WISATA REMPANG DITUTUP
Kapolsek Galang Batam Minta Warga Rempang Waspada Hoaks
Kapolsek Galang bereaksi terkait kabar yang menyasar Galang serta menyebut sejumlah lokasi wisata ditutup.
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Kapolsek Galang, Iptu Alex Yasral meminta kepada warga Rempang untuk berhati-hati terhadap isu yang beredar.
Termasuk soal kabar yang viral di medsos serta menyebutkan terkait penutupan sejumlah lokasi wisata di Rempang.
Menurutnya, sekarang banyak isu yang beredar dan tidak bisa dipertanggungjawabkan, tidak tahu dari mana asalnya.
"Terkait isu yang beredar di media sosial itu tidak benar, kami sudah cek langsung. Tempat wisata masih buka, dan wisatawan yang mau berkunjung silahkan," ucapnya, Sabtu (26/8/2023).
Masyarakat Rempang menurut Kapolsek Galang bahkan menjamin wisatawan yang mau mengunjungi tempat wisata ini.
Terkait aksi masyarakat yang berada di Jembatan IV dan mengecek penumpang berikut barang bawaan yang hendak memasuki Rempang, Kapolsek menenkan poin penting kepada warga.
Ia menegaskan agar jangan sampai ada pelanggaran hukum yang terjadi di sana.
"Ini makanya sedang duduk ngobrol dengan orang tua kita di sini, harapannya ada solusi terbaik," katanya.
Sani, seorang warga Rempang sebelumnya mengungkap alasan mereka berjaga di Jembatan IV.
Fotografer Tribun Batam, Argianto DA Nugroho melaporkan jika aksi tersebut masih dilakukan sejumlah warga sampai hari ini.
Menurutnya, langkah itu untuk berjaga-jaga agar jangan sampai ada pihak yang memasang patok sebelum ada kesepakatan setelah demo di depan BP Batam, Rabu (23/8/2023).
"Semata-mata berjaga-jaga untuk BP Batam jangan sampai membawa entah anggota mana membenturkan dengan kami terkait pemasangan patok. Artinya, kedatangan mereka bukan untuk berwisata," ucapnya.
Sani menjelaskan, jika ada sejumlah kelompok anggota diduga oknum aparat hingga 7 truk masuk ke kampung mereka, Jumat (25/8).
Tujuh truk itu menurut Sani tersebar pada sejumlah lokasi.
Warga pun mulanya tak curiga dengan kehadiran mereka dan mengizinkan mereka masuk.
"Mereka ini mau latihan gabungan katanya. Kemudian di sini kan ada kawan-kawan yang menjaga kampung juga. Setelah pergi cek, mereka udah selesai gabungannya, tapi ada 3 patok di Rempang Cate," bebernya.
Warga tak mau menuduh lantaran tidak memegang bukti.
Hanya saja warga curiga ketika datang, oknum diduga aparat itu mengaku jika latihan gabungan sudah selesai.
"Tentu jadi tanda tanya bagi kami. Kami merasa kami ini sudah dibenturkan lah, kan tidak bagus," sebutnya.
Sementara LPM Rempang Cate, Rizal mengungkapkan jika ada kesepakatan setelah aksi di depan BP Batam agar tidak ada aktivitas apapun mengenai Rempang Galang.
Ini sebelum adanya tanda tangan bukti sepakat dengan BP Batam.
Baik itu pengukuran, maupun pasang patok.
"Sekarang kan sama-sama menunggu hasil dari kesepakatan itu, termasuk soal relokasi," ujarnya.(TribunBatam.id/Argianto DA Nugroho)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Warga-Rempang-Galang-Batam-berjaga-di-Jembatan-IV.jpg)