Sabtu, 30 Mei 2026

KHAZANAH ISLAM

Tata Cara, Niat, dan Doa Lengkap Sholat Hajat agar Keinginan Dikabulkan

Sholat Hajat adalah sholat sunnah untuk memohon kebutuhan atau hajat yang diinginkan kepada Allah SWT, berikut tata cara dan doa lengkapnya.

Tayang:
Tarbawiyah.com
Sholat Hajat adalah sholat sunnah untuk memohon kebutuhan atau hajat yang diinginkan kepada Allah SWT, berikut tata cara dan doa lengkapnya. 

TRIBUNBATAM.id - Berikut tata cara, niat, dan doa sholat hajat agar keinginan dikabulkan.

Setiap manusia memiliki keinginan khusus yang ingin ia wujudkan.

Tanpa pertolongan Allah SWT, keinginan itu tak akan diwujudkan ketika manusia hanya berusaha tanpa berdoa.

Manusia juga akan dihadapi dengan sejumlah masalah.

Tentu setiap manusia akan mencari jalan keluar dari masalah yang ia hadapi.

Tanpa pertolongan Allah SWT, manusia tak akan bisa menemukan solusi terbaik dari masalah itu.

Maka dari itu, umat Muslim dianjurkan untuk melakukan sholat hajat ketika memiliki keinginan khusus atau sedang dilanda masalah dan tak tahu cara mengatasinya.

Sholat hajat adalah sholat sunnah yang dilakukan untuk memohon kebutuhan atau hajat yang diinginkan kepada Allah SWT.

Sholat hajat dapat dilakukan kapan saja, tetapi lebih dianjurkan dilakukan pada malam hari atau pada sepertiga malam.

Doa yang dipanjatkan pada sholat hajat adalah doa yang memohon kebutuhan atau hajat tertentu kepada Allah SWT.

Sholat Hajat sangat dianjurkan bagi umat Muslim yang membutuhkan pertolongan Allah dalam menyelesaikan masalah atau memenuhi kebutuhan hidupnya.

Berikut Tribunbatam.id sajikan tata cara, niat, dan doa sholat hajat.

Tata Cara Sholat Hajat

  1. Waktu: Salat Hajat dapat dilakukan pada malam hari, setelah shalat Isya' dan sebelum shalat subuh atau pada waktu lainnya yang dianjurkan untuk sholat sunnah.
  2. Wudhu
  3. Niat sholat hajat
  4. Mengucap takbiratul ihram dan doa iftitah

  5. Membaca surah Al-Fatihah

  6. Membaca Ayat Kursi

  7. Membaca surah Al-Ikhlas

  8. Rukuk

  9. Iktidal

  10. Sujud

  11. Duduk di antara dua sujud

  12. Sujud kedua

  13. Ulangi untuk melanjutkan ke rakaat kedua

  14. Mengucap tahiyat akhir

  15. Salam

  16. Membaca doa setelah sholat hajat.

Niat Sholat Hajat

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatal hajati rak'ataini ada'an lillahi ta'ala.

Doa Sholat Hajat

سُبْحَانَ الَّذِي لَبِسَ العِزَّ وَقَالَ بِهِ، سُبْحَانَ الَّذِي تَعَطَّفَ بِالمَجْدِ وَتَكَرَّمَ بِهِ، سُبْحَانَ ذِي العِزِّ وَالكَرَمِ، سُبْحَانَ ذِي الطَوْلِ أَسْأَلُكَ بِمَعَاقِدِ العِزِّ مِنْ عَرْشِكَ وَمُنْتَهَى الرَّحْمَةِ مِنْ كِتَابِكَ وَبِاسْمِكَ الأَعْظَمِ وَجَدِّكَ الأَعْلَى وَكَلِمَاتِكَ التَّامَّاتِ العَامَّاتِ الَّتِي لَا يُجَاوِزُهُنَّ بِرٌّ وَلَا فَاجِرٌ أَنْ تُصَلِّيَ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Subḫânal-ladzî labisal-‘izza wa qâla bihi. Subḫânal-ladzî ta‘aththafa bil-majdi wa takarrama bihi. Subḫâna dzil-‘izzi wal-kirami, subḫâna dzith-thauli as’aluka bimu‘âqidil-‘izzi min ‘arsyika wa muntahar-raḫmati min kitâbika wa bismikal-a‘dhami wa jaddikal-a‘la wa kalimâtikat-tâmmâtil-‘âmmâtil-latî lâ yujâwizuhunna birrun wa lâ fâjirun an tushalliya ‘ala sayyidinâ Muḫammadin wa ‘ala âli sayyidinâ Muḫammadin.

