Rabu, 8 April 2026

BATAM TERKINI

Budaya Tertib Menuju Indonesia Emas, Melibatkan Seluruh Elemen di Indonesia

Sementara dari sisi petugas ketertiban, masih ditemukan petugas yang berjaga namun tidak serius, main handphone, mengobrol dengan sesama petugas dan p

Editor: Eko Setiawan
Tribunbatam.id/Roma Uly Sianturi
Deputi Bidang Koordinasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat Kemenko Polhukam, Irjen Pol. Rudolf Alberth Rodja saat acara Rembuk Gerakan Indonesia Tertib dengan Tema "Budaya Tertib Menuju Indonesia Emas" di Hotel Marriot Harbourbay, Kota Batam, Kepulauan Riau, Rabu (6/3/2024). 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Saat ini masih minim kesadaran masyarakat di Indonesia untuk berperilaku tertib dan penegakan hukum yang masih belum optimal.

Sehingga diperlukan budaya tertib melalui Gerakan Indonesia Tertib yang merupakan program dari Gerakan Nasional Revolusi Mental. 
 
Program Gerakan Indonesia Tertib pada Tahun 2024 diarahkan untuk mendukung visi Indonesia Emas yang melibatkan seluruh elemen bangsa dalam mewujudkan cita-cita Indonesia selama proses menuju ke Tahun  2045 sebagai negara nusantara berdaulat, maju, dan nerkelanjutan.
 
"Dibutuhkan karakter masyarakat yang tertib dan kolaboratif dalam mendukung setiap program yang telah ditetapkan pemerintah agar berdampak positif pada pembangunan Indonesia secara  berkelanjutan,” ujar Deputi Bidang Koordinasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat Kemenko Polhukam, Irjen Pol. Rudolf Alberth Rodja saat acara Rembuk Gerakan Indonesia Tertib dengan Tema "Budaya Tertib Menuju Indonesia Emas" di Hotel Marriot Harbourbay, Kota Batam, Kepulauan Riau, Rabu (6/3/2024).

Baca juga: Pelaku Pembunuhan di Batam Menyerahkan Diri ke Polresta Barelang

Baca juga: Live Streaming Real Madrid vs RB Leipzig, Ancelotti Minta Pemainnya Kerja Keras

 Mantan Kepala Kepolisian Daerah Papua ini menyampaikan bahwa program GIT difokuskan pada peningkatan perilaku tertib penggunaan ruang publik, tertib berlalu lintas, tertib antri dikarenakan masih rendahnya kesadaran masyarakat. Hal ini dapat dilihat masih banyak pelanggaran yang terjadi baik.

"Bari dari sisi pelaku pelanggar ketertiban lalu lintasdi jalan raya sering kita temui pengguna kendaraan bermotor yang berkendara sampai naik ke trotoar," ujarnya.
 
Sementara dari sisi petugas ketertiban, masih ditemukan petugas yang berjaga namun tidak serius, main handphone, mengobrol dengan sesama petugas dan perilaku antri yang masih belum bisa dirasakan di tengah  masyarakat.

"Pentingnya menanamkan budaya dan dan mindset  perilaku tertib dari terkecil, yakni lingkup keluarga , lingkungan RT dan RW serta masyarakat luas yang akan menjadi karakter seseorang,” kata Rudolf.
 
Kegiatan ini bertujuan untuk  memberikan sosialisasi dan motivasi agar meningkatkan kesadaran masyarakat dalam perilaku tertib di  berbagai aspek kehidupan. Diharapkan  munculnya pioner pembangunan karakter masyarakat yang tertib melalui Gerakan Indonesia Tertib ini.
 
“Karenanya, melalui Forum ini diharapkan kita mendapatkan bekal untuk menjadi pioneer pembangunan karakter masyarakat yang tertib melalui Gerakan Indonesia Tertib ini,” ujar Deputi Kamtibmas
 
Forum ini menghadirkan narasumber perwakilan dari Kakorlantas Polri, Kombes Pol Matrius, Kepala Subdit Penindakan Pelanggaran, Direktorat Penegakan Hukum, Korlantas Polri Sesario Fernandes, S. STP, Direktorat Jenderal Dukcapil Kementerian Dalam Negeri, Hendri Kurniadi, S. STP., M. Si, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Penanggulangan Kebakaran Provinsi Kepulauan Riau dari Satuan Polisi Pamong Praja dan Penanggulangan Kebakaran Provinsi Kepulauan Riau.
 
Turut hadir Forkopimda Provinsi Kepulauan Riau, Provinsi Kepulauan Riau, Perwakilan Tokoh Adat Kepulauan Riau, dan Perwakilan Eksekutif Mahasiswa di Kepri. (TRIBUNBATAM.id / Roma Uly Sianturi)

Baca berita lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved