Sabtu, 18 April 2026

MATA LOKAL CORNER

Usai Debat Capres, Rahman Sebut Cuplikan di Medsos Lebih Dahsyat Dampaknya

Menurutnya dari debat pertama ini belum bisa menentukan pilihannya. Seandainya ada survey, lima hari pasca debat, pilihan masyarakat juga bisa saja be

Editor: Eko Setiawan
TribunBatam.id/Argianto DA Nugroho
Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAIN Sultan Abdurrahman Kepri, Abdul Rahman Mawazi 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAIN Sultan Abdurrahman Kepri, Abdul Rahman Mawazi mengatakan pasca debat grup Whatshapp mulai ramai. Seluruh pendukung ketiga paslon mengaku semuanya terbaik.


"Saya yakin ini dimainkan oleh tim kampanye. Debat ini saya lihat ajang kampanye. Ada materi pada sikap, ada juga yang mempengaruhi pola pikir. Ada beberapa pendukung beralih dukungannya, ada yang semakin kuat, ada yang punya pilihan tapi semakin mengambang. Ini menjadi PR disetiap segmen kampanye. Tidak semua lantas diterima. Tidak ada urusan dengan koruptor misalnya," ujar pria yang akrab disapa Rahman ini.


Rahman juga yakin pasca debat, cuplikan di Whatshapp lebih dahsyat dampaknya daripada debatnya langsung.

Cuplikan-cuplikan yang di share di grup Whatshapp saling klaim siapa yang paling unggul.


"Masih ada 4 sesi lagi yang menentukan. Saya melihat tiga calon ini biasa saja, tak ada yang istimewa. Tiga pasangan calon ini ada unek-unek yang telah lama disimpan dan dibahas sehingga jatuhnya saling sindir," kata Rahman dalam Mata Local Corner (MLC) Tribun Batam, Kamis (14/12/2023).


Menurutnya dari debat pertama ini belum bisa menentukan pilihannya. Seandainya ada survey, lima hari pasca debat, pilihan masyarakat juga bisa saja berubah.


"Dari sisi saya menilai, pertama retorika yang paling bagus adalah Anies karena beliau seorang akademisi. Kedua Ganjar karena beliau adalah politisi. Ketiga Pak Prabowo. Dari 2009 maju, pak Prabowo tegas menurut saya," katanya.


Retorika itu adalah seni berkomunikasi. Yang paling bagus, Anies, kedua Ganjar ketiga Prabowo. Lantatan Prabowo memiliki sifat yang tegas.


"Dari tiga orang yang belum punya niatan Presiden adalah Ganjar. Pak Prabowo sering. Nama Ganjar baru muncul. Yang paling menarik di media sosial, adalah dibalik layarnya. Ada yang memposting Gibran, ada yang memposting pendukung dilapangannya. Bisa jadi melihat postingan dibalik layar bisa mempengaruhi pemilihnya,"paparnya.


Usai melihat cuplikan video ketiga paslon, Rahman menilai ketiga paslon memiliki karakteristik masing-masing. Ada yang tegas, tenang dan lembut. Untuk pemantik, juaranya Prabowo.


Ia menyarankan Tim pemenangan menyelenggarakan nobar sesering mungkin dan membuat konten yang sisi baiknya. Timses didaerah silahkan membuat konten yang baik, jadi jangan dipusat saja.


"Ketika 5 debat nanti sudah berjalan, disitulah pemilih bisa memilihkan pilihan," katanya.


Sementara itu terkait IKN, Rahman menilai adalah jualan disetiap pemilu. Ia mengibaratkan seperti jembatan Babin. Program kerjanya siapapun adalah proses memainkan isu.


"Ada beberapa hal bisa diselesaikan dengan jalur politis, tapi bisa juga dari hukum," katanya. (TRIBUNBATAM.id / Roma Uly Sianturi)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved