BATAM TERKINI
Sayangi Nyawamu! Polisi Pasang Spanduk Cegah Aksi Lompat Jembatan Barelang Batam
Polisi melakukan upaya preventif cegah aksi bunuh diri warga dengan pasang spanduk imbauan di Jembatan Barelang. Isinya, memikirkan perjuangan ibu
Penulis: Ucik Suwaibah | Editor: Dewi Haryati
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Belakangan ini banyak informasi terkait aksi nekat warga di Batam mengakhiri hidupnya. Salah satunya dengan melompat dari atas Jembatan Barelang yang ada di Kota Batam.
Adapun Jembatan Barelang merupakan salah satu tempat ikonic di Kota Teh Obeng ini. Namun sayang tempat yang selalu ramai dikunjungi wisatawan ini malah jadi tempat pelarian bagi warga yang depresi hingga memutuskan untuk bunuh diri.
Pada 2024 ini saja, aksi lompat dan percobaan bunuh diri di Jembatan Barelang tercatat sebanyak 5 kali. Dua di antaranya terjun dari Jembatan 1 dan 4 Barelang. Lalu satu orang di Jembatan 2 Barelang pada Februari 2024, beruntung masih bisa ditolong warga, dan dua orang lainnya dilakukan pencegahan dari warga sebelum lompat dari Jembatan Barelang.
Atas adanya rentetan insiden tersebut, Kapolsek Bulang, Iptu Adyanto Syofian melakukan tindakan preventif dengan memasang spanduk imbauan agar kejadian tersebut tak kembali terulang.
Baca juga: Jembatan Barelang Batam Ramai Diserbu Wisatawan saat Momen Libur Natal 2023
Tulisan di spanduk itu berisi imbauan, agar warga yang terbersit keinginan untuk bunuh diri menyayangi nyawanya, dan memikirkan perjuangan ibu yang sudah susah payah melahirkan ke dunia.
"Tentu saja upaya yang kami lakukan untuk mencegah terjadinya hal tersebut dengan memberikan imbauan, baik langsung kepada warga maupun berupa spanduk yang dipasang di beberapa titik," ujar Kapolsek Bulang, Iptu Adyanto Syofian, Jumat (7/6/2024).
Pemasangan spanduk di Jembatan 2 dan 3 Barelang tersebut bertujuan untuk mengimbau masyarakat agar tidak terinspirasi dengan banyaknya kasus bunuh diri dengan lompat ke jembatan saat menghadapi masalah hidup yang rumit.
"Spanduk yang kami pasang juga berisikan pengingat untuk kita semua. Seperti ingatlah jerih payah orang tua membesarkan kita, sebelum memutuskan untuk bunuh diri. Sederhana kan, kita bayangkan bagaimana perasaan orang tua kita," paparnya.
Tak hanya spanduk, namun ia juga mengimbau kepada masyarakat yang tengah mengalami permasalahan hidup untuk bercerita atau berkonsultasi dengan psikolog agar mendapatkan pemecahan masalah.
"Setiap ada permasalahan, curhat lah kepada teman, saudara. Lebih baik dengan orang terdekat, sehingga permasalahan bisa teratasi," katanya.
Baca juga: Warga Batam Isi Liburan di Tanjung Penarik Jembatan 1 Barelang saat Long Weekend
Terakhir, Adyanto berpesan khususnya kepada masyarakat Batam yang memiliki pemikiran untuk bunuh diri, segeralah untuk meningkatkan keyakinan dan keimanan kepada Tuhan YME. Sebab setiap masalah pasti ada jalan keluarnya.
Berikut isi imbauan di spanduk yang dipasang Polsek Bulang di Jembatan Barelang.
Jangan coba-coba melompat di jembatan ini dan di tempat lainnya. Sayangi nyawamu, ibu sudah susah payah melahirkan anda. Jika ada masalah, silahkan ceritakan kepada orang terdekat atau kepada kami. Terima kasih untuk hari ini, kamu hebat menjalani hari-harimu. Terima kasih untuk tidak melakukan percobaan bunuh diri. Kamu hebat.
Disclaimer: Berita atau artikel ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri.
Pembaca yang merasa memerlukan layanan konsultasi masalah kejiwaan, terlebih pernah terbersit keinginan melakukan percobaan bunuh diri, jangan ragu bercerita, konsultasi atau memeriksakan diri ke psikiater di rumah sakit yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa. (Tribunbatam.id/Ucik Suwaibah)
Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google News
| Harga Sembako di Batam Mulai Naik, Kapolresta Barelang Ingatkan Pengusaha Jangan Macam-macam |
|
|---|
| Dugaan Lakakerja di Galangan PT Citra Shipyard Batam, Polisi Periksa 5 Saksi |
|
|---|
| Kasus Dua Kontainer Sagulung Kini Ditangani Bea Cukai, Polresta Pastikan Bukan Pakaian Bekas |
|
|---|
| Sidang Kasus 2 Ton Sabu, Peluk Anaknya Usai Sidang, Sulaiman Mohon Keringanan Hukuman Untuk Fandi |
|
|---|
| Tangis Ibu di Sidang Sabu 2 Ton Pecah: Anak Saya Niatnya Kerja dan Tak Tahu Muatan Kapal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/07062024spanduk-di-Jembatan-Barelang.jpg)