Selasa, 9 Juni 2026

BATAM TERKINI

Cerita Warga Batam Jadi Admin Judi Online, Incar Pejudi Indonesia Hingga Korban Bunuh Diri

Bunga hanya boleh melakukan aktivitas dalam sebuah kawasan, tak ada tempat dan cela bagi Bunga untuk bisa melarikan diri. Sebab, identitasnya, paspor

Tayang:
Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Eko Setiawan
tribunnews batam/wahib wafa
Ilustrasi Gantung Diri 

TRIBUNBATAM.id,BATAM - Niat hati mengadu nasib berujung pilu, bekerja menjadi admin judi online namun jadi korban kekerasan di negeri orang. 

Itu dialami Bunga (bukan nama asli) 31 tahun warga Batam. Bunga mengalami kisah yang tak enak selama menjadi admin judi online di Filiphina, ia bak budak. 

Sialnya, selama di Filiphina ia mengaku tak ada tempat untuk mengadu. Menjadi korban perbudakan ia rasakan selama kurun waktu 4 bulan lamanya.

Memang waktunya singkat, namun bagi Bunga untuk melewati satu hari dalam hitungan jam itu waktu yang lama di Filiphina, tempat ia tinggal dan bekerja.

Mawar bekerja sepanjang waktu, dikejar target, mendapat perlakuan kasar, kontak fisik hingga jatu sakit namun dipaksa bekerja dengan kehidupan terkekang. 

Bunga hanya boleh melakukan aktivitas dalam sebuah kawasan, tak ada tempat dan cela bagi Bunga untuk bisa melarikan diri. Sebab, identitasnya, paspor dan ia bersama buruh lainnya selalu diawasi oleh Sekurity, bodyguard perusahaan ia bekerja.

Iya, itulah yang dirasakan Bunga, warga Batam Center ini, pelik dan menderita.

Kisah ini terbongkar usai Bunga menceritakan pengalaman itu kepada Tribun Batam, belum lama ini.

Selama di Filiphina, Bunga mengaku banyak memegang rahasia perusahaan tempat ia bekerja. Sebab, ia termasuk orang yang berhasil keluar dari tempat kerjanya, lengkap dengan Handphone yang ia gunakan selama ini disana. 

Baca juga: PPATK Blokir 5000 Rekening Terkait Judi Online, Berikut Sejumlah Kasus Judi Online di Batam

Bukti bukti kejahatan yang pernah dialami Bunga masih tersimpan dalam file Handphone genggamnya. 

Sore itu, Bunga mencoba memperlihatkan satu-persatu gambar, foto lokasi tempat kerja, hunian tempat tinggal, makanan, hingga luka fisik kekerasan yang dialami. 

Bahkan Bunga membeberkan hal-hal yang ia kerjakan selama di Filiphina, pekerjaan itu bertentangan dengan kemanusiaan yang membuat kejiwaannya down, hingga ia pernah depresi berat yang berujung stroke. Saat itu ia terlihat seperti orang tua penyakitan.

Kepada Tribun Batam, Bunga bercerita panjang tentang kisah yang ia alami mulai dari proses pemberangkatan dirinya hingga pemulangannya ke Indonesia. 

“Puji Tuhan, saya masih bisa selamat. Saya bahkan masih belum sadar, kadang terngiang-ngiang tentang apa yang saya alamai di Filiphina itu. Ternyata Tuhan masih sayang samaku,” ucap Bunga penuh rasa syukur. 

Rasa sedih penuh haru itu diucapkan Bunga lantaran telah melalui masa yang kelam. Apalagi ia mengingat beberapa rekan kerjanya ada yang hilang dan tak kembali. 

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved