KARIMUN TERKINI
Kondisi Hendra Pekerja Bangunan Tersambar Petir di Karimun Masih Kritis
Jadi korban selamat pasca tersambar petir, kondisi Hendra, pekerja bangunan di Karimun kritis. Saat ini masih dirawat di RSUD Muhammad Sani
Penulis: Yeni Hartati | Editor: Dewi Haryati
KARIMUN, TRIBUNBATAM.id - Hendra, pekerja bangunan tersambar petir di Karimun, masih menjalani perawatan di RSUD Muhammad Sani.
Kondisinya kritis. Hendra jadi korban selamat pasca tersambar petir saat bekerja, Senin (18/9/2023) di Kawasan RT 03 RW 03, Kampung Suka Jaya, Kelurahan Sungai Pasir, Kecamatan Meral.
Kapolsek Meral, AKP Kumala Enggar Anjarani mengatakan, kejadian tersambar petir pekerja bangunan itu murni kecelakaan kerja tanpa adanya kelalaian.
"Ada dua pekerja yang tersambar petir. Satu orang dinyatakan meninggal dan satunya masih kritis. Saat ini masih di ruang ICU RSUD Muhammad Sani," ujar AKP Kumala, Selasa (19/9/2023)
Ia mengatakan, kedua korban merupakan pekerja yang berasal dari luar Karimun.
Baca juga: Dua Pekerja Bangunan di Karimun Tersambar Petir, Satu Tewas, Ini Kronologinya
Saat kejadian, keduanya bersama pekerja lainnya sedang melakukan aktivitas kerja.
"Kedua korban kebetulan bukan warga Karimun, yaitu dari Medan dan Lombok," ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, dua pekerja bangunan tersambar petir di Karimun sekitar pukul 09.20 WIB.
Kejadian berawal saat Jefri yang menjadi korban meninggal dalam insiden ini, membawa gerobak yang berisi semen menuju mesin molen ke arah mandor bernama Hendra.
Tak ada hujan, secara tiba-tiba petir menyambar pohon kelapa hingga terbakar bagian tengah dahan, dan melewati tiang penyanggah kabel listrik berwarna hitam.
Saat itu, posisi Jefri yang sedang berjalan sambil mendorong gerobak mendekati kabel langsung tergeletak di tanah merah, lokasi pembangunan perumahan Poros City.
Baca juga: Main HP saat Hujan Deras, Seorang Pemuda di Bali Tewas Tersambar Petir
Lalu Hendra yang berada di mesin molen menghampiri.
Berniat menolong, Hendra sempat terjatuh dengan posisi tertunduk dan menutup kedua telinganya menggunakan tangan.
Ia sempat bangun dan berjalan ke arah Jefri hingga akhirnya terjatuh untuk kedua kalinya sebelum dievakuasi.
"Dari keterangan para saksi di lokasi, petir yang menyambar sangat cepat dan hanya satu kali. Salah satu korban meninggal di lokasi," ujarnya. (TRIBUNBATAM.id / Yeni Hartati)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/18092023pekerja-bangunan-tersambar-petir.jpg)