KARIMUN TERKINI

Bullying di Karimun Sasar Pelajar, Polisi Datangi Sekolah Beri Sosialisasi

Bullying di Karimun menjadi perhatian khusus polisi. Mereka mendatangi sejumlah sekolah untuk memberi pemahaman dampak perundungan.

Penulis: Yeni Hartati | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Yeni Hartati
BULLYING DI KARIMUN - Anggota Polres Karimun memberi sosialisasi bahaya bullying kepada pelajar SMP Negeri 2 Kundur, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, Jumat (6/10/2023). 

KARIMUN, TRIBUNBATAM.id - Bullying di Karimun menjadi perhatian Polres Karimun.

Mereka mendatangi sekolah untuk memberi sosialisasi bahaya bullying di Karimun.

Anggota Polres Karimun tak ingin kasus bullying yang banyak beredar hingga viral di medsos masuk ke wilayah hukum mereka.

Kapolres Karimun, AKBP Ryky Widya Muharam mengatakan sosialisasi pencegahan bullying ini sejalan dengan program Police Goes to School.

"Hari ini kami sasar tiga sekolah yakni SMK Vidya Sasana, SMP Negeri 2 Kundur dan SMK Negeri 2 Karimun," ujar AKBP Ryky Widya Muharam, Jumat (6/10/2023).

Baca juga: Guru SD Bintan Curhat Bullying Depan Polisi, Mengaku Cemas Kondisi Anak Didik

Dalam sosialisasi tersebut pihaknya menyampaikan materi anti Perundungan (Bully) atau perilaku tidak menyenangkan baik secara verbal fisik ataupun sosial di dunia maya ataupun nyata.

Sehingga hal tersebut yang membuat seseorang merasa tidak nyaman, sakit hati dan tertekan baik yang di lakukan oleh perorangan ataupun kelompok.

"Tujuannya dilaksanakan kegiatan ini untuk memberikan pengetahuan bagi adik adik tentang anti Bullying atau Perundungan baik jenis perundungan, mengenali korban perundungan dan cara mengatasi perundungan," ujarnya.

Menurutnya para pelajar saat ini rentan menjadi pelaku atau korban bullying hingga penganiayaan yang baru saja terjadi di kota besar.

Kapolres Karimun, AKBP Ryky meminta peran orangtua dan guru untuk dapat andil dan mendorong karakter pelajar serta ilmu pengetahuan terhadap bahaya bullying di Karimun.

"Kami berharap, jangan menjadikan teman untuk di bullying yang nantinya akan berakhir dengan kekerasan sehingga berujung keranah hukum, ini butuh peran orang tua dan guru, terutama guru di lingkungan sekolah," ujarnya.

AKBP Ryky juga berpesan agar seluruh pelajar agar rajin belajar, jangan mencari musuh tapi perbanyaklah teman.

"Apabila terjadi masalah tidak pakai emosi, semua permasalahan ada jalan keluarnya, jangan merusak masa depan kalian karena kelak kalian sebagai penerus bangsa," ujarnya.(TRIBUNBATAM.id/Yeni Hartati)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved