UANG PALSU DI BATAM

Viral Pedagang di Batam Temukan Uang Palsu, Kejadian di Pasar Tos 3000

Video pedagang di Batam temukan uang palsu viral di medsos. Samosir, pedagang di Pasar Tos 3000 jadi korbannya.

|
Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Hening Sekar Utami
Pedagang di Batam Samosir memperlihatkan beberapa lembar uang yang dicurigai palsu di lapaknya, Pasar Tos 3000, Jodoh, Rabu (4/10/2023). 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Beredar video viral di Batam yang menampilkan seorang pedagang pasar mengimbau masyarakat lewat pengeras suara tentang peredaran uang palsu.

Usut punya usut, ternyata sosok dalam video viral tersebut adalah seorang pedagang buah di Pasar TOS 3000, Jodoh Batam

Ia mengaku menjadi korban penipuan transaksi menggunakan uang palsu di Batam beberapa waktu lalu.

Ceritanya begini, Samosir, pedagang buah tersebut menemukan uang yang dicurigai palsu ketika ia selesai membereskan lapak dagangannya sekitar pukul 14:00 WIB, Sabtu (30/9/2023) lalu.

"Saya lagi beres-beres, istri saya menghitung uang. Mungkin karena sudah bertahun-tahun kerjanya hitung uang, jadi dia langsung tahu, ada beberapa lembar uang yang palsu," ujar Samosir, ketika diwawancarai, pada Rabu (4/9/2023).

Samosir menunjukkan lima lembar uang yang dicurigai palsu yang diperolehnya dari transaksi hari itu.

Ada empat lembar pecahan Rp 100.000 dan satu lembar pecahan Rp 50.000. Salah satu lembar yang merupakan pecahan Rp 50.000 ditemukan di keesokan harinya, yaitu hari Minggu (1/9/2023).

Baca juga: Pria Menganggur di Batam Malah Bikin Uang Palsu, Korbannya Rugi Jutaan Rupiah

"Kalau dilihat-lihat, sepertinya pembeli yang menggunakan uang palsu ini adalah orang yang sama. Tapi saking banyaknya pembeli, saya tidak tahu siapa, yang jelas kayaknya dia orang Batam juga dan tahu jam-jam kapan jualan kita ramai," jelas Samosir.

Lapak buah yang sejak lama didirikannya di Pasar Tos 3000 itu memang terbilang cukup besar. Sehari-hari, bahkan Samosir berjualan dengan dibantu sekitar lima pekerja. Masing-masing pekerja itulah yang bertransaksi langsung dengan pembeli, sementara Samosir bertugas menarik pembeli dengan pengeras suara.

Ketika menemukan adanya uang yang dicurigai palsu, Samosir mengaku kecewa.

Namun, ia masih belum berniat melaporkan hal ini ke pihak berwajib. Ia justru memilih untuk memviralkan terlebih dahulu temuan uang palsu ini ke media sosial, agar masyarakat luas bisa lebih waspada ke depannya.

Baca juga: Awas Tertipu Uang Palsu, Ini Tips Cara Tukar Uang Baru untuk Lebaran yang Aman

"Saya cuma ingin supaya masyarakat tahu, peredaran uang palsu di Batam masih ada. Jadi kalau warga ada menemukan uang palsu juga, jangan diam-diam, viralkan saja, biar nanti pihak yang berwenang yang menindaklanjuti," ujar Samosir.

(TRIBUNBATAM.id/Hening Sekar Utami)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved