Rabu, 22 April 2026

TANJUNGPINANG TERKINI

Menteri Agama Yaqut Kunjungi Pagoda Sata Sahasra Buddha, Ini Harapannya

Prasasti Pagoda Sata-Sahasra Buddha Yayasan Maitri Paramita Km 14, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepri, Minggu (14/01/2024) Ditandatangani Menteri Agam

|
Penulis: Alfandi Simamora | Editor: Eko Setiawan
TribunBatam.id/Alfandi Simamora
Menteri Agama Republik Indonesia (Menag RI), Yaqut Cholil Qoumas berkeliling Pagoda Sata-Sahasra Buddha Yayasan Maitri Paramita Km 14, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepri setelah penandatanganan prasasti, Minggu (14/01/2024). 

TRIBUNBATAM.id, Tanjungpinang - Menteri Agama Republik Indonesia (RI), Yaqut Cholil Qoumas melakukan penandatanganan Prasasti Pagoda Sata-Sahasra Buddha Yayasan Maitri Paramita Km 14, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepri, Minggu (14/01/2024).

Penandatangan itu dilakukan setelah sebelumnya Menag RI berhalangan melakukan peresmian pada tanggal 08 Juli 2023 lalu.

Berbicara mengenai Pagoda Sata-Sahasra Buddha Yayasan Maitri Paramita, pagoda ini terletak disebelah Vihara Avalokitesvara Graha.

Pagoda yang berada di Kota Tanjungpinang ini memiliki tinggi sekitar 46,90 meter, saat ini merupakan pagoda tertinggi di Indonesia.

Pagoda ini memiliki 9 lantai dengan difasilitasi lift dan tangga untuk naik keatas, serta sudah mendapatkan rekor Muri dengan pemasangan keramik motif Buddha terbanyak.

Dimana jumlahnya ada 20.708 buah, terpasang di dinding mulai dari lantai 1 hingga lantai 9.

Pembangunan pagoda ini sendiri, mulai dibangun sejak 24 Juni 2016 itu seluruh patung yang ada di dalamnya diimpor dari China.

Patung-patung itu, ada patung Buddha Amitabha, Buddha Sakyamuni, dan Buddha Bhaisjyaguru.

Bangunan pagoda di atas lahan 10,4 hektare ini  mampu menampung 2.000 ummat yang sembahyang atau beribadah di sini.

Lokasinya terletak di pinggir jalan Km 14 Kota Tanjungpinang, dan memudahkan pengunjung menjumpai bangunan megah yang di dalamnya ada vihara terbesar se Asia Tenggara.

Baca juga: Menag Yaqut Cholil Qoumas ke Tanjungpinang Tepati Janji Teken Prasasti Pagoda

Ketika memasuki bangunan pagoda, kita akan langsung terkagum dengan penampakan tiga buah patung Buddha berukuran besar dengan warna putih bersih, yakni Buddha bhaisajyaguru, buddha shakyamuni, buddha amitabha.

Selain dijadikan tempat ibadah ummat Buddha, Pagoda Sata Sahasra Buddha juga menjadi icon wisata Buddha di Tanjungpinang. Pengunjung dari mana saja bisa datang ke sini untuk menikmati pemandangan dari atas bangunan. 

Hal itu juga yang menjadi harapan Menteri Agama Republik Indonesia (RI),  Yaqut Cholil Qoumas, supaya umat beraga lain bisa masuk dan berkunjung di Pagoda Sata-Sahasra Buddha.

Sehingga menjadi salah satu pusat untuk melakukan hubungan persaudaraan antar umat beragama.

"Tadi saya minta supaya umat-umat agama lain juga bisa diperbolehkan untuk masuk. Salah satunya untuk sekedar belajar dan berkunjung. Saya kira itu akan memperkuat kesatuan dan persatuan bangsa serta menjadi mercusuar keberagamaan terutama di kepri," harapnya.

Sementara itu, Sekda Provinsi Kepri, Adi Prihantara menuturkan, bahwa Pagoda Sata-Sahasra Buddha sudah diresmikan
pada tanggal 8 Juli 2023 lalu, dan saat ini Menag RI melakukan penandatangan prasastinya.

"Jadi pak metri sebelumnya sudah berjanji untuk menandatangi dan hari ini dilakukan penandatangannya. Setelah itu langsung pulang ke jakarta melalui batam,” jelasnya.

Menurutnya, dengan sudah diresmikan dan dilakukan penandatanganan prasasti,  merupakan bagian daripada dukungan untuk pariwisata di Provinsi Kepri.

"Pagoda Sata-Sahasra Buddha bagian  daripada untuk mendukung pariwisata di Provinsi Kepri, khususnya di kota Tanjungpinang," harapnya.

Sementara itu, dari berita Tribunbatam.id sebelumnya Ketua Pembina Yayasan Maitri Paramita, Hengky bercerita bahwa asal muasal dibangunnya Pagoda Sata Sahasra Buddha, yang mana dulu luas lahan yang ada hanya sekitar 2 hektare pada tahun 2001.

Dulunya Hengky memiliki suhu yang lima tahun silam meninggal dunia di usia 100 tahun, ia yang pertama kali mencetuskan hadirnya pagoda tersebut.

“Suhu ini mengajak saya untuk bangun pagoda, saya akhirnya ikut beliau kurang lebih 50 tahun, pagoda ini ada mulanya karena pembangunan wihara di kota terkendala administrasi, makanya muncullah pembangunan pagoda, urusan tentang Buddha tidak sedikit, kita mulai dari tahun 73," ungkapnya.

Selama pembangunan pagoda, Hengky tak bisa berkata - kata, rasa senang dan terharu ia curahkan demi pagoda ini bisa berguna bagi orang lain terutama umat Buddha. Terlebih lagi semua patung yang ada di pagoda didatangkan langsung dari luar negeri. 

“Selama ini tidak ada kendala, karena memang niat kita ibadah pengiriman patung pun dipermudah sampai ke sini, karena kita kan wihara tidak susah untuk mengurus pengiriman,” sebutnya.

Bahkan, yang menjadi perbedaan Pagoda Sata Sahasra Buddha dengan pagoda lainnya adalah dari segi cetakan puluh ribuan patung yang belum ada di dunia.

"Ini kita pabrikan dan dicetak di china, proses pembuatannta juga dengan cara dibakar, kemudian setiap patung tidak sama, sehingga ada seni tersendiri,” jelasnya.

Henky menambahkan, pagoda yang terletak disebelah Vihara Avalokitesvara Graha ini akan dibuka untuk umum.

"Pagoda ini nanti bisa digunakan untuk masyarakat umum, baik untuk berwisata maupun sembahyang,” tutupnya.(als)

 

Baca berita lainya di Google News

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved