Minggu, 3 Mei 2026

Lingga Terkini

Uniknya Corak Bunga Telur di Tradisi Peringatan Maulid Nabi di Desa Persiapan Air Batu Lingga

Dalam tradisi Berzanji, tokoh agama atau masyarakat yang menghadiri acara Maulid Nabi di masjid akan diberikan hadiah berkat berupa bunga telur.

Tayang:
Penulis: Febriyuanda | Editor: Eko Setiawan
Tribunbatam.id/Istimewa
Potret bunga telur di Masjid Desa Persiapan Air Batu, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri saat perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW baru-baru ini  

TRIBUNBATAM.id, LINGGA - Perayaan peringatan Maulid Nabi Muhammad dilaksanakan oleh masyarakat di Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) di setiap masjid atau surau.

Membaca kitab Al Barzanji menjadi tradisi yang saat ini dipertahankan oleh masyarakat di sana.

Dalam tradisi Berzanji, tokoh agama atau masyarakat yang menghadiri acara Maulid Nabi di masjid akan diberikan hadiah berkat berupa bunga telur.

Hadiah berkat merupakan bunga yang diberi tangkai kayu dan diberi sebutir telur ayam yang telah direbus, kemudian diwarnai merah.

Telur kemudian dicacakkan di atas wajik yang berada di dalam gelas kaca atau plastik.

Uniknya, salah satu Masjid di Desa Persiapan Air Batu, Kecamatan Singkep Barat, bunga telur tampak tinggi menjelang.

Puluhan bunga telur tersebut dicacakkan di gelas, bahkan di batang pisang.

Sehingga, bunga telur tampak mewarnai ruangan masjid, yang di mana, hal itu sebagai hadiah berkat diberikan kepada seluruh jamaah yang hadir.

Baca juga: Penataan Istana Damnah Lingga Penataan Hampir Selesai

"Banyak, kami dikasi lebih dari dua bunga telur," ungkap salah seorang warga, Are yang hadir dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Pemerhati Sejarah dan Budaya Lingga, Lazuardi menyebutkan, bahwa mungkin hal tersebut sudah menjadi tradisi turun menurun.

"Mungkin sudah kreasi (bunga telur-red)," kata dia kepada Tribunbatam.id, Sabtu (21/9/2024).

Lazuardi menjelaskan, berkat bunga telur ini bermakna orang yang memberi dan diberi bersuka cita dan berharap mendapatkan berkah dari Allah SWT karena telah memperingati Maulud Nabi. 

Dalam pelaksanaannya, pengurus Masjid atau surau yang telah menetapkan hari Maulid Nabi, selanjutnya mengadakan jemputan secara lisan lewat.

Jemputan itu, lewat seorang tukang jemput ke masyarakat dan pengurus ma atau surau di kampung-kampung tetangga.

Dalam tradisinya, selain mendapatkan berkat bunga telur, jemaah juga memakan hidangan yang telah disiapkan oleh masing-masing rumah dihantarkan di masjid.

Tradisi ini masih berkembang di Kabupaten Lingga, bahkan hingga ke pelosok-pelosok desa. (Tribunbatam.id/Febriyuanda)

Baca berita Tribunbatam.id lainnya di Google News

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved