Selasa, 7 April 2026

Batam Terkini

Imigran Pencari Suaka di Batam Sedih Dengar Kabar Imigran Terlibat Kasus Pencabulan

Informasi yang diperoleh Tribunbatam.id, pria asal Afghanistan tersebut merupakan seorang pengungsi (refugee) yang berada di bawah pengawasan United N

Editor: Eko Setiawan
Tribunbatam.id/Aminuddin
Suasana Hotel Kolekta, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam, Selasa (16/7/2024). Di Hotel tersebut ramai imigran pencari suaka tinggal dan menjalani kehidupan sehari-harinya 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Seorang warga negara asing (WNA) asal Afghanistan dihadang  warga Pasar Golden Lake, Bengkong Sadai, Bengkong, Kota Batam, pada Minggu (14/7/2024) malam.

WNA tersebut diduga membawa seorang gadis berusia 15 tahun dari Bengkong.

Informasi yang diperoleh Tribunbatam.id, pria asal Afghanistan tersebut merupakan seorang pengungsi (refugee) yang berada di bawah pengawasan United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR). Video kejadian tersebut viral di media sosial.

Menanggapi kejadian dimaksud, beberapa pengungsi dan pencari suaka dari negara lain yang saat ini ditempatkan di Batam mengaku sedih jika kabar itu benar.

Ahmed, pencari suaka asal Sudan yang tinggal di Hotel Kolekta Batam, tempat ratusan pengungsi lainnya tinggal, mengatakan sejauh ini tidak ada masalah dari pihaknya.

"Kalau di kami di sini mencoba selalu hidup baik-baik saja,"katanya dalam bahasa Indonesia yang lancar pada Tribunbatam.id, Selasa (16/7/2024). 

Baca juga: Tingkah Pencari Suaka di Kepri jadi Perhatian Publik, Begini Kondisinya di Bintan Kepri

Ia juga mengaku tidak mengetahui video viral yang diduga melibatkan pria pengungsi tersebut. "Tidak tahu berita itu,"katanya.

Ia berharap, peristiwa negatif yang melibatkan pengungsi pencari suaka tidak sampai digeneralisasi lebih luas apalagi sampai menghakimi keseluruhan. "Tangan kita boleh sama, tapi sikap pribadi masing-masing bisa berbeda, jika ada satu yang berbuat, ya itu pasti individu,"katanya.

Dikatakan dia, sesama pencari suaka di Hotel Kolekta selalu saling menjaga dan mengingatkan untuk selalu berbuat baik dimanapun. "Apalagi orang Batam ini juga baik-baik, ketemu di jalan mereka menyapa,"katanya.

Senada dengan Ahmed, Salim, seorang pengungsi asal Afghanistan lainnya, mengatakan kehidupan mereka di lokasi penampungan di Hotel Kolekta Batam baik-baik saja. Seperti Ahmed, Salim juga fasih berbahasa Indonesia karena mempelajarinya dengan serius. Dia sengaja belajar bahasa Indonesia agar bis. berkomunikasi dengan lancar dengan lingkungan sekitarnya. "Jadi supaya bisa ngobrol dengan orang-orang sekitar,"katanya 

Baca juga: Imigran Afganistan Pencari Suaka Cabuli Gadis 15 Tahun di Batam, Kenal Lewat Aplikasi

Terkait kabar adanya pria pengungsi asal Afghanistan yang diamuk massa, Salim mengaku kaget mendengarnya.

"Kita selalu berusaha untuk hidup baik di Indonesia, karena saya lihat orang Indonesia terutama di Batam ini baik," katanya.

Sehari-hari, Salim dan para pencari suaka lainnya menjalani berbagai aktivitas. Pada sore hari, ada yang bermain voli, mengobrol dengan warga sekitar, atau memperbaiki sepeda. 

"Jadi kadang ada orang meminta tolong memperbaiki sepedanya yang rusak, kita bantu perbaiki," katanya. 

Pantauan di lokasi, banyak rangka sepeda yang sedang diperbaiki di lokasi penampungan. Sepeda-sepeda itu diperbaiki oleh para pengungsi yang tinggal di Hotel Kolekta. Mereka kadang memberikan jasa gratis, namun juga ada yang membayar dengan biaya jasa seadanya. (AMINIDDIN/TRIBUNBATAM.id)

Baca berita Tribunbatam.id lainnya di Google News

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved