Selasa, 9 Juni 2026

LINGGA TERKINI

Warga Berharap Bantuan Pompong Besar Untuk Antar Jemput Anak Sekolah di Posek, Lingga

Desa Persiapan Bendahara, Kecamatan Kepulauan Posek, Kabupaten Lingga, butuh tranportasi laut pompong dari Pemda untuk antar jemput siswa

Tayang:
Penulis: Febriyuanda | Editor: Mairi Nandarson
TRIBUNBATAM.id/Dokumen Warga/Dito
NAIK POMPONG - Suasana penjemputan anak sekolah di Desa Persiapan Bendahara, Kecamatan Kepulauan Posek, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri dengan pompong. 

Laporan Wartawan Tribun Batam Febriyuanda

TRIBUNBATAM.id, LINGGA - Tinggal di wilayah kepulauan, menjadi tantangan sendiri bagi pelajar untuk menempuh pendidikan di Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Salah satunya bagi pelajar di Desa Persiapan, Kecamatan Kepulauan Posek.

Lokasi yang berada di salah satu pulau terpencil, membuat siswa di desa ini harus menyeberangi laut menggunakan pompong, untuk berangkat dan pulang ke sekolah setiap harinya.

Namun, saat ini kondisi pompong yang melayani pelajar untuk pergi ke sekolah sangat terbatas.

Pompong yang ada saat ini tidak bisa membawa penumpang dalam jumlah banyak, sehingga butuh beberapa kali pengangkutan.

Padahal, setiap pagi untuk menyeberang ke pulau Desa Posek, butuh waktu 15 menit untuk mengantar pelajar PAUD, SD, hingga SMP.

Baca juga: Polemik Aktivitas Bongkar Muat BBM PT SSS di Lingga, Dishub Bakal Ambil Tindakan

Situasi ini jelas membuat waktu ke sekolah para pelajar terganggu dan bisa terlambat sampai di sekolah.

Karena itu, warga berharap, adanya dukungan Pemerintah Daerah (Pemda), untuk dapat membantu pengadaan pompong antar jemput anak menuju ke sekolah.

Keberadaan pompong menjadi keniscayaan karena kondisi geografis daerah pesisir yang dipisahkan laut.

Seorang tokoh masyarakat Desa Persiapan Bendahara, Nazar menyampaikan, saat ini, pompong yang digunakan merupakan hasil swadaya dari masyarakat.

Baca juga: Pelajar SDN 004 Selayar di Lingga Berani Unjuk Gigi Tampilkan Bazar Hingga Berbagai Bakat Seni

Namun, kapasitas pompong tersebut telah melampaui batas yang seharusnya, terutama untuk siswa-siswi SMP, murid SD dan PAUD, yang jumlahnya semakin meningkat.

“Hal ini menyebabkan kondisi yang kurang nyaman dan berisiko bagi keamanan anak-anak yang menggunakan pompong tersebut untuk perjalanan menuju sekolah mereka,” kata Nazar baru-baru ini.

Nazar berharap, agar pihak terkait dapat memberikan bantuan dalam hal pengadaan pompong yang lebih besar dan aman.

Tentu lanjutnya, untuk menjaga keselamatan anak-anak dalam perjalanan mereka ke sekolah.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved