BP BATAM

BP Batam Ajak Warga Pertahankan Kondusifitas di Tengah Isu Provokatif Rempang Eco-City

Menanggapi situasi ini, Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait, berharap agar warga yang telah mendukung proyek ini tetap t

Penulis: Ucik Suwaibah | Editor: Eko Setiawan
ist.
Realisasi pengerjaan keempat rumah Rempang Eco-City hampir 90 persen. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - BP Batam mengimbau masyarakat untuk menjaga kondusifitas terkait rencana investasi Rempang Eco-City, menyusul beredarnya video berdurasi 2 menit 14 detik yang menampilkan pengakuan warga tentang intimidasi verbal. 

Video tersebut menunjukkan sebagian warga yang tetap mendukung proyek strategis nasional ini meski ada penolakan dari beberapa pihak.

Dalam video tersebut, seorang warga Rempang menegaskan dukungannya terhadap pembangunan. 

"Kami warga Rempang yang sudah bergeser sangat mendukung pembangunan Rempang Eco-City. Jangan mundur selangkah pun dan tetap maju, Allahu Akbar," ujar seorang warga dalam video.

Menanggapi situasi ini, Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait, berharap agar warga yang telah mendukung proyek ini tetap tenang dan tidak terprovokasi. 

"Kami harap, warga yang telah mendaftar tetap menahan diri agar tidak terprovokasi dengan segala macam bentuk intimidasi. Seluruh proses masih terus berlangsung dan BP Batam berkomitmen untuk segera memfasilitasi pergeseran kepada mereka yang telah mendaftar," ujar Tuty, pada siaran persnya, Senin (2/9/2024).

Baca juga: Progres Rempang Eco-City, 187 Kepala Keluarga Telah Bergeser

Tuty mengakui adanya tindakan provokatif yang mengarah pada intimidasi verbal terhadap pendukung proyek, dan menekankan pentingnya menjaga stabilitas situasi untuk kelancaran pembangunan. 

"Pengerjaan rumah baru untuk warga yang terdampak pembangunan masih terus berlangsung. Kami berharap isu provokatif ini tidak mengganggu jalannya pembangunan sehingga seluruh proses bisa selesai tepat waktu dan warga dapat segera menempati rumah itu dalam waktu dekat," tambahnya.

Saat ini, BP Batam tengah menyelesaikan pembangunan 60 unit rumah baru untuk warga terdampak, dengan beberapa unit sudah memasuki tahap akhir. 

Pada awal September 2024, BP Batam menargetkan pembangunan tambahan 20 unit rumah dapat selesai. 

"Pada prinsipnya, Kami berkomitmen untuk menyelesaikan PSN ini. Oleh sebab itu, kami mengajak seluruh komponen daerah untuk bersama-sama mengawal prosesnya sampai selesai," tutup Tuty. (Tribunbatam.id/Ucik Suwaibah)

Baca berita Tribunbatam.id lainnya di Google News

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved