Jumat, 17 April 2026

TANJUNGPINANG TERKINI

Sampah di Tanjungpinang Sumbat Drainase Batu 7, Terkumpul Ribuan Kubik

Sampah di Tanjungpinang terkumpul ribuan kubik setelah petugas membersihkan drainase Batu 7 sejak 4 Desember 2023.

TribunBatam.id/Rahma Tika
SAMPAH DI TANJUNGPINANG - Petugas membersihkan saluran drainase di Batu 7, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Kamis (14/12/2023). 

TRIBUNBATAM.id,TANJUNGPINANG - Sampah di Tanjungpinang yang menyumbat drainase Batu 7 akhirnya dibersihkan.

Sedikitnya 600 orang membersihkan sampah dan lumpur yang berkumpul di drainase Batu 7 Tanjungpinang.

Tak main-main, sampah di Tanjungpinang yang terkumpul mencapai 1.350 kubik.

Aksi bersih-bersih ini sudah dilaksanakan sejak 4 Desember 2023.

Sementara sedimen tanah dan lumpur yang berhasil dibersihkan melalui kegiatan tersebut terangkat sedikitnya 60 lori.

Ribuan kubik sampah dan puluhan lori sedimen tanah bercampur lumpur yang terangkat dari saluran drainase memperlihatkan fakta bahwa salah satu penyebab munculnya banjir adalah tersumbatnya saluran drainase.

Plastik dan botol bekas minuman, merupakan jenis sampah yang banyak ditemukan di parit.

“Melihat kondisi ini kita ingin masyarakat aktif untuk ikut menjaga kebersihan lingkungan, dengan tidak membuang sampah sembarangan,” ucap Kadiskominfo Tanjungpinang, Teguh, Kamis (14/12/2023).

Banyaknya sampah plastik dan botol bekas yang menyumbat saluran drainase ini menyebabkan tumpukan lumpur.

Saat pihaknya turun lapangan lumpur paling banyak yang diangkat di saluran drainase berada di kawasan Bintan Center.

“Dalam satu hari, pekerja kegiatan padat karya berhasil mengangkat sekitar 6 lori sedimen tanah bercampur lumpur di lokasi tersebut,” ungkapnya.

Berjalannya kegiatan padat karya dalam membersihkan saluran drainase ini diakui sudah dapat mengurangi potensi terjadinya banjir di beberap ruas jalan.

Selain ingin memberikan dampak ekonomi pada warga pra sejahtera yang tergabung dalam beberapa kelompok swadaya masyarakat, pembersihan saluran drainase dilasanakan secara menyeluruh.

Artinya, kegiatan padat karya dapat menjangkau kawasan yang lebih luas, termasuk parit-parit kecil di sekitar pemukiman warga.

“Banyak ditemukan parit atau saluran drainase yang sama sekali tidak berfungsi karena tertutup sampah. Kegiatan padat karya masih terus berlanjut,” tukasnya.(TRIBUNBATAM.id/Rahma Tika)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved