga

Warga yang meilintasi jembatan di Tanjungpinang tampak berhenti setelah melihat buaya muara sepanjang 2 meter berenang melintasi bawah jembatan.

TribunBatam.id/Alfandi Simamora
Penampakan buaya muara saat berenang melintasi bawah jembatan di Batu 5 Atas, Kecamatan Bukit Bestari, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepri, Kamis (17/8/2023). 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Seekor buaya muara kurang lebih sepanjang 2 meter muncul di bawah jembatan Jalan Raja Haji Batu 5 Atas, Fisabililah, Kecamatan Bukit Bestari, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepri, Kamis (17/8/2023).

Pantauan TribunBatam.id di lokasi, terlihat pengendara sepeda motor yang melintas di sana menghentikan kendaraan bermotornya.

Mereka kemudian mengabadikan kemunculan buaya di Pulau Bintan itu menggunakan kamera ponselnya.

Buaya itu pun tampak perlahan berenang dari bakau menuju ke bawah jembatan.

Sampai akhirnya tak terlihat lagi di permukaan air.

Salah satu pengendara sepeda motor Kota Tanjungpinang yang berhenti mengabadikan, Syukri mengaku, bahwa kemunculan buaya muara di sana dilihat olehnya ketika melewati jembatan.

Baca juga: Awas Buaya di Dam Duriangkang Batam, Pemancing Mengaku Makin Waspada

"Jadi saya melintas dan melihat ada buaya, saya meminggirkan motor dan berhenti. Lalu saya abadikan," katanya.

Menurutnya, area seputaran bakau-bakau yang ada di dekat jembatan jalan RHF Kecamatan Bukit Bestari itu memang sering muncul buaya muara.

Menurutnya, area bakau itu merupakan habitatnya.

"Kalau daerah sini memang sudah sering muncul. Kadang orang-orang yang mancing di sini, pernah melihat kemunculan buaya di sana," terangnya.

Di tempat yang sama pengendara sepeda motor lain, Andi juga mengaku, sengaja berhenti dan meminggirkan sepeda motornya ketika melihat buaya berenang di bawah jembatan.

"Saya ingin lihat saja, penasaran juga melihat buaya dari dekat. Apalagi langsung di alam liar," ungkapnya.

Baca juga: Perjuangan Seorang Wanita Lolos Dari Gigitan Buaya, 90 Menit Berjuang Lepas Dari Terkaman

Ia pun mengaku baru pertama kali melihat buaya secara langsung, apalagi berenang di bawah jembatan RHF Kecamatan Bukit Bestari.

"Ini saya pertama kali melihat kemunculan buaya di sini. Meskipun memang dari teman-teman sering sampaikan di sini itu sering muncul buaya muara," tutupnya.

DAERAH Rawan Buaya di Bintan

Daerah di Bintan ini sebelumnya menjadi sorotan karena rawan kemunculan buaya.

Tepatnya di Jalan Baru, Kelurahan Sei Lekop, Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri.

Mengantisipasi jatuhnya korban jiwa, Kelurahan Sei Lekop memasang plang imbauan rawan buaya di atas aliran sungai itu.

Dari informasi yang didapatkan TribunBatam.id, pemasangan papan plang itu dilakukan pada Senin (3/7) kemarin.

Pemasangan itu juga langsung disaksikan Kepala BPBD Bintan, UPT Damkar Bintan Timur yang turun melihat lokasi rawan buaya di aliran sungai tersebut.

Kepala UPT Damkar Bintan Timur, Nurwendi menuturkan, bahwa pemasangan plang disana dilakukan pada Senin (3/7).

Baca juga: Potongan Tubuh Manusia Ditemukan Dalam Perut Buaya, Korban Sempat Dinyatakan Hilang

Hal itu dilakukan untuk memberikan informasi kepada masyarakat bahwa lokasi aliran sungai itu daerah rawan buaya.

"Dari informasi yang kami dapat dari warga, lokasi aliran sungai ini sering muncul buaya. Maka dari itu, untuk mengantisipasi supaya hal yang tidak di inginkan terjadi, pihak kelurahan memasang plang himbauan bertuliskan "Awas Daerah Rawan Buaya" di lokasi," terangnya.

Ditempat terpisah saat di Konfirmasi Lurah Sei Lekop, Raja Risnanda Putra membenarkan bahwa pemasangan plang rawan buaya disana dari pihak kelurahan.

Hal itu dilakukan supaya masyarakat dan beberapa orang yang memancing disana bisa mengetahui lokasi daerah itu rawan buaya.

Pasalnya, lokasi aliran sungai itu merupakan habitat buaya-buaya yang kerap muncul tersebut.

"Kalau warga kita sebenarnya sudah mengetahui di sana rawan ada buaya, karena sering muncul. Tapi kadang ada pendatang yang memancing di sana yang sama sekali tidak mengetahui. Maka dari itu, untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan terjadi, kita pasang plang tersebut," ungkapnya.

Raja juga menambahkan, untuk lokasi rawan adanya buaya di aliran sungai Sei Lekop ada sekitar tiga titik lokasi lagi.

Rencananya tiga titik itu juga akan dipasang plang himbauan yang sama.

"BPDB Bintan rencananya akan menyediakan tiga plang lagi untuk tiga titik lokasi rawan buaya yang ada di Kelurahan Sei Lekop," tutupnya.(TribunBatam.id/Alfandi Simamora)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved