Minggu, 7 Juni 2026

Tabrakan Kereta Api di Bandung

Korban Kecelakaan Kereta Api di Cicalengka Tinggalkan Istri Baru Siap Melahirkan

Satu korban tewas kecelakaan kereta Turangga dan Lokal Bandung Raya di Cicalengka bernama Ardiansyah meninggalkan istri yang baru siap melahirkan.

Tayang: | Diperbarui:
TribunBatam.id via TribunJabar.id
KECELAKAAN KERETA API DI CICALENGKA BANDUNG - Kolase foto kecelakaan kereta api Turangga dengan kereta api Lokal Bandung Raya di Cicalengka, Bandung, Jabar, Jumat (5/1/2024). Tampak foto Ardiansyah, satu di antara korban tewas dalam kecelakaan hari ini. 

TRIBUNBATAM.id, JABAR - Korban kecelakaan kereta api Turangga dan kereta api Lokal Bandung Raya di Cicalengka, Jawa Barat (Jabar), Jumat (5/1/2024) mengungkap kisah pilu.

Empat orang dilaporkan meninggal dunia dalam kecelakaan kereta di Jabar itu.

Satu di antara korban itu ialah Ardiansyah.

Pria 30 tahun itu berprofesi sebagai train attendant atau biasa disebut prama/pramugara kereta api Turangga.

Ardiansyah merupakan warga Kampung Balekambang RT 02/RW 26, Sukamaju, Majalaya, Kabupaten Bandung.

Ia meninggalkan istri dan dua orang anak yang masih kecil.

Yang bikin sedih, istrinya diketahui baru melahirkan anak keduannya dua pekan lalu.

Adriansyah tetap harus melaksanakan tugasnya di luar kota setelah kelahiran anak keduanya.

Kakak ipar korban, Robby Dzulfaqor Noor (34) mengungkap kondisi itu kepada TribunJabar.id (Tribun Network).

"Almarhum tinggalkan dua anak pertama yaitu kelas 1 SD dan kedua baru dua minggu, istrinya baru lahiran," ucap Robby, Jumat (5/1/2024).

Korban meninggalkan sang istri yang juga tengah berjuang ditengah penyembuhan luka caesar saat melahirkan.

Ardiansyah sedianya pulang setelah bertugas hari ini, namun nahas sang Istri dan keluarga justru menerima kabar duka.

Istri Ardiansyah dijaga oleh kakak perempuannya selama ia bertugas.

Baca juga: Update Kecelakaan Kereta Api Vs Mobil di Lumajang, Korban Tewas Bertambah Jadi 14 Orang

Di sisi lain, Adik korban, Bagas (27), menilai Adriansyah sebagai sosok yang hangat kepada keluarga.

Ia pun mengaku tak menyangka sang kakak menjadi korban kecelakaan kereta itu.

"Almarhum sosok yang hangat dan selalu ada untuk keluarganya," ujarnya, Jumat (5/1/2024).

Bagas mengatakan, korban merupakan orang yang cukup humoris dan tidak pernah memperlihatkan keluh kesah di depan keluarganya.

"Sosok yang periang dan beliau selalu ada ketika saya butuh sosok yang menemani," ucapnya.

Ardiansyah juga diketahui baru dua pekan bekerja sebagai pramugara.

Ia sebelumnya sempat mengundurkan diri sebagai pramugara setelah bekerja selama satu tahun setengah.

Baca juga: Jasa Raharja Jamin Korban Kecelakaan Kereta Api Brantas yang Tabrak Kontainer di Semarang

Namun, pria berusia 30 tahun itu kembali menjadi bagian dari PT KAI dua minggu lalu, tepat sebelum sang Istri melahirkan.

TANGIS Keluarga Korban Kecelakaan Kereta di Bandung Pecah

Nunung Nurhayati (60) dan Endang Kurnia (65), orang tua Adriansyah menangis tersedu-sedu mengetahui kabar sang anak.

Nurhayati terus memanggil nama anaknya sambil membenamkan wajahnya.

"Mamah jeung saha (Mamah nanti dengan siapa)?" kata Nunung Nurhayati sambil terus menangis, Jumat, dikutip dari TribunJabar.id.

Suaminya, Endang Kurnia, tampak mencoba menenangkan Nurhayati sambil terus merangkulnya.

Tak hanya Endang, sejumlah orang berseragam PT Kereta Api Indonesia (KAI) juga mencoba mendekatinya dan menengakan wanita berusia 60 tahun itu.

Baca juga: Ratusan Orang Tewas Dalam Kecelakaan Kereta di India, Saksi Rasakan Getaran

Kakak ipar Ardiansyah, Robby Dzulfaqor Noor (34) mengatakan, tak ada firasat apapun yang dirasakan keluarganya sebelum sepeninggalan Pramugara KA Turangga itu.

Namun, kata Robby, ada gelagat beda atau aneh yang ditunjukan Ardiansyah belakangan ini sebelum meninggal.

"Enggak ada (firasat) yang aneh, cuman kata Mamah, almarhum itu ke istrinya ada yang beda, lebih manja, romantis," kata Robby, Jumat.

Korban Tewas Kecelakaan Kereta di Jabar

Adapun rincian empat korban yang tewas dalam tabrakan kereta adalah masinis, asisten masinis, pramugara ,serta seorang security/petugas keamanan.

Tiga korban tewas telah dievakuasi ke rumah sakit.

Menurut informasi yang dihimpun Tribunnews.com hingga berita ini ditulis, masih ada satu orang yang belum dievakuasi karena terjepit di rangkaian kereta.

Selain empat korban meninggal dunia, terdapat 37 orang yang mengalami luka ringan.

Baca juga: Ratusan Orang Tewas Dalam Kecelakaan Kereta di India, Saksi Rasakan Getaran

Para korban luka-luka telah mendapatkan perawatan dan dibawa ke empat RS.

Yakni, sebanyak 32 orang dirawat di RSUD Cicalengka, dua orang di RS Edelweis, dua orang di RS AMC, dan satu orang di RS Santosa.

Adapun total penumpang KA Turangga sebanyak 287 orang dan KA Commuterline sebanyak 191 penumpang.

Data sementara korban tewas berdasarkan keterangan Polda Jawa Barat.

1. Masinis KA KRD Lokal Padalarang-Cicalengka atas nama Julian Dwi Setiyono;

2. Asisten Masinis KA KRD Lokal Padalarang-Cicalengka atas nama Ponisan;

3. Pramugara KA Turangga atas nama Adriansyah (30 tahun);

4. Petugas keamanan Enjang Yudi (proses evakuasi).(TribunBatam.id) (TribunJabar.id/Milani Resti Dilanggi)

Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved