MATA LOKAL CORNER
Masyarakat Perlu Menjaring Kualitas Caleg, Agar Jadi Bahan Untuk Memilih Nanti
Mata Local Corner (MLC) Tribun Batam kali ini mendiskusikan dan mengupas tuntas perihal Pengaduan DCS mampukah saring Caleg Berkualitas. Acara ini dip
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah memberikan waktu hingga 28 Agustus 2023 lalu untuk masyarakat memberikan tanggapan Daftar Calon Sementara (DCS) yang diumumkan sebelum nantinya menjadi Daftar Calon Tetap (DCT).
Tanggapan masyarakat ini sangat diperlukan mengenai apa-apa yang diketahui masyarakat tentang calon legislatif (Caleg).
KPU Kepri menerima 10 pengaduan masyarakat yang merujuk pada satu nama. Sementara Kabupaten Kota juga ada beberapa laporan. Di Bintan satu laporan, Lingga lima laporan, Karimun dua laporan Batam dan Anambas satu laporan. Tanggapan ini berpengaruh dan salah satu sarana menyaring Caleg-Caleg berkualitas.
Mata Local Corner (MLC) Tribun Batam kali ini mendiskusikan dan mengupas tuntas perihal Pengaduan DCS mampukah saring Caleg Berkualitas. Acara ini dipimpin oleh Manager Online Tribun Batam, Agus Tri Harsanto.
Ketua DPW PSI Kepri Anto Duha, Anto Duha mengatakan tanggapan masyarakat ini salah satu cara KPU untuk menyaring wakil rakyat di DPRD Kabupaten Kota dan Provinsi. Upaya ini adalah cara yang baik.
"Ketua KPU menceritakan beberapa laporan masyarakat dan beberapa pengawasan Bawaslu. Tentu harapan kita anggota dewan kedepan bisa berjuang buat rakyat," ujar Anto dalam sesi pertama MLC.
Menurutnya, tanggapan masyarakat kepada bacaleg bisa beragam. Bisa mendukung, bisa juga memiliki sisi negatif.
"Tapi itulah masyarakat. Saya kalau turun, masyarakat selalu keluh kesah. Caleg lagi, caleg lagi. Harapan kita caleg ini bisa dicintai oleh masyarakat," katanya.
Anto mengatakan dengan adanya tahapan meminta tanggapan masyarakat ini, mampu menciptkan DPRD berkualitas yang terpilih nantinya. Karena kebanyakan kualitas Caleg dilapangan buruk citranya.
"Bukan hanya koruptor, esensinya bagaimana caleg berkualitas. Bisa mengawasi pemerintah bukan hanya datang duduk," katanya.
Lantas bagaimana PSI menjaring Calegnya? Anto menuturkan awalnya membuka pendaftaran Caleg. Kemudian pihaknya selalu melakukan bimbingan kepada mereka.
"Puji Tuhan lumayan banyak mendaftar. Batam, Dapil 1 yang mendaftar 25 lebih kita melakukan penjaringan. Apabila ada tanggapan dari masyarakat ia menilai ada yang salah dalam Sistem perekrutan calegnya, kualitas caleg atau personnya," katanya.
Kemudian melihat dari minimnya jumlah tanggapan, menurut Anto kemungkinan aturan tahapan tersebut belum tersosialisasi kepada masyarakat. Sehingga hanya orang-orang tertentu yang mengetahui.
"Mungkin ada cara lain KPU melakukan sosialisasi. Kendati demikian ini sudah baik. Walau hanya beberapa laporan tapi kami apresiasi," katanya.
Ia menambahkan KPU bisa melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat. Secara psikologis Caleg ini seperti apa, ini perlu partisipasi mayarakat.
"Harapan kita bagaimana caleg kedepan berkualitas dan berbuat kepada masyarakat. Kita dipartai melakukan seleksi caleg. KPU menilai dan Bawaslu pengawasan," katanya. (TRIBUNBATAM.id / Roma Uly Sianturi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Ketua-DPW-PSI-Kepri-Anto-Duha_.jpg)