Artinya: Mahasuci Zat yang mengenakan keagungan dan berkata dengannya. Mahasuci Zat yang menaruh iba dan menjadi mulia karenanya. Mahasuci Zat pemilik keagungan dan kemuliaan. Mahasuci Zat pemilik karunia. Aku memohon kepada-Mu agar bershalawat untuk Sayyidina Muhammad dan keluarganya dengan garis-garis luar mulia Arasy-Mu, puncak rahmat kitab-Mu, dan dengan nama-Mu yang sangat agung, kemuliaan-Mu yang tinggi, kalimat-kalimat-Mu yang sempurna dan umum yang tidak dapat dilampaui oleh hamba yang taat dan durjana,”

Setelah itu, dianjurkan juga untuk membaca doa Rasulullah SAW sebagaimana riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim.

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ الحَلِيمُ الكَرِيْمُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ العَلِيُّ العَظِيْمُ سُبْحَانَ اللهِ رَبِّ العَرْشِ العَظِيْمِ والحَمْدُ لِلهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ

Lâ ilaha illallâhul-ḫalîmul-karîmu, lâ ilaha illallâhul-‘aliyyul-adhîmu subḫânallâhi rabbil-‘arsyil-‘adhîmi wal-ḫamdulillâhi rabbil-‘alamîna.

Artinya: Tiada Tuhan selain Allah yang santun dan pemurah. Tiada Tuhan selain Allah yang maha tinggi dan agung. Mahasuci Allah, Tuhan Arasy yang megah. Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam.

Selanjutnya, orang yang sedang memiliki hajat tertentu bisa melanjutkan bacaan doa Rasulullah saw riwayat Imam At-Tirmidzi sebagaimana berikut:

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ مُوْجِبَاتِ رَحْمَتِكَ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ، وَالغَنِيْمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ، وَالسَلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، لَا تَدَعْ لِيْ ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ، وَلَا هَمًّا إِلَّا فَرَّجْتَهُ، وَلَا حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضىً إِلَّا قَضَيْتَهَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Allâḫumma innî as’aluka mûjibâti raḫmatika, wa ‘azâ’ima maghfiratika, wal-ghanîmata min kulli birrin, was-salâmata min kulli itsmin lâ tada‘ lî dzanban illâ ghafartahu, wa lâ hamman illâ farrajtahu, wa lâ ḫâjatan hiya laka ridlan illâ qadlaitahâ yâ arḫamar-râḫimîna.

Artinya: Tiada Tuhan selain Allah yang maha lembut dan maha mulia. Maha suci Allah, penjaga Arasy yang agung. Segala puji bagi Allah, Tuhan alam semesta. Aku mohon kepada-Mu bimbingan amal sesuai rahmat-Mu, ketetapan ampunan-Mu, kesempatan meraih sebanyak kebaikan, dan perlindungan dari segala dosa. Janganlah Kau biarkan satu dosa tersisa padaku, tetapi ampunilah. Jangan juga Kau tinggalkanku dalam keadaan bimbang, karenanya bebaskanlah. Jangan pula Kau telantarkanku yang sedang berhajat sesuai ridha-Mu karena itu penuhilah hajatku. Hai Tuhan yang maha pengasih,”.

Setelah membaca doa di atas, panjatkan doa khusus dan memohon dengan khusu kepada Allah SWT agar hajat atau keinginan itu bisa dikabulkan.

(Tribunbatam.id/Cahyanti Nawangsari)

Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google News

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved