PELANTIKAN KEPALA DAERAH
Visi Misi Bupati dan Wakil Bupati Keerom, Piter Gusbager - Daud Segera Dilantik
Presiden Prabowo segera melantik kepala daerah terpilih yang tidak bersengketa di Mahkamah Konstitusi (MK).
TRIBUNBATAM.ID - Kabupaten Keerom bakal segera dipimpin Piter Gusbager - Daud sebagai Bupati dan Wakil Bupati periode 2025-2030.
Presiden Prabowo segera melantik kepala daerah terpilih yang tidak bersengketa di Mahkamah Konstitusi (MK).
Namun perlu diingat setiap kepala daerah terpilih telah menyampaikan visi misi ketika kampanye.
Untuk Piter Gusbager - Daud berikut ini visi misinya berdasarkan data KPU di laman kpu.go.id untuk Kabupaten Keerom :
VISI
Keerom Maju Yang Transformatif, Mandiri, Bermartabat, Dan Berkelanjutan
Visi tersebut mengandung makna yang setara dengan arah kebijakan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi Papua.
Penjelasan rinci pemaknaannya adalah sebagai berikut:
- Terwujudnya masyarakat Keerom yang memiliki kapasitas unggul dengan di dorong oleh tekad yang kuat.
- Mewujudkan kondisi masyarakat dan pemerintahan yang bertransformasi secara inovatif menjadi masyarakat produktif dan berdaya saing.
- Mewujudkan kondisi masyarakat yang mandiri atas kemampuannya sendiri dalam memajukan ekonomi didorong dengan tumbuh dan berkembangnya kewirausahaan orang asli Papua di Keerom.
- Mencapai kondisi masyarakat yang memiliki status terhormat.
- Pembangunan kabupaten Keerom bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat Keerom.
"Keerom Maju, Keerom yang Transformatif, Keerom yang Mandiri, Keerom yang Bermartabat dan Keerom yang Berkelanjutan"
MISI
Berdasarkan rumusan visi di atas, selanjutnya dikemukakan misi yang diemban adalah sebagai berikut:
1. Memantapkan Tata Kelola Pemerintahan
Pemantapan sistem pemerintahan Keerom yang bersih di landaskan pada prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam rangka pemberantasan praktek KKN sehingga dapat mencapai indeks reformasi birokrasi dan indeks pelayanan publik yang yang tinggi dan semakin baik, serta mencapai penilaian tata kelola WTP (Wajar Tanpa Pengecualian), ditunjang dengan tata kelola keuangan dan aset daerah yang efisien.
2. Memantapkan Mutu Sumber Daya Manusia
Meningkatkan indeks pembangunan manusia mencakup pendidikan, kesehatan, dan ekonomi kerakyatan.
Kualitas pendidikan disempurnakan menuju pencapaian rata-rata lama usia sekolah PAUD, SD, SMP, SMA (wajib belajar 12 tahun) sesuai SDG’s serta memfasilitasi pendidikan lanjutan ke perguruan tinggi.
Kualitas kesehatan terus disempurnakan menuju pencapaian harapan hidup dan derajat kesehatan yang lebih baik, melalui peningkatan sarana prasarana kesehatan dan tenaga medis secara kuantitas dan kualitas.
Selanjutnya kualitas iman dalam aspek keagamaan terus disempurnakan dengan mmmfasilitasi prasarana/sarana ibadah serta mempererat jalinan toleransi, kerjasama, dan persaudaraan antar umat beragama melalui para tokoh dan pemuka agama.
3. Memantapkan Sistem Demokrasi, Hukum, dan Hukum Adat
Pemantapan sistem demokrasi dilakukan dengan mengoptimalkan pilar-pilar demorasi pada seluruh elemen masyarakat (terutama suprastruktur politik dan infrastruktur politik termasuk para pemangku kepentingan).
Semua orgam demokrasi harus mampu menerapkan kesepahaman dalam menjalankan prinsip-prinsip demokrasi karena keberhaasilan melakukanmkaderisasi politik.
Bersamaan dengan itu maka tata hukum nasional harus dapat diterapkan secara manusiawi berkeadilan dan menghindari praktek pelanggaran HAM.
Selanjutnya dilakukan penguatan sistem peradilan adat yang setara , dengan mengedepankan aspek adat istiadat dalam penyelesaian perkara adat di masyarakat.
4. Meningkatkan Moda Transportasi dan Infrastruktur Dasar
Meningkatkan jangkauan dan kualitas infrastruktur transportasi, prasarana, dan sarana perhubungan, perumahan, dan pemukiman, serta sarana prasarana air bersih dan sanitasi, kelistrikan, dan komunikasi informasi.
Untuk jalur transportasi udara (orang dan barang) dibangun bandara yang dapat didarati pesawat perintis.
Khusus distrik Keisenar dan Towe memerlukan transportasi sungai yang difasilitasi dengan dermaga dan speedboat yang reprensentatif.
Sedangkan distrik-distrik lain (Yafi, Towe, Arso Timur, dan Manem) difasilitasi peningkatan jalan dan jembatan yang memadai, termasuk jalan lingkar luar yang menghubungkan kabupaten Keerom dan Jayapura (Jalur Senggi-Airu-Kaureh-Arso).
5. Memantapkan Inovasi dan Daya Saing
Mendorong ekonomi kerakyatan berbasis pertanian dan usaha kecil menengah secara beriringan dengan pengembangan sektor industri inovatif dan pengembangan agrowisata integratif.
Untuk kepentingan tersebut harus semakin dikembangkan mekanisme pasar melibatkan perusahaan daerah, kelompok usaha mikro/kecil/menengah yang berdaya saing.
Diperlukan juga konsolidasi kekuatan ekonomi dalam rangka perluasan jaringan kerjasama investasi.
6. Percepatan Pembangunan Ekonomi Berbasis Potensi Unggulan yang Berkelanjutan
Program percepatan secara terus menerus (berkelanjutan) dimulai dari off-farm (pendidikan dan pelatihan sampai pada usaha produksi) dan on-farm (masa panen sampai hasil produksi dipasarkan) dilakukan untuk perkebunan (jagung, kelapa sawit, dan kakao), perikanan budidaya (ikan air tawar), peternakan (unggas, sapi, kambing, dan babi), dan pertanian hortikultura (sayur mayur dan buah-buahan) berbasis karakteristik kewilayahan.
Terus dikembangkan pembangunan sektor unggulan yaitu pertanian menuju kemandirian pangan melalui food estate jagung dan peremajaan sawit rakyat.
7. Percepatan Pembangunan Kawasan Perbatasan dan Kawasan Khusus
Kawasan pembangunan khusus meliputi distrik Arso timur, Manem, Waris, Yafi, Web, dan Towe, sedangkan kawasan yang berbatasan langsung dengan negara tetangga Papua New Guinea (PNG) yaitu Bewani, Amanap, dan Green.
Kawasan-kawasan ini membutuhkan perhatian ekstra-intensif (sungguh-sungguh dan terus menerus) dalam berbagai sektor sebab kawasan ini merupakan gerbang masuk Indonesia dari arah Timur yang juga dikenal dengan adanya hubungan budaya dan sejarah asal usul yang sangat kental.
Perhatian khusus menjadi salah satu fokus pembangunan kabupaten Keerom yang relevan dengan Nawacita ketiga (membangun dari pinggiran) serta sejalan dengan pendekatan pembangunan provinsi Papua yaitu membangun dari kampung ke kota.
Itulah visi misi yang bakal diwujudkan kepala daerah terpilih Kabupaten Keerom setelah resmi dilantik oleh Presiden bersumber dari data KPU.
Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Keerom
Visi Misi Bupati dan Wakil Bupati Keerom
Kabupaten Keerom
Pelantikan Kepala Daerah
Visi Misi Kepala Daerah
| Profil H Juanda Resmi Dilantik Jadi Wakil Bupati Tapin, Ini Rekam Jejak dan Visi Misinya |
|
|---|
| Sosok H Yamani yang Resmi Dilantik Sebagai Bupati Tapin, Ini Rekam Jejak dan Visi Misinya |
|
|---|
| Sosok M. Fikri Thobari Resmi Menjabat Bupati Rejang Lebong, Intip Rekam Jejak dan Visi Misinya |
|
|---|
| Sosok Gustianto Resmi Menjabat Wakil Bupati Seluma Bengkulu, Intip Rekam Jejak dan Visi Misinya |
|
|---|
| Profil Herman Susilo Resmi Dilantik Jadi Wakil Bupati Barito Kuala, Ini Visi Misi dan Rekam Jejaknya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Piter-Gusbager-Daud.jpg)