Kronologi Kapal MT Silver Sincere Berbendera Malaysia Nyaris Tenggelam di Perairan Bintan Kepri
Terungkap kronologi kapal MT Silver Sincere Berbendera Malaysia nyaris Tenggelam di Perairan Bintan. Kapal patroli Bakamla turun evakuasi awak kapal.
Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Septyan Mulia Rohman
TRIBUNBATAM.id, BINTAN – Anggota KN Tanjung Datu-301 menyelamatkan nahkoda beserta tiga anak buah kapal (ABK) MT Silver Sincere, kapal tanker berbendera Malaysia yang mengalami kebocoran di sekitar Karang Singa, perairan Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Kapal milik Bakamla RI ini menerima informasi dari Vessel Traffic Service (VTS) Batam pada Minggu (12/1) pukul 15.30 WIB terkait insiden kebocoran hingga kapal MT Silver Sincere berbendera Malaysia itu dan miring ke kiri 15 derajat di sekitar 5 mil laut (NM) utara Pulau Bintan.
Pukul 16.00 WIB, KN Tanjung Datu-301 segera menurunkan Rigid Hull Inflatable Boat (RHIB) bersama tim Visit Board Search and Seizure (VBSS) untuk mendekati lokasi kapal.
Namun, saat tim berada di jarak 10 NM, cuaca buruk dan gelombang tinggi memaksa mereka untuk berhenti dan mengapung di sekitar Pulau Putri.
Setelah kondisi membaik, tim melanjutkan perjalanan dan pada pukul 21.54 WIB berhasil mengevakuasi empat korban dari MT Silver Sincere.
Mereka segera dibawa ke KN Tanjung Datu-301 di perairan Batu Ampar, Kota Batam, Provinsi Kepri.
Empat ABK lainnya dievakuasi oleh KN Sarotama yang juga berada di lokasi.
Pada pukul 23.00 WIB, tim tiba di kapal induk dan langsung memberikan pemeriksaan kesehatan serta pendampingan pengobatan kepada para korban.
Adapun empat awak kapal tanker itu di antaranya Nay Myo Win, warga negara Myanmar sebagai Chief Officer.
Dedi Abadi, warga Indonesia sebagai Second Officer.
Hasudungan Sitorus, warga Indonesia sebagai Chief Enginer.
Baca juga: Kapal Tanker Berbendera Malaysia Alami Kebocoran di Perairan Bintan, 8 Kru Selamat
Serta Agung Purwanto Putra, warga Indonesia sebagai Second Engineer.
Komandan KN Tanjung Datu-301, Kolonel Bakamla Rudi Endratmoko, menjelaskan bahwa kapal bermuatan 1.113 kiloliter waste oil (blending oil) ini mengalami kebocoran pada pipa overboard scupper yang keropos di ruang mesin.
"Kebocoran ini menyebabkan air laut masuk ke ruang mesin dan mengakibatkan banjir. Dengan kondisi cuaca buruk dan gelombang tinggi, air terus masuk hingga kapal miring ke kiri dan akhirnya tenggelam," ungkapnya. (TribunBatam.id/Bereslumbantobing)
Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google News
| Harga Emas Perhiasan di Natuna Hari Ini Minggu 12 April 2026, Emas 24Karat Rp2,7 Juta per Gram |
|
|---|
| Jadwal Kapal Roro Bintan ke Batam Hari Minggu 12 April 2026, Trip Terakhir Pukul 18.00 WIB |
|
|---|
| Imigrasi Ranai Deportasi 2 WN Malaysia dari Natuna, Kedapatan Kerja Tanpa Izin di Selat Lampa |
|
|---|
| Jadwal KM Sabuk Nusantara 110 Lintasi Natuna, Periode Tanggal 16 - 27 April 2026 |
|
|---|
| Akademisi Universiti Al-Qur’an SAAS Pahang Malaysia Terkesima Manuskrip Pulau Penyengat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Kapal-tanker-berbendera-Malaysia-alami-kebocoran.jpg)