Minggu, 26 April 2026

Disperindag Kepri Telusuri Video Viral Ganti Kemasan Beras, Ulah Nakal Karyawan

Disperindag Kepri telusuri video viral pekerja mengemas ulang beras Bulog ke karung beras lain. Disampaikan itu merupakan ulah nakal karyawan

Penulis: Alfandi Simamora | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Alfandi Simamora
Pengawas Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepri, Andri mengatakan, video ganti kemasan beras yang viral di Tanjungpinang itu merupakan ulah nakal karyawan karena ada permasalahan internal dengan pemilik gudang 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Kepri sudah menelusuri terkait video viral pekerja mengemas ulang beras premium berlogo BUMN ke dalam karung beras merek lain.

Pengawas Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kepri, Andri menuturkan, dari penelusuran itu pihaknya mengetahui aktivitas itu dilakukan di gudang Toko Adil yang berada di Km 7 Kota Tanjungpinang.

"Kita sudah menelusuri, dan memanggil pemilik gudang toko Adil yang berada di Km 7 Kota Tanjungpinang untuk memberikan klarifikasi," katanya, Jumat (13/10/2023).

Dari hasil klarifikasi yang disampaikan, ternyata video viral itu tidak benar. Itu merupakan ulah karyawan toko, karena ada masalah internal antara karyawan dengan pemilik toko atau pelaku usaha.

Sebab pemilik toko tidak menugaskan karyawannya untuk mengemas sesuai dengan video yang viral tersebut.

"Jadi itu memang kenakalan dari karyawannya, karena ada masalah interen," terangnya.

Baca juga: Bulog Tanjungpinang Tanggapi Video Viral, Imbau Warga Waspada saat Membeli Beras

Ditanya mengapa toko memiliki sejumlah karung kemasan beras merek lain, Andri mengatakan PT Adil memang memiliki izin terhadap beras-beras yang mereka kemas.

Ada sebanyak 6 merek beras yang bisa mereka kemas sendiri, dan ada mesin pengemasan yang juga sudah berizin.

Beras-beras yang bisa mereka kemas sendiri dibeli, dan didatangkan langsung dari Kota Subang, Provinsi Jawa Barat.

"Kita sudah cek langsung izinnya, dan memang benar memiliki izin pengemasan enam merek beras yang didatangkan itu," terangnya.

Disinggung apakah nanti akan dilakukan uji kualitas beras di Toko Adil pasca video viral, Andri menuturkan bahwa pihaknya sudah melakukan uji beras bulan Februari 2023.

"Kita sudah melakukan uji beras di sana akhir bulan Februari 2023 lalu, sehingga tidak perlu melakukan uji kualitas beras lagi.

Soalnya video viral itu sudah jelas bahwasanya video itu hanya rekayasa," ucapnya.

Ia tidak lupa mengimbau kepada pelaku usaha untuk tidak mencoba mengganti kemasan beras.

Baca juga: Polisi Selidiki Video Viral Aktivitas Ganti Kemasan Beras Bulog di Tanjungpinang

Pasalnya, ada sanksi yang akan diberikan sesuai dengan undang-undang perlindungan konsumen.

"Sanksi yang diberikan berupa administrasi, dan teguran keras," ungkapnya.

Lebih lanjut Andri menyebut pihaknya akan mendalami apakah beras yang diganti kemasannya itu sudah beredar di masyarakat.

"Sebab pelaku usaha juga agak sulit memantau pekerja di lapangan. Tapi sejauh ini kita sudah mengambil sampel dihitung beratnya pas," tutupnya. (tribunbatam.id/Alfandi Simamora)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved