Selasa, 5 Mei 2026

SIDAK BERAS DI BATAM

Gubernur Kepri Sidak Gudang Bulog Batam, Ansar Pastikan Stok Beras Aman hingga Lebaran

Gubernur Kepri Ansar Ahmad dan Kepala BI Kepri Suryono sidak gudang Bulog di Batam, Selasa (27/2). Hasil sidak,stok beras di Batam aman hingga Lebaran

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Beres Lumbantobing
SIDAK - Gubernur Kepri Ansar Ahmad didampingi Kepala BI Kepri Suryono saat sidak gudang Bulog Batam, Selasa (27/2/2024) 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Gubernur Kepri, Ansar Ahmad dan Kepala BI Wilayah Kepri, Suryono didampingi Danlanud Hang Nadim memastikan stok beras Bulog di Kepri masih aman terkendali.

Mereka mendatangi gudang Bulog di Batu Ampar Batam, Selasa (27/2/2024). Di gudang Bulog, ada Kepala Bulog wilayah Batam Tanjung Balai Karimun, dan Kepala Bulog wilayah Tanjungpinang Bintan.

Dalam sidak itu, gudang beras Bulog ditinjau. Tumpukan beras yang ada, dicek.

Kegiatan yang dilakukan ini untuk memastikan stok beras bulog di Kepri aman. Disamping itu juga untuk menjawab isu kelangkaan beras serta kenaikan harga beras Bulog.

Baca juga: Bulog Pastikan Stok Beras Bulog di Batam Aman, Maret Bakal Tambah 3.000 Ton Lagi

“Kami datang langsung ke gudang Bulog ini untuk memastikan persediaan Bulog di Kepri aman dan tersedia. Kami berkoordinasi dengan kepala Bulog, untuk mengetahui persediaan saat ini,” ujar Ansar di loksai.

Di samping itu, ia juga menjawab isu kelangkaan beras yang terjadi.

“Jadi, tidak ada kelangkaan. Masyarakat tak perlu panic buying. Stok masih aman,” tegasnya.

Ansar mengatakan stok beras Bulog di Gudang Bulog Batam masih mencukupi hingga 4 bulan mendatang. Dengan begitu, stok beras di Batam dalam kondisi aman hingga Lebaran nanti.

Lebih lanjut, Ansar mengatakan Pemerintah Provinsi Kepri akan mengintruksikan seluruh jajaran ASN bahkan vertikal untuk menggerakkan gerakan tanam cabai di rumah.

“Kami akan gerakkan seluruh ASN di Kepri untuk menanam cabai di rumah masing-masing. Jika punya sepetak tanah, maka manfaatkan untuk menanam cabai. Atau menanam cabai menggunakan polibet,” katanya.

Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan data dari BPS, ada kenaikan inflasi di Kepri. Tercatat inflasi Kepri di angka 3,38 persen.

Baca juga: BREAKING NEWS - Gubernur Kepri Ansar Ahmad dan BI Kepri Sidak Gudang Bulog di Batam

Ada beberapa sektor penyumbang inflasi, pertama kenaikan tarif parkir di Batam, kenaikan tabung gas elpigi 3 kg serta tarif rumah sakit.

Untuk tiga sektor penyumbang inflasi itu, ia meminta kepala daerah agar mengevaluasi kebijakan itu. Sehingga kebijakan pusat dengan daerah dapat selaras, yakni menekan angka kenaikan inflasi di daerah.

Terkait persoalan harga sembako dan cabai di Anambas, Ansar menjawab terjadi kenaikan yang signifikan hingga diangka Rp 110 ribu per kg.

Maka untuk mengatasi itu, pihaknya akan melakukan kajian terkait kondisi neraca permintaan.

“Kami akan kaji dan bahas dimana letak persoalannya. Kalau memang masalah transportasi, bila perlu kapal ikan kita gunakan untuk mengangkutnya ke sana,” katanya.

Mendampingi Gubernur Kepri, Kepala Bank Indonesia (BI) menyampaikan hal yang sama yakni bersama-sama untuk menjaga inflasi di Kepri.

“Komoditas cabai, kami saat ini punya program gerakan sekolah menanam cabai untuk SMA/SMK. Ini akan kami perluas terus recovery-nya, kami kembangkan. Dan mudah-mudahan ini bisa mendukung pasokan pangan di Kepri,” kata Kepala BI Kepri, Suryono.

Di samping persolan kenaikan inflasi, pihaknya juga melakukan komunikasi ke masyarakat.

“Kami bulan lalu menggandeng komisi 2, mitra kami. Kami berkordinasi untuk memikirkan dan mensosialisasikan kenaikan inflasi yang terjadi saat ini,” ucapnya.

Ia melanjutkan, komoditi seperti sayuran bayam, tomat, dapat menjadi faktor penyumbang inflasi di Kepri.(TRIBUNBATAM.ID/bereslumbantobing)

Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google News

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved