LINGGA TERKINI
Warga Berharap Bantuan Pompong Besar Untuk Antar Jemput Anak Sekolah di Posek, Lingga
Desa Persiapan Bendahara, Kecamatan Kepulauan Posek, Kabupaten Lingga, butuh tranportasi laut pompong dari Pemda untuk antar jemput siswa
Penulis: Febriyuanda | Editor: Mairi Nandarson
Laporan Wartawan Tribun Batam Febriyuanda
TRIBUNBATAM.id, LINGGA - Tinggal di wilayah kepulauan, menjadi tantangan sendiri bagi pelajar untuk menempuh pendidikan di Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Salah satunya bagi pelajar di Desa Persiapan, Kecamatan Kepulauan Posek.
Lokasi yang berada di salah satu pulau terpencil, membuat siswa di desa ini harus menyeberangi laut menggunakan pompong, untuk berangkat dan pulang ke sekolah setiap harinya.
Namun, saat ini kondisi pompong yang melayani pelajar untuk pergi ke sekolah sangat terbatas.
Pompong yang ada saat ini tidak bisa membawa penumpang dalam jumlah banyak, sehingga butuh beberapa kali pengangkutan.
Padahal, setiap pagi untuk menyeberang ke pulau Desa Posek, butuh waktu 15 menit untuk mengantar pelajar PAUD, SD, hingga SMP.
Baca juga: Polemik Aktivitas Bongkar Muat BBM PT SSS di Lingga, Dishub Bakal Ambil Tindakan
Situasi ini jelas membuat waktu ke sekolah para pelajar terganggu dan bisa terlambat sampai di sekolah.
Karena itu, warga berharap, adanya dukungan Pemerintah Daerah (Pemda), untuk dapat membantu pengadaan pompong antar jemput anak menuju ke sekolah.
Keberadaan pompong menjadi keniscayaan karena kondisi geografis daerah pesisir yang dipisahkan laut.
Seorang tokoh masyarakat Desa Persiapan Bendahara, Nazar menyampaikan, saat ini, pompong yang digunakan merupakan hasil swadaya dari masyarakat.
Baca juga: Pelajar SDN 004 Selayar di Lingga Berani Unjuk Gigi Tampilkan Bazar Hingga Berbagai Bakat Seni
Namun, kapasitas pompong tersebut telah melampaui batas yang seharusnya, terutama untuk siswa-siswi SMP, murid SD dan PAUD, yang jumlahnya semakin meningkat.
“Hal ini menyebabkan kondisi yang kurang nyaman dan berisiko bagi keamanan anak-anak yang menggunakan pompong tersebut untuk perjalanan menuju sekolah mereka,” kata Nazar baru-baru ini.
Nazar berharap, agar pihak terkait dapat memberikan bantuan dalam hal pengadaan pompong yang lebih besar dan aman.
Tentu lanjutnya, untuk menjaga keselamatan anak-anak dalam perjalanan mereka ke sekolah.
Dirinya menjelaskan, dengan adanya bantuan, kondisi transportasi antar jemput anak sekolah di daerah Desa Persiapan Bendahara dapat diperbaiki dan ditingkatkan untuk kesejahteraan bersama.
“Selama ini khusus nya untuk pompong antar jemput anak sekolah ini kami belum pernah menerima bantuan,” ungkapnya.
Saat ini, pompong yang digunakan dengan kapasitas lebih kurang 1 Gross Tonage (GT), untuk mengantar dan menjemput siswa.
Dalam mengakut para pelajar ini, pompong terlebih dahulu menjemput siswa SD.
Selanjutnya pompong tersebut baru mengantar siswa-siswi SMP dari Desa Persiapan Bendahara menuju ke Desa Posek, tempat sekolah itu berada.
Berikutnya baru pompong tersebut menjemput anak SD dan PAUD ke sekolah yang berasa di Desa Persiapan.
"Untuk saat ini dengan banyak nya anak-anak kami sekolah, baik itu, SMP, SD dan PAUD pompong yang di butuhkan paling tidak berkapasitas 3 GT sampai 4 GT, untuk antar jemput anak sekolah,” tambahnya.
( tribunbatam.id/febriyuanda )
| Jelang Operasi Patuh Seligi 2026, Satlantas Polres Lingga Edukasi Pengendara di Jalan Raya |
|
|---|
| Aduan Warga Ditindaklanjuti, Kelurahan Daik Lingga Tertibkan Pedagang Ikan yang Gunakan Bahu Jalan |
|
|---|
| Enam Ketua RT dan RW Desa Kelumu di Lingga Resmi Dilantik, Berikut Daftar Namanya |
|
|---|
| Kasus Dugaan Percobaan Pencurian dan Pembakaran Rumah di Lingga Segera Disidangkan |
|
|---|
| Mazni dan Anaknya Taklukkan Buaya 3,6 Meter di Sungai Desa Panggak Laut Lingga |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Pelajar-Desa-Persiapan-Bendahara-Posek-Lingga.jpg)