Sabtu, 25 April 2026

BINTAN TERKINI

Kronologi Kecelakaan Kerja di Bintan, Diduga Karena Tersentrum Listrik

Kepada Tribun Batam Marganda mengucapkan, dari hasil visum, terdapat luka atau goresan di tangan sebelah kiri korban.

Penulis: ronnye lodo laleng | Editor: Eko Setiawan
TribunBatam.id/Ronnye Lodo Laleng
KECELAKAAN KERJA DI BINTAN - Kasat Reskrim Polres Bintan, AKP Marganda Pandapotan mengungkap kronologis warga Batam yang tewas dalam kecelakaan kerja di Bintan, Selasa (21/11/2023). 

TRIBUNBATAM.id, BINTAN -  Polisi menduga Steven Nandito Lampus tewas karena kesetrum listrik.


Hal itu disampai oleh, Kasat Reskrim Polres Bintan, AKP Marganda Pandapotan.


Kepada Tribun Batam Marganda mengucapkan, dari hasil visum, terdapat luka atau goresan di tangan sebelah kiri korban.


Beberapa luka robek dibagian kepala, termasuk ada bekas setrum di tubuhnya.


"Ada lebam dan bengkak di bagian pinggang sebelah kiri, dan terdapat bercak darah di bagian punggung kanan," sebut Marganda, Rabu (22/11/2023).

 

Sejauh ini, pihaknya sementara melakukan penyelidikan lebih lanjut.


Sementara keluarga korban tidak mempersoalkan adanya peristiwa itu.


"Keluarga menolak melakukan autopsi terhadap jenazah,” jelasnya.


Pada kesempatan itu, Marganda menceritakan secara singkat kronologis kecelakaan kerja.


Pada saat itu, Hengki teman kerja korban meminta mengambilkan baut saat korban masih berada di bawah. 


Tanpa berpikir panjang, korban kemudian naik ke atas scaffolding.


Tiba-tiba  korban mengalami kejang. Hengki sempat menghampiri hingga memegang baju korban.


Hengki kemudian, merasakan adanya arus listrik di baju korban. Dia lantas melapas korban hingga akhirnya terjatuh.


"Korban, sudah dikembalikan ke orangtuanya. Dan jenazah sudah dikebumikan,” kata Marganda.


Sebelumnya diberitakan, pekerja proyek pembangunan Indigo Hotel, kawasan Lagoi Bay, Lagoi, bernama Steven Nandito Lampus tewas.


Pria 27 itu, tewas usai terjatuh dari scaffolding di lokasi proyek pada Selasa (21/11/2023) sekira pukul 14.30 WIB. 


Warga Batam ini sempat dilarikan ke RSJKO Engku Haji Daud (EHD) Tanjunguban, namun nyawanya tak tertolong.


Pengawas lapangan proyek, I Komang Gede Dharma Yasa mengatakan, sebelum meninggal dunia, korban sedang melakukan aktivitas las.


"Korban saat itu sementara memasang knalpot dari pompa disel. Knalpot ini gunanya untuk mengeluarkan udara panas yang dihasilkan pompa disel," katanya.


Begitu ditanya soal kronologi, pria yang akrab disapa Mangde itu mengatakan, tidak tau kejadiannya. Waktu kejadian dirinya ada di tempat lain.


Dirinya baru bergegas ke lokasi setelah mendengar teriakan dari seorang pekerja. Setiba di lokasi, dia melihat korban sudah tergeletak di lantai. 


"Saya kemudian langsung lari ke kantor untuk mengambil mobil. Dan melakukan pertolongan pertama kepada korban," ucapnya.


Mangde tidak sendirian, ia bersama beberapa karyawan mengantar korban ke rumah sakit.


Salah satu pekerja bernama Hengki mengatakan, korban diduga kesetrum sebelum terjatuh. 


"Korban terjatuh dari ketinggian kurang lebih 1,7 meter. Dia mengalami luka di kepala," tuturnya.


Selain itu, dia juga mendengar suara teriakan. Teriakan itu membuatnya bergegas menuju ke lokasi kejadian. 


Di lokasi, dia melihat korban sudah tergeletak di lantai dengan darah keluar dari bagian kepala. 


"Kondisinya telentang, masih bernafas," tuturnya.


Dia menduga, korban kesetrum sebelum terjatuh. 


"Saya langsung cabut kontak listrik di sana," jelasnya. (ron).

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved