Kamis, 11 Juni 2026

RAMADAN

Mengenal Sejarah Puasa Ramadan Beserta Keutamaannya

Berikut sejarah puasa Ramadan. Nabi Nuh AS menjadi orang pertama yang berpuasa pada bulan Ramadan sebagai tanda syukurnya kepada Allah SWT

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Dewi Haryati
Freepik.com
PUASA RAMADAN - Ilustrasi. Berikut sejarah puasa Ramadan 

TRIBUNBATAM.id - Ramadan 2024 tinggal sebentar lagi, perkiraannya jatuh pada Maret mendatang.

Di bulan Ramadan, umat Islam diwajibkan untuk berpuasa.

Nah, ada baiknya sebagai Muslim kita mengulang kembali pengetahuan terkait sejarah puasa Ramadan, sebelum Ramadan 1445 Hijriah datang.

Adapun puasa Ramadan termasuk rukun Islam setelah mengucap dua kalimat syahadat dan mendirikan salat.

Baca juga: Daftar Sembilan Peluang Bisnis di Bulan Ramadan yang Menjanjikan, Silakan Dicoba

Kewajiban berpuasa telah lama ada sebelum zaman kerasulan Nabi Muhammad SAW.

Dikutip dari laman mtsmu2bakid.sch.id, berikut sejarah puasa Ramadan yang dijelaskan Waka Kurikulum MTs Miftahul Ulum 2 Bakid Lumajang Husen dalam podcast Ramadan 2023 lalu.

Informasi terkait sejarah puasa Ramadan ini juga dikutip TribunBatam.id dari berbagai sumber lainnya.

Menurut Imam al-Qurthubi seperti yang dikutip dalam buku “Misteri Bulan Ramadhan” karya Yusuf Burhanudin menyebut, Nabi Nuh AS adalah orang pertama yang berpuasa pada bulan Ramadan.

Nabi Nuh melakukan puasa itu setelah turun dari bahteranya, setelah badai menghantam negeri kaumnya.

Puasa pada zaman Nabi Nuh dilakukan sebagai tanda syukur kepada Allah SWT atas keselamatan dirinya dan kaumnya dari badai dan banjir.

Adapun sejarah kewajiban puasa Ramadan saat ini tidak terlepas dari peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW ke Madinah.

Kala itu Rasulullah melihat orang-orang Yahudi berpuasa pada 10 Muharram.

Mereka berpuasa sebagai bentuk syukur karena Allah telah menyelamatkan Nabi Musa AS dan kaumnya dari serangan Firaun.

Perintah Puasa Ramadan

Sebelum turunnya ayat Al Quran yang mewajibkan puasa Ramadan, umat Islam biasanya berpuasa wajib pada tanggal 10 Muharram atau yang dikenal dengan hari Asyura.

Awalnya, siapa pun yang ingin berpuasa boleh melakukannya, dan siapa pun yang ingin membatalkan puasanya diperbolehkan dan hanya perlu menggantinya dengan memberi makan orang miskin.

Namun akhirnya, Allah memerintahkan seluruh umat Islam yang sehat dan tidak dalam perjalanan untuk berpuasa Ramadan dan tidak boleh memilih untuk berbuka hingga matahari terbenam.

Bagi mereka yang lanjut usia, masih diberikan keringanan untuk berbuka dengan syarat tetap memberikan makanan untuk orang miskin.

Hal ini disebutkan dalam potongan ayat Al Quran, Surat Al Baqarah: 185 yang tertulis:

Baca juga: 9 Daftar Kebutuhan Ramadan yang Perlu Disiapkan di Rumah agar Puasa Makin Lancar

فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ

Artinya: “Barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, Maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu”

Adapun perintah puasa Ramadan bagi umat Islam terjadi pada tahun kedua Hijriah. Tepatnya pada Senin tanggal 10 Syaban.

Di tahun itu, Nabi Muhammad SAW baru saja menerima perintah untuk mengubah arah kiblat dari Baitul Maqdis di Palestina ke arah Masjidil Haram di Makkah.

Sejak ada perintah puasa Ramadan, Rasulullah SAW mulai menunaikan ibadah puasa Ramadan sepanjang hidupnya. Setidaknya Rasulullah SAW telah berpuasa sebanyak sembilan kali Ramadan.

Sementara itu salah satu dalil terkait kewajiban puasa Ramadan terdapat dalam Al-Quran, yaitu Surat Al-Baqarah ayat 183.

Allah SWT berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa. (QS. Al Baqarah: 183).

Puasa Ramadan merupakan amalan wajib bagi tiap muslim sebagaimana hadist:

"Barangsiapa yang tidak berpuasa sehari di bulan Ramadan, tanpa ada alasan yang dibenarkan oleh Allah, maka dia tidak bisa menggantinya meski dengan puasa setahun," (HR Abu Dawud).

Keutamaan puasa

Berikut di antara keutamaan ibadah puasa:

1. Puasa adalah jalan meraih ketakwaan

2. Bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah dari aroma kasturi

Baca juga: Mengapa Umat Islam harus Berpuasa di Bulan Ramadan? Berikut Penjelasannya

3. Meraih dua kebahagiaan dengan puasa, yaitu kebahagiaan ketika berbuka dan ketika berjumpa dengan Allah tabaraka wa ta’ala

4. Doa orang yang berpuasa tidak akan ditolak. (*/tribunbatam.id/dewi haryati)

Baca berita Tribun Batam lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved